Sepekan Diluncurkan, Pre-order untuk Huawei Mate 20 Series Habis

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Huawei Mate 20. TEMPO/Khory

    Huawei Mate 20. TEMPO/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Pre-order kedua smartphone terbaru Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro habis dalam seminggu. Ponsel pintar flagship tersebut sebelumnya diluncurkan di Indonesia pada 19 Desember 2018.

    Baca: Tawaran Menarik Pembelian Huawei Mate 20 Pro dan Mate 20

    "Pre-order yang sold out ini membuktikan tingginya minat dan antusias konsumen Indonesia terhadap produk premium dari Huawei. Ini memicu kami untuk berusaha lebih cepat menghadirkan produk premium di market Indonesia, juga menghadirkan layanan distribusi multi-channel dan layanan purna-jual terbaik bagi pengguna di Indonesia," ujar Deputy Country Director Huawei Device Indonesia Lo Khing Seng akhir pekan lalu.

    Huawei Mate 20 Series tersedia di Indonesia dengan harga Rp 11,999 juta untuk Mate 20 Pro dan Rp 8,999 juta untuk Mate 20. Untuk masa pre-order pada 19 hingga 28 Desember 2018, Huawei memberikan penawaran spesial dengan nilai maksimum sampai Rp 4,2 juta melalui Erafone dan penawaran khusus sampai Rp 3,5 juta di toko daring Lazada. 

    Selama periode pre-order, pembeli Huawei Mate 20 Pro akan mendapat tiga bonus menarik: Huawei Band 3 Pro, wireless charger, dan flip cover Mate 20 Pro. Sedangkan pembeli Mate 20 berhak atas tiga bonus menarik juga: Huawei Band 3 Pro, power bank Huawei, danflip cover Mate 20.

    "Perangkat diciptakan sebagai smartphone dengan fitur terdepan di kelasnya, Mate 20 Pro dan Mate 20 memang menggoda untuk dimiliki oleh siapapun yang menginginkan smartphone premium sekaligus paling mengerti kebutuhan penggunanya," kata Khing Seng.

    Bagi pemesan sebelum 26 Desember akan mendapatkan unit dan bonusnya pada 7 Januari 2019. Sedangkan bagi melakukan pre-order pada periode 26 hingga 28 Desember 2018, akan mendapatkan unit dan bonusnya pada pertengahan Januari 2019.

    Sementara itu, ada penawaran spesial di Erafone, pembeli bisa mendapatkan Mate 20 Pro atau Mate 20 hanya seharga Rp 1. Caranya dengan menandatangani kontrak 2 tahun dengan provider XL selama masa pre-order. Mereka juga akan mendapatkan bonus seperti yang sudah disebutkan di atas.

    "Mate 20 Series dari Huawei terbukti paling canggih, powerful, paling awet baterainya, dan membuat penggunanya menjadi orang paling baik karena bisa berbagi daya baterai secara nirkabel kepada orang lain, itulah mengapa ia sangat layak dimiliki," tutur Khing Seng.

    Mate 20 Series didukung pengisian nirkabel melalui 15W Huawei Wireless Quick Charge. Sesi pengisian nirkabel selama 30 menit meningkatkan baterai hingga sekitar 30 persen (setara dengan 1.300 mAh). Teknologi terobosan lainnya datang dalam bentuk Wireless Reverse Charging. Keuntungannya adalah ponsel bisa dijadikan powerbank bagi perangkat lain yang mendukung pengisian ulang nirkabel.

    Huawei SuperCharge mendukung pengisian daya bersertifikasi keamanan TUV Rheinland, dengan kecepatan ekstrem hingga 40W. Ketika Huawei Mate 20 Series dicolokkan ke adaptor 40W Huawei SuperCharge, ia dapat mengisi muatan sebanyak 70 persen (setara dengan 2.940mAh) dengan sesi pengisian 30 menit. 

    "Dengan adannya teknologi AI di dalamnya, core-core dalam Kirin 980 menghasilkan kekuatan dan kecerdasan tak tertandingi, dengan performa terbaik," kata Khing Seng. "Chipset Kirin 980 membuat Mate 20 Series dapat menyajikan performa paling bertenaga dengan daya baterai yang lebih efisien".

    Huawei juga akan menggelar experience sale di Kota Kasablanka, Jakarta, pada periode road show, 7 sampai 13 Januari 2019. Pada periode tersebut, pembeli Huawei Mate 20 Pro berhak atas dua hadiah menarik berupa wireless charger dan flip cover dan pembeli Huawei Mate 20 berhak atas bonus power bank. Provider XL juga menawarkan smartphone itu seharga Rp 1 untuk kontrak selama 2 tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kasus Kartel Harga Tiket Pesawat Siap Disidangkan

    Komisi Pengawas Persaingan Usaha menduga mahalnya harga tiket pesawat disebabkan pasar oligopolistik. Citilink dan Lion Air diduga terlibat.