HP Kembangkan Proyek Sensor Bumi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga aktivis melakukan unjukrasa di depan kantor Hewlett-Packard (HP)  di Beijing (25/6). Mereka memprotes pemakaian bahan beracun dalam pembuatan komputer HP. Foto: REUTERS/David Gray

    Tiga aktivis melakukan unjukrasa di depan kantor Hewlett-Packard (HP) di Beijing (25/6). Mereka memprotes pemakaian bahan beracun dalam pembuatan komputer HP. Foto: REUTERS/David Gray

    TEMPO Interaktif, California - Salah satu perusahaan teknologi informasi terbesar dunia Hewlett-Packard tengah mengembangkan proyek "Central Nervous System for the Earth" dengan cara menanamkan triliunan sensor di seluruh dunia bumi.

    Sensor ini berfungsi untuk menangkap gejala suatu ekosistem apakah termasuk sehat untuk ditempati atau tidak, mendeteksi gempa bumi lebih cepat dan memperkirakan penggunaan energi. Peneliti senior HP, Pete Hartwell mengatakan untuk tahap awal proyek ini akan dijalankan selama dua tahun ke depan.

    Perusahaan itu telah bekerja sama dengan perusahaan minyak Royal Dutch Shell untuk memonitor eksplorasi minyak dengan cara mengukur getaran dan pergerakan bebatuan. "Sensor-sensor itu nantinya akan dibangun di suatu daerah sepanjang enam mil," kata Pete.

    Sensor tersebut, jelas Pete, dilengkapi dengan chip super kecil, yakni hanya sebesar butiran beras. Namanya adalah "Smart Dust". Smart dust ini diciptakan oleh seorang profesor komuter dari University of California, Berkeley, Kris Pister.

    Sejak tahun 1990, Pister mengimpikan ada sebuah sensor super mini yang akan memonitor apapun di dunia ini, seperti mengobservasi sumber daya di bumi, mengetahui data terbaru tentang penduduk suatu negara beserta lingkungannya. "Ini sangat menakjubkan," katanya.

    Rini K | CNN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?