Cegah Bayi Stunting, Calon Istri Kaesang, Erina Gudono Gunakan Aplikasi Elsimil

Reporter

Editor

Devy Ernis

Erina Gudono saat menunjukan penggunaan Aplikasi Elsimil milik BKKBN. ANTARA/HO-BKKBN.

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan bahwa calon istri dari anak bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep yakni Erina Gudono telah menggunakan aplikasi Elsimil untuk mencegah lahirnya bayi stunting.

“Saya sudah mengunduh dan mengisi semua kuesioner di aplikasi Elsimil. Sangat mudah dan jelas informasinya,” kata Erina dalam keterangan tertulis BKKBN pada Jumat, 9 Desember 2022.

Erina menuturkan bahwa sebagai pasangan calon pengantin, mereka telah mempersiapkan diri dalam membangun rumah tangga dengan baik. Salah satunya dengan mengisi aplikasi Elsimil untuk mendapatkan sertifikat dengan hasil yang ideal untuk hamil.

Setelah mengisi seluruh kuesioner dalam aplikasi Elsimil, Erina mengaku banyak mendapatkan informasi yang dibutuhkan oleh calon pengantin maupun calon ibu yang mempersiapkan kehamilan setelah menikah.

Baca juga:Mahasiswa Vokasi UGM Belajar Strategi Bisnis di Klub Sepak Bola Manchester City

Wanita yang lahir di Pennsylvania, Amerika Serikat pada 26 tahun lalu itu turut berpesan kepada generasi muda yang sedang mempersiapkan perkawinan, untuk menjaga kesehatan diri dan pasangannya agar saat hamil nantinya dalam keadaan sehat sehingga melahirkan anak-anak yang sehat dan terhindar dari stunting.

Kaesang Pangarep turut menambahkan bahwa dirinya menyerahkan sepenuhnya kesiapan untuk sang calon istri hamil dan memiliki anak. Dirinya percaya bahwa hal yang ditentukan oleh Erina merupakan hal terbaik dalam rumah tangga mereka. "Punya berapa anak saya serahkan kembali ke Erina karena itu badannya Erina," kata Kaesang.

Sementara itu Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengapresiasi pasangan tersebut karena matangnya persiapan dan perencanaan membangun rumah tangga mereka dengan melakukan pre-konsepsi melalui Elsimil.

Sebab Elsimil merupakan aplikasi yang dikembangkan BKKBN bersama dengan Kementerian Agama. Di dalamnya, terdapat kuesioner yang harus dijawab calon pasangan pengantin sebagai skrining awal terhadap risiko bayi yang dilahirkan dalam kondisi stunting.

Data-data yang dimasukkan dalam aplikasi adalah usia, status gizi, berat dan tinggi badan, ukuran lingkar lengan atas dan lingkar perut, kadar hemoglobin (Hb) dan perilaku lain seperti perokok atau tidak.

Nantinya, calon pengantin akan didampingi oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk mengisi data yang diperlukan. Jika sertifikat Elsimil menunjukkan hasil kurang ideal untuk hamil, perkawinan tetap boleh digelar namun TPK akan merekomendasikan untuk menunda kehamilan.

“TPK akan memberikan intervensi yang direkomendasikan serta memonitor status gizi calon pengantin sampai kondisi pasangan tersebut membaik dan menjadi ideal untuk hamil. Selain berfungsi sebagai alat skrining dan media komunikasi dengan TPK, Elsimil juga berfungsi sebagai media edukasi tentang kesehatan reproduksi, kontrasepsi, kesiapan pranikah, kesiapan kehamilan, serta pencegahan kanker,” ujar Hasto.

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






YLKI Sebut Larangan Penjualan Rokok Ketengan Bakal Mengikis Dua Hal Ini

13 jam lalu

YLKI Sebut Larangan Penjualan Rokok Ketengan Bakal Mengikis Dua Hal Ini

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menyebut kebijakan larangan penjualan rokok ketengan akan mengikis dua hal.


Kemiskinan Ekstrem Masih Ada di Jakarta, Heru Budi Ungkap Kendala Pengentasannya

13 jam lalu

Kemiskinan Ekstrem Masih Ada di Jakarta, Heru Budi Ungkap Kendala Pengentasannya

Kemiskinan ekstrem seharunsya sudah tidak ada di Jakarta karena jumlah bantuan yang besar dari pemerintah


Kejar Level Stunting di Bawah 5 Persen, PSI Minta Pemprov DKI Revitalisasi Posyandu

1 hari lalu

Kejar Level Stunting di Bawah 5 Persen, PSI Minta Pemprov DKI Revitalisasi Posyandu

Politikus PSI menginginkan Jakarta harus jadi yang pertama punya level stunting setara dengan negara maju.


Pesan Menkes untuk Turunkan Prevalensi Stunting

1 hari lalu

Pesan Menkes untuk Turunkan Prevalensi Stunting

Menkes menyatakan pada 2023 pemerintah fokus mengejar prevalensi stunting turun ke angka 17 persen. Berikut langkah yang dilakukan.


Awas, Cacingan Bisa Sebabkan Anak Stunting

1 hari lalu

Awas, Cacingan Bisa Sebabkan Anak Stunting

IDAI meminta semua orang tua untuk mewaspadai anak terkena cacingan yang dapat menjadi penyebab stunting.


Komisi IX Apresiasi Pemkot Batam Sukses Turunkan Angka Stunting

1 hari lalu

Komisi IX Apresiasi Pemkot Batam Sukses Turunkan Angka Stunting

Angka stunting di Batam sebesar 15 persen lebih rendah dari angka stunting nasional sebesar 21 persen.


Cegah Stunting sejak Masa Kehamilan dengan Tambahan Protein Hewani

1 hari lalu

Cegah Stunting sejak Masa Kehamilan dengan Tambahan Protein Hewani

Ibu hamil harus meningkatkan asupan protein hewani karena pemberian protein tinggi sejak kehamilan merupakan upaya mencegah stunting.


Korelasi Infeksi Berulang dan Stunting Menurut Menkes

2 hari lalu

Korelasi Infeksi Berulang dan Stunting Menurut Menkes

Menkes menyebut stunting pada anak berkolerasi erat dengan berbagai penyakit yang menyebabkan infeksi berulang.


Rencana Kaesang Pangarep Masuk Politik, Jadi Rebutan Parpol Siap Tampung

3 hari lalu

Rencana Kaesang Pangarep Masuk Politik, Jadi Rebutan Parpol Siap Tampung

Rencana Kaesang Pangarep, anak Presiden Jokowi yang ingin terjun ke dunia politik menuai beragam respons dari banyak parpol. Siapa siap tampung?


Fokus Tekan Stunting, Heru Budi Sebut ada 140 Ribu Ibu Hamil di Jakarta yang Bakal Dipantau

3 hari lalu

Fokus Tekan Stunting, Heru Budi Sebut ada 140 Ribu Ibu Hamil di Jakarta yang Bakal Dipantau

Menkes Budi Gunadi meminta Pemprov DKI untuk menyuplai vitamin dan makanan kepada siswa kelas 1 SMP sebagai upaya penanganan stunting.