Cina Luncurkan Twitter Komunis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan baru Twitter

    Tampilan baru Twitter

    TEMPO Interaktif, Shanghai - Departemen Propaganda di Kota Chongqing Cina meluncurkan situs mikrobloging "Red Microblog" dua hari lalu. Red Microblog dibuat untuk menyaingi Twitter. Dalam lamannya, pendirian situs ini merupakan permintaan Menteri Propaganda Li Changchun untuk menguasai media. 

    Sekretaris Partai Komunis Kota Chongqing, Bo Xilai, langsung jadi anggota dan memposting pesan-pesan bernada propaganda. "Saya sangat menyukai kata-kata (Pendiri RRC) Mao Zedong, Dunia milik kita, kita harus bekerja sama," tulisnya, seperti dilaporkan Telegraph, Kamis (16/12).

    Pesan-pesan lain tidak kalah optimistis. "Tidak ada langit yang lebih lebar dari telapak tangan, tidak ada jalan yang lebih panjang dari telapak kaki, tidak ada laut yang lebih luas dari hati." 

    Jumlah pengguna situs ini belum diketahui. Telegraph juga melaporkan sejak kemarin, situs bermasalah dan tidak bisa menerima anggota baru. Harian Inggris ini menilai Red Microblogging akan menerapkan sensor ketat terhadap penggunanya.

    Sejak terpilih sebagai Sekretaris Partai tiga tahun lalu, Bo Xilai mencanangkan gerakan memerahkan Chongqing. Dia mengajak warganya untuk menyanyikan lagu-lagu sejarah dan membaca literatur long-march Ketua Mao. Warga juga diminta mengirim pesan singkat telepon seluler yang berisi pujaan kepada negara. Sampai Oktober, sudah terkumpul 120 juta "SMS Merah", sebutan untuk kampanye pesan singkat ini.

    Pemerintah Cina melarang satu milyar penduduknya untuk mengakses Twitter. Namun, imitasi Twitter bermunculan. Menurut lembaga analisa Cina EnfoDesk, sebanyak 75 juta penduduk ambil bagian di situs mikrobloging, naik 837 persen dari tahun lalu. 

    TELEGRAPH | REZA M


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.