Wamenkes Dante Beberkan Pengerahan Sistem IT Kala Pandemi Saat Ini

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa 2 Maret 2021. Sebanyak 10 juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac dalam bentuk curah kembali tiba di Indonesia, yang selanjutnya akan dibawa ke Bio Farma untuk diproduksi. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa 2 Maret 2021. Sebanyak 10 juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac dalam bentuk curah kembali tiba di Indonesia, yang selanjutnya akan dibawa ke Bio Farma untuk diproduksi. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia menghadapi gelombang tinggi infeksi Covid-19 setelah titik terendahnya terjadi pada Mei 2021 dan saat ini angkanya sempat mencapai lebih dari 20 ribu per hari. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menjelaskan, berdasarkan analisisnya, peningkatan itu dipengaruhi oleh mobilitas penduduk saat libur lebaran dan varian baru virus yang penyebarannya lebih cepat.

    Dante menerangkan tiga strategi utama penanganan pandemi yaitu 3T (testing, tracing, treatment), vaksinasi, dan protokol kesehatan #cucitangan #pakaimasker #jagajarak yang ketat. Dia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini menggunakan beberapa sistem informasi teknologi, khususnya dalam upaya 3T. 

    “Ada aplikasi All New Record TC-19 untuk pencatatan dan pelaporan tes Covid-19, platform Silacak untuk tracing dan testing,” ujar dia dalam peluncuran platform uji klinis yang dikembangkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jumat 25 Juni 2021.

    Sementara untuk perawatan pasien, dokter spesialis penyakit dalam Endokrin-Metabolik-Diabetes itu menyebutkan, ada Siranap atau sistem informasi rawat inap, yang menginformasikan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit. Lalu, Sirs Online, aplikasi pendaftaran pasien rawat jalan.

    “Untuk vaksinasi, kami juga memiliki sistem satu data vaksinasi yang dikoordinasi Komite Penanganan Covid-19 (KPC-PEN) serta aplikasi Smile dan SMBC untuk distribusi vaksin,” tutur Dante.

    Menurut Dante, pengembangan IT di bidang kesehatan perlu dibangun dengan cepat. Kemenkes telah membentuk digital transformasi office yang melibatkan banyak pemangku kepentingan baik dari internal maupun eklsternal kemeterian untuk kebutuhan itu.

    Berdasarkan kebutuhan transformasi digital, Kemenkes memiliki tiga fokus program prioritas, yaitu integrasi dalam pengembangan sistem data kesehatan, integrasi dalam pengambangan aplikasi peranan kesehatan, dan integrasi dalam pengembangan ekosistem teknologi digital informasi kesehatan.

    “Integritas data merupakan faktor kunci yang mempengaruhi kepercayaan pada sistem informasi dan aktivitas pengunaan teknologi," kata Dante sambil menambahkan, "Ada satu cara untuk menjaga integritas data yaitu pemanfaatkan teknologi blockchain karena sulit diretas.”

    Baca juga:
    Informasi 5 Obat Covid-19 Tanpa Perlu ke RS, Dokter: Hati-hati!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.