Advan Genjot Bisnis Perangkat Bergerak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model menunjukkan ponsel cerdas Lenovo S Series dan A Series yang diluncurkan di Jakarta, Selasa (12/2). Ponsel cerdas Lenovo dirancang secara spesifik untuk tipe pelanggan yang beragam, mulai dari tingkat pemula, profesional muda hingga pengguna tingkat advanced tersebut dilengkapi dengan fitur-fitur multimedia dan hiburan serta batere yang tahan lama dan fitur-fitur keamanan juga anti virus khusus. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Model menunjukkan ponsel cerdas Lenovo S Series dan A Series yang diluncurkan di Jakarta, Selasa (12/2). Ponsel cerdas Lenovo dirancang secara spesifik untuk tipe pelanggan yang beragam, mulai dari tingkat pemula, profesional muda hingga pengguna tingkat advanced tersebut dilengkapi dengan fitur-fitur multimedia dan hiburan serta batere yang tahan lama dan fitur-fitur keamanan juga anti virus khusus. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Menurunnya pertumbuhan komputer di seluruh dunia juga berpengaruh pada sejumlah produsen lokal. Seperti yang dialami PT Arga Mas Lestari, perusahaan yang menjual produknya dengan merek Advan. Pada 2013, bisnis komputer perusahaan ini anjlok hingga 60 persen.

    "Permintaan pasar tetap ada, tetapi sangat menurun," kata Direktur Pemasaran Advan, Tjandra Lianto, di Jakarta, Kamis, 6 Februari 2014.

    Tjandra tidak merinci berapa pertumbuhan penjualan komputer Advan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Meski menurun, penjualan masih tetap didorong Advan dengan merakit produknya di Tanah Air. Kini mereka memiliki sebuah pabrik di Semarang, Jawa Tengah.

    "Sudah memasuki tahap uji coba perakitan komputer, notebook, dan perangkat all-in-one," kata Tjandra. Kapasitas produksi di pabrik ini diperkirakan mencapai 10 ribu unit per hari.

    Menurut rencana, pada akhir tahun ini Advan merakit ponsel pintar dan sabak digital di pabrik tersebut. Adapun sebagian besar komponennya diimpor dari Cina dan Taiwan. Strategi itu bertujuan untuk menggenjot bisnis perangkat bergerak Advan di Indonesia.

    Advan juga melakukan inovasi dengan memaksimalkan performa produknya. Sebagai contoh, phablet teranyarnya, Vandroid S5H, dibekali dengan prosesor bertenaga quad-core.

    "Ini produk pertama berprosesor quad-core yang harganya Rp 1 jutaan," kata Tjandra. Perangkat dengan chipset berinti empat semacam itu umumnya dibanderol dengan harga di atas Rp 2 juta.

    Dari sisi pemasaran Advan terbilang agresif. Mereka mengeluarkan anggaran belanja iklan sebesar Rp 25 miliar per bulan. Mereka juga menggandeng toko online untuk menjual perangkat bergeraknya.

    Vandroid S5H menjadi produk pertama Advan yang dipasarkan secara eksklusif di Lazada. Selanjutnya akan ada lima produk yang terdiri dari ponsel pintar dan sabak digital yang dipasarkan di toko online ini.

    SATWIKA MOVEMENTI

    Berita Lain:
    Microsoft Vs Google, Siapa Lebih Unggul?
    Telkom Bangun Data Center Seluas 10 Hektare
    Microsoft Investasi Rp 180 Miliar di Foursquare
    Langkah Pertama Nadella Sebagai CEO Microsoft
    Flappy Bird, Game Terpopuler yang Bikin Stres


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H