Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Rekor Baru, Awan Panas Gunung Merapi hingga 5 Kilometer

image-gnews
Suasana saat Gunung Merapi muntahkan awan panas sejauh lima kilometer pada Rabu tengah malam, 9 Maret 2022. Jarak lima kilometer itu adalah yang terjauh selama fase erupsi Gunung Merapi sejak November 2020 lalu. Dok. BPPTKG
Suasana saat Gunung Merapi muntahkan awan panas sejauh lima kilometer pada Rabu tengah malam, 9 Maret 2022. Jarak lima kilometer itu adalah yang terjauh selama fase erupsi Gunung Merapi sejak November 2020 lalu. Dok. BPPTKG
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Setelah absen menyemburkan awan panas sepanjang sepekan lalu, Gunung Merapi tiba tiba memuntahkan awan panas terjauhnya mulai Rabu tengah malam hingga Kamis dinihari, 9-10 Maret 2022.

"Dari Rabu tengah malam hingga Kamis dinihari teramati lima kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 5.000 meter mengarah ke tenggara," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida, Kamis 10 Maret 2022.

Rangkaian luncuran awan panas yang terjadi mulai 9 Maret pukul 23.18 WIB, 23.29 WIB, 23.38 WIB, 23.44 WIB 23.53, dan 10 Maret 2022 pukul 00.22 WIB. Seluruhnya tercatat di seismogram dengan amplitudo max 75 milimeter dan durasi maksimal 570 detik.

Luncuran awan panas kali ini memecahkan rekor terjauh Merapi yang fase erupsinya telah mulai sejak 5 November 2020. Awan panas terjauh Merapi sebelumnya ada di kisaran tiga kilometer.

Dalam fase luncuran awan panas kali ini, di Merapi juga terpantau asap putih dari kawah, bertekanan lemah, dengan intensitas sedang, tebal dan tinggi 20-50 meter di atas puncak kawah. "Selain lima kali guguran awan panas, teramati guguran lava pijar tujuh kali jarak luncur maksimum 1.800 meter ke arah barat daya," kata Hanik.

Potensi bahaya saat ini masih berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal tujuh kilometer. Adapun pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol lima kilometer.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Untuk lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak. "Gunung Merapi masih dalam level Siaga," kata Hanik.

Baca juga:
Ikuti Google Maps, Truk Kontainer Terjebak di Jalan Kampung di Yogya


Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Suhu Panas Ekstrem Jadi Satu Penyebab Sejumlah Jemaah Haji Yogyakarta Meninggal di Tanah Suci

15 jam lalu

Sejumlah bus yang membawa jemaah haji Indonesia melintas menuju Mekah di Mina, Arab Saudi, Selasa, 18 Juni 2024. Jemaah Indonesia yang mengambil nafar awal mulai didorong dari Mina menuju hotel di Mekah hingga sebelum matahari terbenam pada 12 Zulhijah atau 18 Juni 2024, sementara yang mengambil nafar tsani akan meninggalkan Mina pada 13 Zulhijah atau 19 Juni 2024. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Suhu Panas Ekstrem Jadi Satu Penyebab Sejumlah Jemaah Haji Yogyakarta Meninggal di Tanah Suci

Puncak suhu terpanas di Tanah Suci saat ini berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 14.00 waktu setempat, berisiko heat stroke bagi jemaah haji.


Mengapa Tusuk Sate Klathak Harus dengan Jeruji Sepeda?

1 hari lalu

Mudik ke Jogja rasanya kurang lengkap jika belum menikmati rasa sate klathak yang khas/Foto: Cantika
Mengapa Tusuk Sate Klathak Harus dengan Jeruji Sepeda?

Sate Klathak, kuliner khas Bantul Yogyakarta ini memiliki sejumlah keunikan yang membedakannya dari berbagai jenis sate lain di Indonesia.


Idul Adha Selesai, Wisata Kedhaton Keraton Yogyakarta Buka Kembali Hari Ini

1 hari lalu

Bangsal Kencana di area Kedhaton Keraton Yogyakarta. Dok. Keraton Jogja
Idul Adha Selesai, Wisata Kedhaton Keraton Yogyakarta Buka Kembali Hari Ini

Rampungnya rangkaian perayaan Idul Adha akan diikuti dengan pembukaan secara normal kembali wisata Keraton Yogyakarta.


