Nanosatelit Jadi Mesin Pembersih Ruang Angkasa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sciencedaily.com

    Sciencedaily.com

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Ada sekitar 5.500 ton serpihan satelit kini tersebar di orbit rendah Bumi. Setiap tahun jumlahnya naik 5% seiring meningkatnya jumlah satelit komunikasi dan lainnya yang diluncurkan dan jadi kadaluwarsa.

    Serpihan tersebut dapat membentur dan merusakkan pesawat ulang-alik atau satelit yang masih aktif. Untuk mengatasinya, perusahaan Astrium mendanai Universitas Surrey di Inggris merancang satelit mini atau nanosatelit berukuran 3 kilogram.

    'CubeSail' nama perangkat ini cocok untuk satelit atau pesawat antariksa mengarungi orbit Bumi. Mereka tak perlu khawatir berbenturan dengan serpihan satelit. Uji coba perangkat ini dilakukan tahun depan.

    "Keberhasilan uji coba ini akan menjadi solusi yang murah bagi peluncuran satelit atau wahana angkasa di masa depan," kata Dr Vaios Lappas, kepala tim peneliti Universitas Surrey, Jumat pekan lalu. Masalah serpihan benda angkasa memang jadi perhatian serius pada saat peluncuran

    Setelah diluncurkan tahun depan, CubeSail diharapkan mampu memindahkan serpihan mulai 2013. "Peluncuran nanti bakal jadi inovasi teknologi baru," kata Dr Craig Underwood, Wakil Direktur Surrey Space Centre.

    Proyek ini, ujar Underwood, penting untuk mengembangkan industri ruang angkasa Inggris. Lembaga ini sering bekerjasama dengan Astrium, perusahaan yang menitikberatkan pada inovasi teknologi.

    SCIENCEDAILY


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.