Wisuda UGM, IPK Rata-rata Program Sarjana 3,49

Reporter

Editor

Devy Ernis

Rektor UGM periode 2022-2027 Ova Emilia (kiri) berbincang dengan Rektor UGM periode 2017-2022 Panut Mulyono (kedua kanan) saat Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Rektor UGM periode 2022-2027 di Balai Senat Universitas Gadjah Mada, Sleman, D.I Yogyakarta, Jumat 27 Mei 2022. Ova Emilia terpilih sebagai Rektor UGM periode 2022-2027 melalui Rapat Pleno menggantikan Panut Mulyono dan tercatat sebagai rektor perempuan kedua di universitas tersebut. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

TEMPO.CO, Jakarta - Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mewisuda sebanyak 949 lulusan program sarjana dan diploma untuk hari pertama di Grha Sabha Pramana pada Rabu, 23 November 2022. Pada wisuda kali ini, terdapat wisudawan dari penerima beasiswa Bidik Misi atau Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) sebanyak 304 wisudawan.

Sementara wisudawan yang berasal dari daerah terdepan, terpencil, tertinggal (3T) sebanyak 8 orang wisudawan. Masa studi rata-rata lulusan program sarjana periode ini adalah 4 tahun 4 bulan dan waktu studi tercepat diraih oleh Savira Noor Febry dari program studi Politik dan Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun. Sementara Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan program sarjana adalah 3,49.

Baca juga:Mahasiswa UI Beri Bantuan ke Korban Gempa Cianjur, Ini yang Dilakukan

Rektor UGM Ova Emilia menyampaikan selamat kepada wisudawan yang telah berhasil meraih gelar akademis jenjang sarjana dan diploma di Universitas Gadjah Mada. Menurutnya, gelar yang disandang tersebut bisa menjadi langkah awal bagi wisudawan untuk turut berkontribusi nyata dalam memajukan pembangunan bangsa.

“Selamat juga kepada para lulusan yang telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar alumni Universitas Gadjah Mada. Jagalah nama baik dan rasa cinta terhadap almamater,” kata Ova pada pidato sambutannya di Grha Sabha Pramana UGM seperti dilansir dari laman UGM pada Kamis, 24 November 2022.

Dalam kesempatan itu, Rektor UGM menyampaikan baru-baru ini Indonesia telah berhasil menjadi tuan rumah penyelenggaraan  Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Di Forum G20 ini Indonesia berhasil mengajak anggota G20 menyerukan semangat perdamaian dan perang dihentikan, serta menghasilkan beberapa kesepakatan dari para pemimpin dunia sebagai solusi konkret untuk mengatasi krisis global. 

“Pada pertemuan G20 tersebut, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa kondisi dunia memang sedang tidak baik-baik saja. Dunia menghadapi tantangan ekonomi global serius, seperti halnya krisis pangan dan krisis energi, serta ancaman kesehatan dengan kehadiran pandemi,” kata Ova.

Apa yang disampaikan oleh Presiden tersebut menurut Ova menjadi pesan bagi perguruan tinggi untuk ikut berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai tantangan tersebut melalui kerja sama lintas disiplin ilmu dalam bidang riset dan teknologi serta mendorong pengembangan kualitas SDM lulusan perguruan tinggi.

“Kami percaya, bahwa dengan membangun kerja sama lintas disiplin ilmu, membuka ruang dialog, membangun pola pikir baru yang berorientasi pada penyelesaian masalah bangsa, akan membuat ilmu pengetahuan dan kompetensi para wisudawan wisudawati berdampak bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Di hadapan para wisudawan, Ova berpesan bahwa mereka adalah lulusan tangguh yang ditempa di era penuh tantangan dan ketahanan belajar dalam situasi krisis. “Saya percaya bahwa generasi yang terlahir di masa sulit akan memiliki daya tahan, kemandirian, kreativitas, serta kapasitas unggul,” pesannya.

Wakil wisudawan dari program sarjana Fakultas Psikologi UGM Winnie menuturkan pencapaian gelar yang ia dapatkan bersama rekan wisudawan lainnya merupakan buah dari hasil didikan para pendidik dan dukungan kedua orang tua. “Semoga kami terus terdorong membalas jasa tak terhingga bapak ibu lakukan untuk kami,” katanya.

Bagi Winnie, prosesi wisuda ini merupakan jalan panjang bagi wisudawan untuk terjun ke dunia kerja dan mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara. 

