Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Seorang Mahasiswa Indonesia di Sudan Tak Mau Dievakuasi , Mengapa?

Reporter

Editor

Devy Ernis

image-gnews
Sejumlah WNI turun dari pesawat TNI AU Boeing 737 setelah mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, 1 Mei 2023. Pada tahap ketiga ini, pemerintah Indonesia berhasil memulangkan 75 WNI dari Sudan yang sedang dilanda krisis keamanan akibat konflik bersenjata. TEMPO/Imam Sukamto
Sejumlah WNI turun dari pesawat TNI AU Boeing 737 setelah mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, 1 Mei 2023. Pada tahap ketiga ini, pemerintah Indonesia berhasil memulangkan 75 WNI dari Sudan yang sedang dilanda krisis keamanan akibat konflik bersenjata. TEMPO/Imam Sukamto
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang mahasiswa asal Nusa Tenggara Barat (NTB) masih bertahan tinggal di Sudan meski sudah berusaha dievakuasi oleh pemerintah Indonesia untuk kembali ke tanah air. "Informasinya tinggal satu warga NTB yang masih ada di sana. Tapi sudah berada di tempat yang aman," kata Gubernur NTB Zulkieflimansyah di Mataram, Rabu, 3 Mei 2023.

Gubernur mengatakan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri sudah berusaha mengevakuasi. Hanya saja, Nadier, nama mahasiswa tersebut enggan kembali ke tanah air karena merasa memiliki pengalaman saat tinggal di Yaman yang juga dalam kondisi konflik.

"Diminta untuk pulang tidak mau karena merasa sudah memiliki pengalaman di Yaman. Jadi pengalaman di Timur Tengah sudah ada. Kami tidak bisa paksa juga meski yang lain sudah pulang ke Indonesia," katanya.

Menurut Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB, pemerintah provinsi tidak pernah memberikan persetujuan atau merekomendasikan beasiswa untuk melanjutkan sekolah ke Sudan.

"Beasiswa itu ada dua, satu inisiatif Pemprov dan inisiatif dari teman-teman sendiri. Tapi saya tidak terlampau merekomendasikan kalau Sudan ini. Karena tingkat ekonomi Sudan dibanding Indonesia, jauh lebih baik Indonesia," ujarnya.

Meski demikian, pihaknya juga tidak melarang apabila ada mahasiswa asal NTB yang ingin melanjutkan kuliah di mana saja, termasuk Sudan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Memang ada aspirasi masyarakat yang ingin memiliki pengalaman di sana. Kita tidak bisa memaksa. Tapi kalau bisa kami bantu, ya, kami bantu untuk sekolah," katanya.

Sebelumnya, sebanyak 42 WNI asal NTB sudah kembali ke NTB dari Sudan. Mereka berada di tempat penampungan sementara di Asrama Haji Jakarta.

"Sebanyak 42 WNI asal NTB dari Sudan sudah ada di tanah air bersama eks Sudan lainnya yang di tampung sementara di Asrama Haji Jakarta. Di bawah koordinasi Kantor Penghubung NTB di Jakarta, hari ini 23 orang di pulangkan ke NTB dalam 2 kloter dari tiga kloter yang direncanakan," kata Sekretaris Daerah NTB Lalu Gita Ariadi.

Pilihan Editor: Dosen IPB Bikin Aplikasi Penerjemah Tangisan Bayi, Bisa Deteksi Lapar hingga Kembung

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Gugat Permendikbud yang Jadi Dasar Kenaikan UKT, Mahasiswa Patungan Bayar Biaya Registrasi ke MA

1 hari lalu

Gerakan Mahasiswa Bersama Rakyat menggelar aksi untuk menggugat Permendikbud Nomor 2 Tahun 2024 di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta pada Kamis, 13 Juni 2024. TEMPO/Desty Luthfiani.
Gugat Permendikbud yang Jadi Dasar Kenaikan UKT, Mahasiswa Patungan Bayar Biaya Registrasi ke MA

Mahasiswa penggugat Permendikbud Ristek di MA menggalang dana kolektif sebanyak Rp 1,2 juta untuk bayar permohonan uji materiil.


Israel dan Hamas Masuk Daftar Hitam PBB karena Kekerasan terhadap Anak

2 hari lalu

Sidra, warga Palestina yang berusia 7 tahun yang menjadi korban rudal Israel. FOTO/X Husam Zomlot
Israel dan Hamas Masuk Daftar Hitam PBB karena Kekerasan terhadap Anak

PBB mencatat pasukan Israel, Hamas, Rusia dan pihak-pihak berkonflik di Sudan ke dalam daftar hitam atas kekerasan terhadap anak.


Zulkieflimansyah Singgung Nama Rohmi Saat Deklarasi Maju di Pilkada NTB, Ini Alasannya

4 hari lalu

Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah (kiri) dan mantan Bupati Lombok Tengah Suhaili FT (kanan) secara resmi mendeklarasikan berpasangan untuk maju di Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Acara deklarasi digelar di Kota Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu, 8 Juni 2024. ANTARA/Nur Imansyah
Zulkieflimansyah Singgung Nama Rohmi Saat Deklarasi Maju di Pilkada NTB, Ini Alasannya

Zulkieflimansyah dan Suhaili secara resmi mendeklarasikan berpasangan maju di Pilkada NTB 2024.


