Air Laut, Indikator Pemanasan Global

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO Interaktif, Hawaii - Selama 16 tahun terakhir, air laut ternyata menjadi semakin panas. Penelitian dari University of Hawaii menyebutkan suhu air laut pada kedalaman 2300 kaki atau 700 meter dari permukaan semakin meningkat sekitar 0,64 watt permeter persegi sejak 1993 hingga 2008.

    “Itu sebanding dengan meledakkan 100 juta bom atom ke laut setiap tahun selama 16 tahun,” kata John Lyman dari universitas tersebut.

    Menurut dia, dibandingkan dengan udara dan tanah, air membutuhkan waktu yang lama untuk menjadi panas atau dingin. Olehkarenanya, Lyman mengatakan, air laut dapat menjadi salah satu indikator pemanasan global ketimbang mengukur temperatur atmosfer pada lapisan permukaan bumi.

    Namun hingga kini, para peneliti belum yakin mengapa dan bagaimana air laut bisa menjadi semakin memanas. Lyman dan rekan-rekan peneliti lainnya tengah mencari data panas air laut melalui sebuah alat ukur untuk mengetahui besarnya pemanasan global. “Karena permukaan laut berfungsi sebagai penyerap 90 persen energi panas yang "lolos" dari atmosfer bumi,” ujarnya.

    Rini K | LiveScience


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.