Prepper, Golongan yang Percaya Kiamat Maya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pendeta suku Maya ketika melakukan salah satu ritual di Kaminal Jyu, Guatemala City. gabitogrupos.com

    Seorang pendeta suku Maya ketika melakukan salah satu ritual di Kaminal Jyu, Guatemala City. gabitogrupos.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan berita sudah dimuat tentang bantahan terjadinya kiamat pada 21 Desember 2012. Akhir dunia yang dipercaya dari ramalan suku Maya itu telah menjadi bahasan jutaan orang di seluruh dunia. Meski sudah ada penjelasan ilmiah hingga pernyataan sesepuh suku Maya, tetap saja ada orang-orang yang percaya akan hadirnya akhir zaman pada 21 Desember 2012.

    Di Dallas, Amerika Serikat, ribuan orang sudah mempersiapkan kedatangan kiamat ini. Mereka menyebut dirinya sebagai "Prepper". Prepper adalah orang-orang yang percaya bahwa waktu berhenti pada 21 Desember 2012 dan akan terjadi kerusakan besar yang berpotensi menjadi akhir dunia. Semua itu disebabkan kalendar suku Maya berakhir pada 21 Desember 2012.

    "Orang-orang sudah mempersiapkan kedatangan 21 Desember tahun ini. Mereka berjaga-jaga terhadap semua skenario yang memungkinkan," ujar Nico Sanchez, seorang warga Dallas yang juga termasuk Prepper.

    Menurut dia, sejumlah kejadian buruk seperti ledakan nuklir, banjir, badai, hingga gempa bumi bisa muncul pada jumat ketiga di bulan Desember ini.

    Pemilik toko alat-alat militer William Ladd mengatakan sudah mempersiapkan stok demi kiamat ini sejak tiga tahun silam. Ia sudah membeli banyak masker gas, dan makanan darurat untuk bertahan hidup dalam jumlah lebih dari cukup.

    "Banyak pelanggan yang datang untuk membeli makanan darurat hingga 365 buah, yang artinya suplai setahun," ujar Ladd. "Aku pun mendengar mereka sudah membangun bungker."

    Penulis buku Science and Prophecy of the Ancient Maya menulis sebuah buku yang akan terbit pada 22 Desember 2012. Mereka mengatakan akan menulis kenapa kepercayaan para "Prepper" itu salah.

    WFAA | DIANING SARI

    Baca juga
    Kiamat, Turis Kunjungi Desa Terakhir
    EDISI KHUSUS: Kiamat 2012


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.