Belasan Proposalnya Dapat Pendanaan, Adinda Olivia Jadi Wisudawan Inspiratif ITTP

4 hari lalu

Rektor Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) Tenia Wahyuningrum berbicang dengan wisudawan inspiratif Adinda Olivia Ramanuzan (kanan) di Ruang Rektor ITTP, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu, 9 Juni 2024. ANTARA/Sumarwoto
Belasan Proposalnya Dapat Pendanaan, Adinda Olivia Jadi Wisudawan Inspiratif ITTP

Wisuda Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP) pada Minggu, 9 Juni 2024, memunculkan Adinda Olivia Ramanuzan dalam kategori wisudawan inspiratif.


Mahasiswa Wajib Kenali Istilah Perkuliahan Ini Sebelum Wisuda

6 hari lalu

Ilustrasi wisuda. shutterstock.com
Mahasiswa Wajib Kenali Istilah Perkuliahan Ini Sebelum Wisuda

Istilah-istilah perkuliahan yang harus diketahui mahasiswa tingkat akhir menjelang wisuda.


Pengungsi Sudan di Ethiopia Terusir

6 hari lalu

Halime Adam Moussa, seorang pengungsi Sudan yang mencari perlindungan di Chad untuk kedua kalinya, menunggu dengan pengungsi lain untuk menerima porsi makanan dari Program Pangan Dunia (WFP), di dekat perbatasan antara Sudan dan Chad di Koufroun, Chad, 9 Mei 2023. REUTERS/Zohra Bensemra
Pengungsi Sudan di Ethiopia Terusir

Para pengungsi Sudan di Ethiopia diminta untuk pulang kampung karena Ethiopia pun sedang bergelut dengan konflik dan kekurangan


MK Tolak Gugatan Caleg DPD NTB karena Buktinya Tak Kuat

7 hari lalu

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Saldi Isra saat mengikuti sidang putusan gugatan ulang batas usia capres cawapres di Ruang Sidang Lantai 2, Gedung I MK, Jakarta, Rabu, 29 November 2023. Dengan ditolaknya gugatan ulang tersebut membuat Gibran Rakabuming Raka tetap dapat menjadi cawapres dalam Pilpres 2024. TEMPO/Joseph
MK Tolak Gugatan Caleg DPD NTB karena Buktinya Tak Kuat

MK menolak permohonan caleg DPD Nusa Tenggara Barat, Lalu Gede Muhammad Ali Wirasakti Amir Murni untuk membatalkan perolehan pesaingnya


Demonstran Pro-Palestina Ditangkap di Universitas Stanford, akan Diskors hingga Tak Diizinkan Lulus

9 hari lalu

Kalimat dukungan terhadap warga Palestina di Gaza dipasang bersama dengan bala bantuan untuk memblokir pintu sebuah gedung di sebuah perkemahan setelah para pengunjuk rasa diminta untuk pergi oleh polisi kampus UCLA, ketika konflik antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas berlanjut, di Universitas  California Los Angeles (UCLA), di Los Angeles, California, AS, 2 Mei 2024. REUTERS/Aude Guerrucci
Demonstran Pro-Palestina Ditangkap di Universitas Stanford, akan Diskors hingga Tak Diizinkan Lulus

Polisi menangkap 13 mahasiswa pro-Palestina yang membarikade diri dalam kantor presiden Universitas Stanford untuk memprotes serangan Israel di Gaza.


Hakim PN Purworejo Kabulkan Konsinyasi Lahan Warga Wadas, LBH: Preseden Buruk

9 hari lalu

Konflik agraria di Wadas terjadi pada Februari 2022. Saat itu kepolisian menangkap  40 warga Desa Wadas, Kabupaten Purworejo ketika ratusan aparat kepolisian hendak melakukan pengukuran lokasi rencana pembangunan material untuk Bendungan Bener. Konflik bermula pada 2013 ketika warga Wadas telah mendengar akan ada pembangunan bendungan di daerah Purworejo. Pada 2015, perusahaan swasta melakukan pengeboran di dua lokasi dengan kedalaman 75 sampai 50 meter di Desa Wadas. Penangkapan terhadap warga Wadas yang menolak pembangunan Bendungan terjadi pada September 2019. Menurut rilis LBH Yogyakarta setidaknya polisi menangkap 11 warga Wadas. Foto: YLBHI
Hakim PN Purworejo Kabulkan Konsinyasi Lahan Warga Wadas, LBH: Preseden Buruk

Hakim PN Purworejo mengabulkan konsinyasi terhadap lahan di Desa Wadas. Warga bukan tak sepakat konsinyasi, tapi menolak tanahnya untuk tambang.


Kematian Mahasiswa DKV di Kamar Kos, Telkom University: Nilai Akademiknya Sangat Baik

10 hari lalu

Kampus Telkom University di Bandung, Jawa Barat. (Dok.Tel-U)
Kematian Mahasiswa DKV di Kamar Kos, Telkom University: Nilai Akademiknya Sangat Baik

Mahasiswa Telkom University diduga bunuh diri tinggalkan surat sampaikan tak bisa lanjutkan kuliah.