Catat Jadwal Kereta Tambahan di Masa Libur Sekolah ke Berbagai Tujuan dari Jakarta

2 hari lalu

Penumpang kereta api berjalan di dalam gerbong Kereta Api Singasari, di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Senin, 19 Desember 2022. PT KAI Daop 1 Jakarta telah menyiapkan 20 Kereta tambahan per hari dari Stasiun Senen dan Gambir karena diproyeksikan jumlah penumpang kereta api di DAOP 1 Jakarta pada libur Natal 2022 dan Tahun Baru akan mengalami kenaikan 10 persen dibanding 2021. ANTARA/Muhammad Adimaja
Catat Jadwal Kereta Tambahan di Masa Libur Sekolah ke Berbagai Tujuan dari Jakarta

Kereta tambahan akan melayani penumpang yang akan berlibur ke luar Jakarta, seperti Yogyakarta.


ArtJog 2024 Digelar Akhir Juni Ini, PHRI Yogyakarta : Okupansi Pasti Naik

2 hari lalu

ARTJOG 2018 (Shinta Maharani, Kores Yogyakarta)
ArtJog 2024 Digelar Akhir Juni Ini, PHRI Yogyakarta : Okupansi Pasti Naik

Lima tahun terakhir, ada 10 hotel di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman yang bekerja sama dengan penyelenggara ArtJog.


Ribuan Warga Padati Tradisi Grebeg Besar Idul Adha di Yogyakarta

2 hari lalu

Sejumlah Abdi Dalem Keraton Yogyakarta membagikan gunungan saat Grebeg Besar di Masjid Kauman, Yogyakarta, Selasa 18 Juni 2024. Tradisi Grebeg Besar Keraton Yogyakarta merupakan rangkaian perayaan Idul Adha 1445 H sebagai simbol sedekah raja kepada rakyatnya sekaligus wujud rasa syukur kepada Tuhan. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Ribuan Warga Padati Tradisi Grebeg Besar Idul Adha di Yogyakarta

Gunungan Grebeg Besar yang dikeluarkan Keraton Yogyakarta tak lagi diperebutkan, melainkan dibagikan oleh abdi dalem kepada masyarakat.


TNI AL Lanal Yogyakarta Gagalkan Penyelundupan 5.605 Ekor Benih Bening Lobster

2 hari lalu

TNI AL menggagalkan upaya penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) dan menangkap terduga pelaku penyelundupan bertempat di Desa Karangweni, Kab. Kulonprogo, Prov. DI Yogyakarta.
TNI AL Lanal Yogyakarta Gagalkan Penyelundupan 5.605 Ekor Benih Bening Lobster

Penyelundupan 5.605 Ekor Benih Bening Lobster digagalkan. Komandan Lanal Yogyakarta Kolonel TNI AL Devi Erlita menyampaikan kronologi kejadiannya.


Libur Idul Adha, Kaliurang Park Yogyakarta Tawarkan Main Air di Tengah Sejuknya Lereng Merapi

2 hari lalu

Wahana main air di Kaliurang Park Sleman Yogyakarta. Dok. Istimewa
Libur Idul Adha, Kaliurang Park Yogyakarta Tawarkan Main Air di Tengah Sejuknya Lereng Merapi

Kaliurang Park telah menambah wahana baru untuk mendongkrak kunjungan wisata saat libur Idul Adha dan menjelang libur sekolah.


Insiden Sapi Kurban Lepas di Yogyakarta, Masuk Kos-kosan dan Jatuh ke Jurang

2 hari lalu

Sapi kurban Idul Adha terlepas dan masuk kos-kosan di wilayah Sleman Yogyakarta Senin (17/6). Dok.X/twiter
Insiden Sapi Kurban Lepas di Yogyakarta, Masuk Kos-kosan dan Jatuh ke Jurang

Kejadian sapi kurban terlepas itu beredar luas di media sosial warga Yogyakarta sepanjang hari ini.


Fakta-fakta di Balik Batalnya Proyek Beach Club di Gunungkidul Yogyakarta

3 hari lalu

Rencana Beach Club yang awalnya melibatkan Raffi Ahmad di Gunungkidul, DI Yogyakarta. Dok. Instagram
Fakta-fakta di Balik Batalnya Proyek Beach Club di Gunungkidul Yogyakarta

Beny Suharsono menjelaskan proyek beach club berlokasi di tebing Pantai Krakal yang bakal mencakup hotel dan 300 vila mewah, baru di tahap perencanaan