CEO Saraswanti Group, Hari Hardono, selaku perwakilan dari Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) dalam sambutannya mengatakan para wisudawan merupakan lulusan yang sudah dianggap ahli di bidangnya terutama dalam penguasaan pengetahuan dan teknologi.

Namun demikian, di tengah  era disrupsi teknologi sekarang ini, ia mengingatkan bahwa jangan sampai pekerjaan yang digeluti nantinya tergantikan oleh mesin dan robot. “Hati-hati robot menggantikan kalian. Agar tidak tertinggal zaman, gunakan teknologi itu mendukung profesi kalian dan gunakan dengan bijak,” ujarnya.

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Pakar UGM Sebut Bencana Kelaparan Ancaman Mendatang, 3 Negara Ini Sudah Siap

21 jam lalu

Pakar UGM Sebut Bencana Kelaparan Ancaman Mendatang, 3 Negara Ini Sudah Siap

Akan terjadi kelaparan luar biasa manakala produksi pangan tidak naik sebesar 70 persen dari sekarang.


Ahli dari UGM Sebut Aktivitas Gempa Darat di Jawa Bagian Barat Lebih Tinggi

6 hari lalu

Ahli dari UGM Sebut Aktivitas Gempa Darat di Jawa Bagian Barat Lebih Tinggi

Ahli dari UGM menyebut aktivitas gempa di Pulau Jawa bagian barat yang diakibatkan oleh sesar aktif di darat lebih tinggi dibandingkan daerah lain.


Pengalaman Reza Rahadian sampai Dian Sastro Jadi Dosen Tamu di Program Praktisi Mengajar

6 hari lalu

Pengalaman Reza Rahadian sampai Dian Sastro Jadi Dosen Tamu di Program Praktisi Mengajar

Beberapa selebritas menjadi dosen tamu dalam program Praktisi Mengajar di perguruan tinggi. Ini pengalaman Reza Rahadian hingga Dian Sastro.


Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Peniris dan Penjernih Jelantah

6 hari lalu

Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Peniris dan Penjernih Jelantah

Alat buatan mahasiswa UGM tersebut mudah digunakan dan membantu UMKM yang memproduksi kerupuk untuk meningkatkan daya tahan serta kualitas kerupuk.


UGM Terjunkan Mahasiswanya Bantu Korban Gempa Cianjur

7 hari lalu

UGM Terjunkan Mahasiswanya Bantu Korban Gempa Cianjur

Tim beranggotakan mahasiswa UGM akan melakukan asesmen awal korban gempa Cianjur sebelum tim relawan dalam jumlah yang lebih besar datang.


Menaker Minta Lulusan UGM Tidak Sumbang Angka Pengangguran

8 hari lalu

Menaker Minta Lulusan UGM Tidak Sumbang Angka Pengangguran

Hal itu diungkapkan Menaker saat memberikan pembekalan kepada calon wisudawan program sarjana dan diploma UGM.


Kegiatan KKN Mahasiswa UGM Akan Sampai ke Namibia di Afrika?

9 hari lalu

Kegiatan KKN Mahasiswa UGM Akan Sampai ke Namibia di Afrika?

Ada alasan kenapa UGM pertimbangkan kirim mahasiswa KKN ke Namibia. Berikut ini penjelasannya.


Juara Shell Eco-Marathon 2022 Ungkap Tips Bikin Mobil Listrik Super Ringan

12 hari lalu

Juara Shell Eco-Marathon 2022 Ungkap Tips Bikin Mobil Listrik Super Ringan

Mobil Semar Proto UGM memecahkan rekor sebagai mobil listrik paling hemat energi dalam Shell Eco-Marathon 2022 pada medio Oktober lalu.


Mahasiswa UGM Gelar Pameran Sejarah Lisan dari Rakyat Kecil

12 hari lalu

Mahasiswa UGM Gelar Pameran Sejarah Lisan dari Rakyat Kecil

Pameran sejarah lisan FIB UGM menekankan wawancara narasumber yang memiliki pengalaman langsung terkait dengan peristiwa sejarah.


Menilik Keunikan Bamboo Dome, Bangunan Bambu Tempat Makan Siang G20

13 hari lalu

Menilik Keunikan Bamboo Dome, Bangunan Bambu Tempat Makan Siang G20

Bamboo dome menjadi lokasi Presiden Joko Widodo menikmati santap siang makanan khas Indonesia bersama dengan para delegasi G20.