Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Iklim Berubah, Mamalia Purba Berganti Makanan

image-gnews
Iklan

TEMPO Interaktif, Florida: Studi yang dilakukan University of Florida, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa mamalia mengubah niche makanannya berdasarkan perubahan lingkungan yang dipicu perubahan iklim. Penemuan ini bertolak belakang dengan asumsi umum bahwa spesies tetap mempertahankan relung makanannya meski terjadi pemanasan global.

Tim ilmuwan yang dipimpin oleh Larisa DeSantis, paleontologis vertebrata dari Florida Museum of Natural History, memeriksa fosil gigi mamalia di dua lokasi yang mewakili dua iklim berbeda di Florida, yaitu periode es sekitar 1,9 juta tahun lalu dan periode antar-es yang lebih hangat 1,3 juta tahun lalu. Para ilmuwan menemukan bahwa pemanasan antar-es menghasilkan perubahan drastis dalam diet kelompok binatang di kedua lokasi. "Ketika orang membuat pemodelan distribusi mamalia di masa depan, mereka mengasumsikan bahwa relung mamalia itu saat ini akan tetap sama di masa depan," kata DeSantis.

Robert Feranec, kurator paleontologi vertebrata di New York State Museum, menyatakan para ilmuwan tidak bisa memperkirakan apa yang akan dilakukan spesies tertentu berdasarkan ekologinya saat ini. "Studi ini menunjukkan bahwa perubahan iklim berpengaruh pada ekosistem dan mamalia, juga responsnya jauh lebih rumit," kata Feranec, yang juga terlibat dalam studi itu.

Kedua lokasi itu terletak di pantai Teluk Florida. Selama periode es, permukaan es terendah nyaris dua kali lebar Florida bila dibandingkan dengan periode hangat singkat di antara dua periode es. Tetapi karena letak Florida yang berbatasan dengan daerah tropis, lapisan es sama sekali tak terbentuk selama periode es. Meski demikian, kedua lokasi memperlihatkan perubahan ekologis antara dua periode tersebut.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kelompok binatang yang menghuni dua lokasi memiliki persamaan sehingga memudahkan DeSantis mengamati bagaimana mamalia dan lingkungannya merespons pemanasan antardua periode es. Riset dilakukan dengan memeriksa isotop karbon dan oksigen dalam email fosil gigi. Pengukuran dilakukan untuk mengetahui diet mamalia sedang sampai besar, seperti pronghorn, rusa, llama, peccary, tapir, kuda, mastodon, mammoth, dan gomphothere, sekelomook binatang mirip gajah yang telah punah.

Binatang di lokasi es lebih banyak menyantap pohon dan semak, sedangkan binatang sama di daerah interglacial yang lebih hangat menjadi binatang pemakan campuran yang juga mengunyah rerumputan. Meningkatnya konsumsi rerumputan oleh mamalia mirip gajah dan pemakan campuran itu mengindikasikan padang rumput Florida meluas pada periode antar-es. 

TJANDRA DEWI | SCIENCEDAILY

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


UGM Raih 25 Bidang Ilmu Peringkat QS WUR 2024, Apa Itu?

11 hari lalu

Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta. (FOTO ANTARA)
UGM Raih 25 Bidang Ilmu Peringkat QS WUR 2024, Apa Itu?

Apa itu QS World University Rankings (WUR) yang menobatkan UGM meraih 25 bidang ilmu dalam pemeringkatan ini?


Pencabutan Publikasi Penelitian Gunung Padang Tidak Sendiri, Ada 10.000 Lebih Makalah Ditarik pada 2023

30 hari lalu

Wisatawan berkeliling di area teras bawah di situs megalitik Gunung Padang, Desa Karyamukti, Cianjur, 17 September 2014. TEMPO/Prima Mulia
Pencabutan Publikasi Penelitian Gunung Padang Tidak Sendiri, Ada 10.000 Lebih Makalah Ditarik pada 2023

Pencabutan publikasi penelitian Gunung Padang didahului investigasi oleh penerbit bersama pemimpin redaksi jurnal.


