Pakar Unpad: Potensi Telenursing Dibayangi Aspek Hukum Hingga Hacker

Tenaga Medis tengah memantau pasien Covid-19 melalui CCTV yang terpasang di dalam ruang perawatan di RSUD Kramat Jati, Jakarta, Kamis, 26 Agustus 2021. Keterisian tempat tidur ICU yang terpakai sebanyak 586 tempat tidur dari 1.468 tempat tidur yang ada. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Bandung - Henny Suzzana Mediani, Guru Besar Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (Unpad), mengatakan potensi keberlanjutan telenursing terbuka lebar setelah pandemi untuk membantu pasien rawat jalan dengan beragam penyakit.

Telenursing atau perawatan jarak jauh lewat teknologi komunikasi telah diterapkan secara terbatas di masa pandemi Covid-19. “Di Indonesia telenursing masih sangat minimal, belum berjalan dengan baik,” ujarnya dalam acara daring Satu Jam Berbincang Ilmu, Sabtu 9 Oktober 2021.

Kepala Departemen Keperawatan Dasar dan Anak Unpad itu mengatakan, telenursing masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kementerian Kesehatan dan organisasi profesi keperawatan.

Adapun telehealth atau telenursing telah diterapkan berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Yunani, Israel, Jepang, Italia, Australia, Denmark, Belanda, Norwegia, Yordania, India, dan Malaysia.

Layanan telenursing yang telah diterapkan di mancanegara itu seperti layanan pusat informasi, konseling lewat saluran khusus, kunjungan pasien secara jarak jauh, dan konferensi video dengan pasien juga bersama petugas kesehatan.

Dari hasil riset yang dikajinya, kata Henny, manfaat bagi pasien seperti meningkatkan akses ke pelayanan kesehatan dan keperawatan, juga kenyamanan pasien dan keluarga, menjadi ekonomis dan efisien, mengurangi perjalanan ke rumah sakit, dan meningkatkan partisipasi aktif keluarga.

Adapun bagi perawat, jam kerjanya menjadi lebih fleksibel, efisien, menimbulkan kepuasan kerja, dan berpeluang untuk pengembangan keterampilan. Sementara bagi rumah sakit, telenursing bisa mengatasi kekurangan perawat, menghemat waktu, peningkatan kapasitas tempat tidur, dan layanan tersedia untuk lebih banyak klien.

Telenursing, menurutnya, bisa menjangkau pasien di daerah terpencil, memantau kepatuhan minum obat misalnya pada pasien tuberkulosis, perawatan luka, juga penanganan sesak nafas. Namun begitu, Henny juga mengungkap beberapa masalah seputar telenursing, yaitu terkait dengan kerahasiaan pasien dan hukum, keterlibatan personel non-klinis, hacker dan pencurian data di dunia maya.

Kendala lain seperti sulit membangun hubungan antara pasien dengan perawat, kerentanan jalur transmisi terhadap pelanggaran keamanan. “Juga persetujuan pasien untuk mengungkapkan informasi, dan persetujuan untuk pengobatan,” katanya.

Henny menyarankan agar Kementerian Kesehatan membuat kebijakan terkait aplikasi telehealth atau telenursing sebagai model perawatan virtual di Indonesia. Pendidikan tinggi juga dinilainya perlu memasukkan telenursing sebagai salah satu model asuhan keperawatan dalam kurikulum pendidikan tinggi keperawatan.

Selain itu pelayanan kesehatan diharapkan menerapkan  telehealth atau telenursing dalam program layanan kesehatan secara menyeluruh dan optimal bagi pasien penyakit kronis, dan melatih perawatnya. Adapun organisasi profesi di antaranya perlu membuat petunjuk praktis telenursing, dan membuat kualifikasi perawatnya.

Baca:
Tim Dosen Pertanian Unpad Riset Tomat Lambat Busuk dan Tanpa Biji






Dosen Unpad Raih Penghargaan dari Pemerintah Prancis

1 hari lalu

Dosen Unpad Raih Penghargaan dari Pemerintah Prancis

Dosen Program Studi Sastra Prancis Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) Nany Ismail meraih penghargaan sebagai "Ksatria".


Teliti Tanaman Nyamplung untuk Obat Kanker, Triana Raih Gelar Guru Besar UNS

2 hari lalu

Teliti Tanaman Nyamplung untuk Obat Kanker, Triana Raih Gelar Guru Besar UNS

Tanaman nyamplung dipilih dalam penelitian Triana karena mempunyai senyawa aktif yang berpotensi sebagai antikanker.


Erupsi Semeru, Pakar Gunung Api Unpad Pertanyakan Optimalisasi Sistem Peringatan Dini

2 hari lalu

Erupsi Semeru, Pakar Gunung Api Unpad Pertanyakan Optimalisasi Sistem Peringatan Dini

Pakar dari Unpad mengatakan sistem peringatan dini sebaiknya dikeluarkan sedini mungkin sebelum erupsi Semeru terjadi.


Gempa Cianjur, 80 Mahasiswa Kedokteran Gigi Unpad Bantu Identifikasi Jenazah Korban

6 hari lalu

Gempa Cianjur, 80 Mahasiswa Kedokteran Gigi Unpad Bantu Identifikasi Jenazah Korban

Tim Forensik Odontologi FKG Unpad turun membantu tim Disaster Victim Identification (DVI) mengidentifikasi jenazah korban Gempa Cianjur.


Permudah Identifikasi Jenazah, Dosen Unpad Usulkan KTP Warga Disertai Data Gigi

6 hari lalu

Permudah Identifikasi Jenazah, Dosen Unpad Usulkan KTP Warga Disertai Data Gigi

Untuk memudahkan proses identifikasi jenazah, Fahmi Oscandar dari Unpad mengusulkan kartu tanda penduduk yang dilengkapi data gigi selain retina mata.


Profil Ferry Mursyidan Baldan, Mantan Menteri Agraria yang Meninggal Dunia Siang Ini

6 hari lalu

Profil Ferry Mursyidan Baldan, Mantan Menteri Agraria yang Meninggal Dunia Siang Ini

Ferry Mursyidan Baldan sempat menjabat sejumlah jabatan politik. Dari Ketua Umum PB HMI hingga Menteri ATR.


Pakar UGM Sebut Bencana Kelaparan Ancaman Mendatang, 3 Negara Ini Sudah Siap

8 hari lalu

Pakar UGM Sebut Bencana Kelaparan Ancaman Mendatang, 3 Negara Ini Sudah Siap

Akan terjadi kelaparan luar biasa manakala produksi pangan tidak naik sebesar 70 persen dari sekarang.


Top 3 Tekno Berita Kemarin: Update Gempa Susulan di Cianjur

9 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Kemarin: Update Gempa Susulan di Cianjur

Hanya berita Sony yang akan memasok sensor gambar untuk iPhone 2023 yang berasal dari luar gempa Cianjur.


Guru Besar UNS Jadi Ketua Asosiasi Pascasarjana Pendidikan IPA Indonesia

9 hari lalu

Guru Besar UNS Jadi Ketua Asosiasi Pascasarjana Pendidikan IPA Indonesia

Pemilihan melalui Musyawarah Nasional I APPII yang digelar di UNS Solo, 27-29 November 2022


Unpad Salurkan Sumbangan Rp 171 Juta untuk Korban Gempa Cianjur

12 hari lalu

Unpad Salurkan Sumbangan Rp 171 Juta untuk Korban Gempa Cianjur

Donasi dari Unpad senilai Rp171.917.590 itu disalurkan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur.