Meteor Quadrantids Akan Sambut Tahun Baru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • FOto: phuketnews.phuketindex.com

    FOto: phuketnews.phuketindex.com

    TEMPO Interaktif, Bandung  - Meteorit atau batuan hujan meteor Quadrantids yang mulai turun selepas malam pergantian tahun 2011 nanti, ukurannya diperkirakan cukup besar. Lesatan cahayanya di langit akan terlihat lebih jelas.

    Hujan meteor Quadrantids yang terjadi setiap tahun, akan terulang sepanjang 1 hingga 5 Januari 2011. Kali ini, masa puncaknya diperkirakan terjadi pada 3 atau 4 Januari.  

    Astronom dari Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat, Evan Irawan Akbar mengatakan, besarnya batu-batu meteor yang melintas itu diperkirakan cukup besar dan bisa jadi bakal ada yang jatuh ke bumi. "Menariknya, batuannya kali ini diperkirakan agak besar," katanya. 

    Seperti kejadian 2004 lalu, pemburu batu angkasa berhasil menemukan meteorit Quadrantids seukuran buah kelapa di Iran. Dengan ukuran batu sebesar itu,  pertunjukan hujan meteor di langit bakal lebih seru. Alasannya, kilatan cahayanya di langit menjadi lebih jelas kalau pandangan tak terhalang oleh ketinggian bangunan atau langit mendung dan turun hujan.

    Hujan meteor Quadrantids bisa disaksikan penduduk di seluruh dunia, termasuk Indonesia, mulai selepas malam pergantian tahun, atau pada 1 Januari 2011 dinihari hingga 4 hari setelahnya. Hujan meteor itu, kata Evan,  bisa disaksikan jelas sejak pukul 01.00 WIB hingga subuh. Titik datangnya dari arah langit timur laut dengan ketinggian awal sekitar 30 derajat dari garis horison.

    Pada saat puncak, sedikitnya bisa terlihat 40 meteor per jam. Sedangkan saat masa sebelum dan sesudahnya, setiap jamnya bisa muncul 15 meteor. Namun, masa puncak hujan meteor hanya berlangsung singkat, yaitu hanya sekitar 3 jam dari mulai pukul 01.00 di wilayah masing-masing.

    Kecepatan meteor Quadrantids diperkirakan mencapai 147. 600 kilometer per jam. Astronom Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan, sumber hujan meteor itu sejauh ini belum bisa dipastikan. Para ahli sementara ini mendapatkan jejak meteor itu dari lintasan komet 1490 Y1 dan 1385 U1. 

    Hujan meteor terjadi ketika lintasan bumi memasuki orbit meteor. Sisa debu, batuan, es, atau partikel lain yang ditinggalkan meteor itu masuk dan jatuh atau terbakar di atmosfer bumi hingga menyisakan debu antariksa.  

    Bersamaan dengan hujan meteor Quadrantids, kata Evan, tiga hujan meteor lainnya juga akan turun secara acak. Meteor sporadis yang melintas sepanjang 1-20 Januari itu

     

    ANWAR SISWADI  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.