Selasa, 20 Februari 2018

HP Lawan Pemalsuan Tinta di Indonesia

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 2 Mei 2013 17:53 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • HP Lawan Pemalsuan Tinta di Indonesia

    Hewlett Packard. AP/LM Otero

    TEMPO.CO, Jakarta - Keberadaaan produk-produk tinta palsu Hewlett-Packard (HP) di Indonesia telah meresahkan perusahaan teknologi itu. Berbagai upaya dilakukan HP untuk menekan laju pemalsuan yang semakin meningkat.

    Imelda Setijadi Maswi, Printing Category Director HP Indonesia, mengatakan perkembangan penjualan tinta orisinil HP di Indonesia terus meningkat. Namun, perkembangan itu juga diiringi dengan penjualan tinta palsu yang meningkat lebih pesat. "Ini jelas merugikan HP," ujarnya di Jakarta, Kamis, 2 Mei 2013.

    Perkembangan itu, tambah Imelda, membuat Indonesia menjadi salah satu fokus HP dalam upaya menekan pemalsuan tinta. Dalam investigasi yang dilakukan baru-baru ini, aparat berhasil membongkar praktek pemalsuan di wilayah Batam, Kepulauan Riau. "Sebuah toko merangkap pabrik tinta HP palsu diringkus aparat," ujarnya.

    Dewi Pusporini, Market Development Manager Inkjet PT Hewlett-Packard Indonesia, mengatakan kategori pemalsuan tinta HP adalah jika penjual membuat boks yang mirip aslinya, sementara isinya berbeda.

    Angka pemalsuan seperti itu ternyata cukup besar. Dewi melansir survei dari badan independen yang mengatakan bahwa 58 persen pengguna tidak mengetahui bahwa mereka telah membeli barang palsu. "Hal ini berdampak pada citra merek HP sebagai penghasil tinta," ujarnya.

    Salah satu cara untuk meredam pemalsuan, kata Dewi, adalah dengan mengedukasi pengguna tinta HP tentang cara membedakan produk asli dan palsu.

    Ciri-ciri produk palsu adalah kualitas hasil cetak dan kemasan yang lebih buruk dan harganya yang lebih murah. Penggunaan tinta palsu juga akan merugikan pengguna. "Tinta palsu akan merusak cartridge dan menyebabkan garansi tidak berlaku," ujar Dewi.

    Tindakan pemalsuan tinta, menurut Dewi, tidak hanya terjadi di Indonesia. Kasus ini juga banyak terjadi di negara-negara berkembang, khususnya di kawasan Asia, seperti India, Cina, Thailand, dan Filipina. Simak berita tekno lainnya di sini.


    ERWIN Z

    Berita lainnya
    Wawancara dengan Hacker Peretas Twitter AP 

    Wajah Kota yang Ditelan Laut Terungkap 

    Browser Manakah yang Paling Dominan?

    MorePhone, Ponsel Fleksibel Seperti Kertas 

    RAM Mobile Baru Samsung Setara PC


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Nomor Urut Partai Politik Peserta Pemilu 2019

    Ketua KPU Arief Budiman memimpin pengundian nomor urut untuk partai politik peserta Pemilu 2019 pada Sabtu 17 Februari 2018, Golkar dapat nomor 4.