Selasa, 14 Agustus 2018

Tempat dan Waktu Terbaik Pengamatan Hujan Meteor Perseid

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan hujan meteor di atas ekskavator di tambang batubara yang telah ditinggalkan di desa Moscanica, Bosnia dan Herzegovina, 12 Agustus 2017. Hujan meteor Perseid menghiasi langit dunia pada 12 Agustus setiap tahunnya. REUTERS/Dado Ruvic

    Pemandangan hujan meteor di atas ekskavator di tambang batubara yang telah ditinggalkan di desa Moscanica, Bosnia dan Herzegovina, 12 Agustus 2017. Hujan meteor Perseid menghiasi langit dunia pada 12 Agustus setiap tahunnya. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Bandung - Mengamati hujan meteor Perseid pada waktu puncaknya, Ahad dinihari, 12-13 Agustus 2018, memerlukan persiapan khusus. Persiapannya dari segi tempat dan waktu karena di Indonesia hanya bisa dilihat dalam hitungan jam.

    Baca:
    Puncak Hujan Meteor Perseid Akhir Pekan Ini, Catat Waktunya
    Catat Tanggalnya, Minggu Ini Puncak Hujan Meteor Perseid

    Hujan meteor Perseid berlangsung pada 17 Juli-24 Agustus 2018. Masa puncaknya, kata penggiat astronomi dari komunitas Langit Selatan Bandung, Avivah Yamani, terjadi pada 12-13 Agustus nanti.

    Kemunculannya di sekitar rasi bintang Perseid arah timur laut-utara dari bumi. Waktu terbit rasi itu mulai pukul 00.00. "Kenaikan ketinggiannya 15 derajat per jam," ujarnya, Kamis, 9 Agustus 2018.

    Karena itu, waktu terbaik pengamatan adalah pukul 03.00 atau saat rasi setinggi 45 derajat dari horison. Batas penampakan terbaik sekitar dua jam hingga subuh atau sebelum matahari terbit.

    Adapun tempat terbaik adalah yang bebas pandangan dari halangan gedung tinggi mengingat ketinggian posisi rasinya kurang dari 90 derajat dari horison saat puncak hujan meteor.

    Lokasi di pantai juga rawan terhalang cuaca berkabut saat musim kemarau dan awan mendung yang masih bisa muncul. Lokasi di gunung sepertinya menjanjikan.

    Puncak hujan meteor itu berlangsung hingga Senin, 13 Agustus, pukul 15.00. "Pengamat butuh area yang benar-benar terbuka untuk bisa melihat puncak hujan meteor ini," kata lulusan Astronomi Institut Teknik Bandung itu.

    Lesatan meteor pada puncak hujan meteor Perseid ini berkisar 55-80 kali per jam. Setiap lesatannya berkecepatan hampir 60 kilometer per detik.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia Polii dan Apriani Rahayu Ingin Sejarah Baru di 2018

    Setelah Nitya Krishinda cedera, pasangan atlet bulu tangkis ganda putri Greysia Polii dan Apriani Rahayu menjadi unggulan di Asian Games 2018 nanti.