Mengapa Orang Senang Ditakut-takuti?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suster Keramas. Satu dari banyaknya film horor yang tayang di bioskop tahun 2010.

    Suster Keramas. Satu dari banyaknya film horor yang tayang di bioskop tahun 2010.

    TEMPO Interaktif, Utrecht - Meski membuat jantung berdebar kencang, ketakutan, hingga mimpi buruk, toh film horor sampai rumah hantu di tempat wisata tetap diminati, baik anak-anak maupun orang dewasa. Sejumlah pakar psikologi menyatakan orang menikmati perasaan ketakutan itu.

    "Orang menonton film horor karena mereka ingin merasa ketakutan. Jika tidak, mereka tak mau mengulanginya," kata Jeffrey Goldstein, dosen psikologi organisasional dan sosial di University of Utrecht, Belanda. "Anda memilih jenis hiburan tertentu karena ingin hal itu mempengaruhi Anda. Ini berlaku bagi penonton film horor yang memiliki efek besar. Mereka menginginkan efek tersebut," kata Goldstein.

    Orang menyukai perasaan ketakutan, bahkan mencari perasaan tersebut, karena mereka sadar tidak sedang berada dalam bahaya yang sesungguhnya. David Rudd, dekan College of Social and Behavioral Science di University of Utah, Amerika, mengatakan orang yang memahami risiko dari aktivitas tersebut sangatlah minim. Dan, karena kesadaran tersebut, mereka mengalami kegembiraan, bukan ketakutan yang sebenarnya. Inilah alasan mengapa orang menikmati beragam wahana menyeramkan di taman hiburan yang membuat jantung berdebar kencang.

    Sebagian besar orang dewasa dan remaja mampu mengukur secara realistis level ancaman aktual yang menimbulkan rangsangan ketakutan bagi mereka, begitu pula level keamanannya. Misalnya, menonton film horor tidak mengandung ancaman fisik, hanya ancaman psikologis ringan, seperti mimpi buruk. Tak mengherankan bila banyak penonton yang merasa nyaman menonton film semacam itu dan memperoleh kegembiraan, bukan ketakutan.

    Namun ada orang dewasa dan anak-anak yang tak dapat mengukur ancaman itu dengan tepat, bahkan menganggapnya jauh lebih tinggi daripada sebenarnya. "Orang yang takut terbang menganggap ancaman terjadinya kecelakaan dalam cara yang tidak realistis dan tidak proporsional, karena hal itu sebenarnya lebih aman dibanding mengemudi."

    LIVESCIENCE | TJANDRA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.