Kadal, Katak, dan Tikus Masuk Daftar Terancam Punah IUCN 2009

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jenewa - Korekan sejenis katak pohon langka yang hanya ditemukan di Panama Tengah mungkin tak akan terdengar lagi karena deforestasi dan infeksi mendorong spesies itu ke arah kepunahan. Katak pohon berkaki jumbai, Rabb ( Ecnomiohyla rabborum), yang baru dideskripsikan sebagai spesies baru empat tahun lalu, adalah satu dari 1.895 spesies amfibi yang dalam waktu dekat ini tak bisa lagi ditemukan di alam, demikian pernyataan International Union for Conservation of Nature (IUCN).

    Organisasi konservasi yang berbasis di Swiss itu melakukan survei terhadap total 47.677 binatang dan tumbuhan untuk Daftar Merah binatang terancam punah tahun ini. Mereka memutuskan bahwa 17.291 spesies dari puluhan ribu flora-fauna itu terancam punah.

    Menurut survei tersebut, lebih dari seperlima mamalia, lebih dari seperempat reptil, dan 70 persen tumbuhan berada dalam tekanan. Dibandingkan dengan daftar merah pada 2008, terjadi peningkatan 2.800 spesies baru. "Hasil survei ini hanya puncak dari sebuah gunung es," kata Craig Hilton-Taylor, penanggung jawab daftar flora fauna terancam punah itu.

    Dia mengatakan jutaan spesies lain yang belum pernah diamati kemungkinan juga berada dalam ancaman serius. Pemerintah dan lembaga konservasi internasional menggunakan daftar itu sebagai panduan ketika memutuskan spesies mana yang harus dilindungi oleh hukum.

    Satu-satunya mamalia yang baru masuk daftar tahun ini adalah Eastern Voalavo, sejenis binatang pengerat yang hidup di hutan pegunungan Madagaskar. IUCN mengklasifikasikannya sebagai "endangered", dua langkah sebelum punah di alam. Dia terancam punah karena habitatnya hancur akibat pembalakan dan pembakaran hutan untuk pembukaan ladang.

    Sejumlah spesies mamalia besar, termasuk harimau, telah masuk Daftar Merah sejak beberapa tahun lalu. Binatang itu diperkirakan tinggal 3.200 ekor di alam dan habitatnya di Asia terus menyusut akibat pembukaan lahan.

    Kelompok itu menambahkan hampir 300 reptil tahun ini ke dalam Daftar Merah. Sejumlah kadal Asia, seperti kadal monitor Panay dan kadal air Sailfin, terancam punah karena diburu sebagai penganan dan habitatnya rusak akibat pembalakan di Filipina.

    TJANDRA | AP | IUCNREDLIST


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.