Sabtu, 24 Februari 2018

Dekati Akhir Misi di Saturnus, Ini 6 Temuan Akbar Cassini

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 14 September 2017 12:51 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dekati Akhir Misi di Saturnus, Ini 6 Temuan Akbar Cassini

    Pesawat luar angkasa milik NASA, Cassini, yang mengorbit di planet Saturnus. (nasa.gov)

    TEMPO.CO, California - Misi Cassini di Saturnus akan mencapai akhir pada, Jumat, 15 September mendatang. Wahana ini pertama kali diluncurkan pada 15 Oktober 1997 dan sampai orbit Saturnus tujuh tahun kemudian, tepatnya 1 Juli 2004. Misinya mengungkap misteri Planet Bercincin ini, mengambil gambar, dan mencari kehidupan.

    Misi pertamanya dilakukan pada 2008, yakni mengungkap jarak antara cincin dan planet, serta melihat pola putaran Saturnus dan bulan-bulannya. Cassini juga mengungkap fakta-fakta menarik bulan Saturnus, Titan, seperti molekul air dan metana cair.

    Baca: NASA Siapkan Misi Grand Finale Cassini

    Berikut enam penemuan Cassini yang menonjol selama misi 20 tahun ini:.

    1. Kutub segi enam dan angin topan Saturnus
    Saturnus memiliki badai heksagonal di sekitar kutub utara. Ini merupakan badai pertama yang ditemukan di planet gas. Lebarnya lebih dari 32 ribu kilometer yang dimulai pada lintang 78 derajat dan meluas turun sekitar 100 kilometer.

    Kutub utara Saturnus telah menjauh dari matahari dan baru mendekat matahari pada 2015. Pada tahun 2016 Saturnus berada di bawah matahari hal ini menyebabkan warnanya menjadi berubah. Dengan periode orbital 29 tahun mengelilingi matahari, Cassini mendapat kesempatan menyaksikan perubahan ini berkat perpanjangan misi yang diberikan.

    2. Badai terbesar di Tata Surya
    Misi Cassini berhasil menemukan heksagon polar berumur panjang dan Storm Dragon Selatan yang paling spektakuler pada 2011. Badai ini terletak di belahan bumi utara, mengelilingi keseluruhan planet. Badai besar Saturnus berikutnya, diprediksikan terjadi dekade 2030-an. Penemuan ini dapat mengetahui berapa banyak air yang dimiliki Saturnus.

    3. Struktur Ripples dan Relief yang melekat di cincin Saturnus
    Saturnus adalah planet gas yang paling padat dan juga satu-satunya planet dengan rangkaian cincin yang spektakuler. Terdiri dari bahan sedingin es, seperti debu dan dari partikel yang saling melintang, saling menempel bersamaan dan robek oleh kekuatan pasang surut.

    Sistem cincin hanya setebal 10 meter sampai 1 kilometer dan umurnya setua Saturnus. Meskipun sangat reflektif dan sebagian besar terbuat dari air es, cincin tersebut menunjukkan jumlah pemantulan yang bervariasi dalam optik dan radio, yang memungkinkan pencitraan lebih tajam daripada yang sebelumnya.

    Baca: Jadi Nama Misi ke Saturnus, Siapakah Giovanni Domenico Cassini?

    Selanjutnya: Misteri Lapetus terpecahkan

    4. Misteri Lapetus terpecahkan
    Lapetus adalah bulan kedua Saturnus yang pernah ditemukan. Bisa dibilang bulan ini yang paling misterius. Jauh di luar orbit Lapetus, ada bulan yang sepertinya tidak ada yang mengorbit Saturnus yaitu Phoebe. Bulan ini baru terdeteksi pada 2004 dengan Telescope Spitzer Space berkekuatan inframerah. Cincin Phoebe adalah cincin puing yang sangat gelap.

    5. Potensi Enceladus
    Seperti dicitrakan oleh Cassini, Enceladus ditemukan memiliki permukaan es yang halus dan terang. Enceladus terletak tepat di pusat cincin E Saturnus, dan bertanggung jawab atas penciptaan cincin tersebut.

    Bahan es dari permukaan Enceladus dikompresi dan dipanaskan oleh es dan kekuatan pasang surut di Saturnus, menciptakan samudra bawah permukaan air laut yang asin. Kehadiran air, kehangatan, dan molekul organik semuanya ada di Enceladus, menjadikannya salah satu kandidat kehidupan yang paling mungkin terjadi di Tata Surya kita.

    6. Kembali menemukan "Bumi"
    Saat melakukan perjalanan keluar dari Tata Surya, Voyager pertama kali mengambil gambar "pale blue dot" yang terkenal dengan kembaran bumi. Setelah menempuh perjalanan 20 tahun dan penemuan yang tak terhitung jumlahnya, dapat diperdebatkan bahwa hal terbesar yang pernah Cassini bawa kepada peneliti adalah hal yang paling tak terelakkan dan sederhana: pandangan rumah kita sendiri.

    Baca: Misi Bunuh Diri Cassini, Simak Video NASA Ini

    Simak artikel menarik lainnya tentang Cassini hanya di kanal Tekno Tempo.co.

    FORBES | ZUL'AINI FI'ID N. | AMRI MAHBUB


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.