Ilmuwan Cina Lahirkan Hibrida Babi-Monyet, Ini Kata Peneliti LIPI

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak babi yang di tubuhnya mengandung sel monyet atau hibrida babi-monyet hasil percobaan ilmuwan Cina, Desember 2019. (thesun.co.uk)

    Anak babi yang di tubuhnya mengandung sel monyet atau hibrida babi-monyet hasil percobaan ilmuwan Cina, Desember 2019. (thesun.co.uk)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar Reproduksi Mamalia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Taufiq Purna Nugraha, menanggapi ilmuwan Cina yang berhasil melahirkan hibrida babi-monyet pertama di dunia.

    "Sebetulnya malah di tahun 2017 pernah ada publikasi chimera babi dan manusia. Ini di kalangan science juga menjadi perdebatan etik," ujar Taufiq kepada Tempo, Senin malam, 9 Desember 2019.

    Eksperimen terobosan ilmuwan Cina itu menghasilkan makhluk chimera dengan hati, limpa, paru-paru dan kulit yang mengandung sel babi dan primata, demikian dikutip dari laman The Sun, akhir pekan lalu. Sel induk monyet kera ditanam di laboratorium, kemudian disuntikkan ke dalam embrio babi lima hari setelah pembuahan. Keduanya tampak normal meskipun sebagian kecil sel mereka berasal dari monyet cynomolgus.

    Jadi, Taufiq menambahkan, jika kembali pada awal mula penelitian, tujuan awalnya adalah untuk mengembangkan organ manusia di dalam tubuh hewan untuk keperluan transplantasi organ.

    "Kekhawatiran terbesar sebetulnya pada martabat manusia sendiri akibat humanization dari hewan chimera. Sebagai contoh kalau ternyata  sel otak manusia yang tumbuh pada otak satwa dan memiliki kesadaran?" tutur Taufiq.

    Lebih dari 4.000 sel monyet ditanamkan di induk babi, sepuluh anak babi lahir. Namun, hanya dua yang chimera dan keduanya meninggal dalam seminggu. Namun para ilmuwan Cina berpendapat itu mungkin karena prosedur IVF, proses pembuahan dengan mengekstraksi telur, mengambil sampel sperma, kemudian menggabungkan telur dan sperma secara manual pada wadah kaca di laboraturium. 

    Anak babi, yang dikenal sebagai moinkey, memiliki organ dengan sel monyet dalam rasio yang sangat rendah. Sebuah percobaan yang sama tahun 2017 di Amerika Serikat menggunakan babi dan DNA manusia.

    Kemudian tentunya terkait kesejahteraan hewan itu sendiri ini merupakan area baru di dunia sains. Sebetulnya banyak ilmuwan juga bingung menyikapinya, atau sisi ini merupakan potensi baru di dunia biomedis. Bagaimana transplantasi organ seperti jantung tidak harus menunggu antrean donor.

    "Jadi bisa diperoleh dengan teknik ini, tetapi di sisi lain secara moral saat ada satwa memiliki organ manusia bagaimana dia didefinisikan. Tapi tujuan penelitian ini sebetulnya ke arah sana, secara etika penelitian tentu saja ada batasan-batasan, tetapi untuk ranah chimera ini batasan itu sendiri belum banyak," ujar Taufiq.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.