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Buntut Pencabutan Artikel Gunung Padang, Fitur Edit Gambar dan Stiker AI WhatsApp, Suara Kontra Arkeolog Asing

31 hari lalu

Wisatawan berkeliling di area teras bawah di situs megalitik Gunung Padang, Desa Karyamukti, Cianjur, 17 September 2014. TEMPO/Prima Mulia
Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Buntut Pencabutan Artikel Gunung Padang, Fitur Edit Gambar dan Stiker AI WhatsApp, Suara Kontra Arkeolog Asing

Topik tentang pencabutan artikel Gunung Padang bisa mencoreng nama penulis dan reviewer menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Rencana Tim Peneliti Situs Gunung Padang Setelah Pencabutan Publikasi dari Jurnal

35 hari lalu

Publikasi hasil penelitian situs Gunung Padang Cianjur yang dicabut dari jurnal ilmiah Wiley Online Library. Istimewa
Rencana Tim Peneliti Situs Gunung Padang Setelah Pencabutan Publikasi dari Jurnal

Tim peneliti situs Gunung Padang akan mengirimkan penelitian yang dicabut Willey Online Library ke jurnal lagi, namun dalam bentuk berbeda.


Arkeolog Situs Gunung Padang Tak Hormati Vonis Pencabutan Laporan dari Jurnal, Kenapa?

36 hari lalu

Situs megalitikum Gunung Padang, Cianjur. TEMPO/DEDEN ABDUL AZIZ
Arkeolog Situs Gunung Padang Tak Hormati Vonis Pencabutan Laporan dari Jurnal, Kenapa?

Tim peneliti Gunung Padang sedang berkoordinasi apakah akan menempuh mekanisme pengaduan ke komite etik yang mewadahi jurnal internasional.


Publikasi Ilmiah Situs Gunung Padang Dicabut dari Jurnal, Ini Alasannya

36 hari lalu

Wisatawan mengunjungi teras bawah situs megalitik Gunung Padang, Desa Karyamukti, Cianjur, 17 September 2014. Saat ini, wisatawan hanya diperkenankan mengunjungi teras punden berundak paling bawah. TEMPO/Prima Mulia
Publikasi Ilmiah Situs Gunung Padang Dicabut dari Jurnal, Ini Alasannya

Wiley Online Library mengumumkan mencabut publikasi artikel ilmiah berisi hasil penelitian situs megalitik Gunung Padang di Cianjur dari jurnalnya.


Peneliti UI Datangi Lokasi Temuan Batu Berlapis Dikira Situs Kuno di Rejang Lebong

53 hari lalu

Batu berlapis yang ditemukan di Desa Kampung Melayu, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong. ANTARA/HO-Diskominfo Rejang Lebong
Peneliti UI Datangi Lokasi Temuan Batu Berlapis Dikira Situs Kuno di Rejang Lebong

Tim peneliti UI bergabung dengan peneliti dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Bengkulu-Lampung


Arab Saudi Temukan Ribuan Artefak pada Awal Periode Islam

6 Februari 2024

Pengunjung melihat koleksi museum di Museum Almoudi, Mekkah, Arab Saudi, Jumat 28 Oktober 2022. Museum tersebut berisikan berbagai properti peradaban dan perlengkapan hidup sehari- hari masyarakat Arab di zaman dulu. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Arab Saudi Temukan Ribuan Artefak pada Awal Periode Islam

Di antara temuan arkeologi itu adalah artefak-artefak dari Masjid Usman bin Affan pada abad ke 7 hingga ke 8 sebelum masehi


Bersama Leiden University, UGM Buka Program Double Degree Magister Arkeologi

28 Desember 2023

Ilustrasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Shutterstock
Bersama Leiden University, UGM Buka Program Double Degree Magister Arkeologi

Program double degree ini membuka pintu bagi mahasiswa di kedua belah pihak untuk memperdalam pemahaman mereka dalam bidang arkeologi.


6 Fakta Kompleks Candi Batujaya Karawang, Candi Tertua di Indonesia

21 November 2023

Kompleks Candi Batujaya di Karawang ditetapkan jadi Cagar Budaya Nasional. TEMPO | Hisyam Luthfiana
6 Fakta Kompleks Candi Batujaya Karawang, Candi Tertua di Indonesia

Situs Candi Batujaya Karawang memiliki berbagai hal unik untuk digali, begini fakta-faktanya.