Daftar Virus Paling Mematikan di Muka Bumi, Ada Cacar dan Rabies

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menggendong seekor anjing untuk ditimbang berat badan sebelum divaksin di Halaman Puskeswan, Leuwidahu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat, 13 September 2019. Vaksin rabies ini gratis bagi warga yang mempunyai hewan peliharaan kucing, anjing, dan kera. ANTARA/Adeng Bustomi

    Petugas menggendong seekor anjing untuk ditimbang berat badan sebelum divaksin di Halaman Puskeswan, Leuwidahu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat, 13 September 2019. Vaksin rabies ini gratis bagi warga yang mempunyai hewan peliharaan kucing, anjing, dan kera. ANTARA/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wabah virus corona baru dari Wuhan, Cina, menjadi palagan berikutnya dalam peperangan antara umat manusia dengan virus-virus penyakit mematikan yang telah terjadi sejak sebelum dunia modern. Situs Livescience mengelompokkan setidaknya sembilan virus paling mematikan yang pernah ada di muka bumi hingga kini.

    Daftarnya dimulai dari HIV yang dianggap membunuh paling banyak manusia sampai cacar yang pernah dipandang sebagai beban terberat yang pernah dipikul planet ini. Berdasarkan data dari WHO, virus HIV disebut berada di balik kematian sebanyak 36 juta orang sejak penyakit ini dikenali di awal 1980-an. "Pembunuh terbesar umat manusia," kata Amesh Adalja, dokter spesialis penyakit menular dan juru bicara Disease Society of America.

    Sedang terhadap cacar, WHO menyatakan kalau dunia sudah terbebas sejak 1980-an. Tapi sejarah mencatat selama ribuan tahun sebelumnya, umat manusia harus menderita karenanya. Virus cacar bisa membunuh satu dari tiga penderitanya. Sedang mereka yang selamat harus menanggung bekas luka yang dalam dan permanen, dan seringkali kebutaan. Sepanjang abad ke-20 saja, virus ini telah membunuh 300 juta orang.

    Selain kedua virus itu ada pula virus Marburg, Ebola, Rabies, Hantavirus, Influenza, Dengue, dan Rotavirus dalam daftar yang sama. Mereka ditetapkan berdasarkan tingkat kematian pasiennya yang terinfeksi, jumlah mereka yang telah meninggal karenanya, dan apakah virus-virus itu masih berkembang mengancam.

    Khusus virus rabies, sama seperti cacar, vaksin dan obat antivirusnya sudah ditemukan dan tersedia sejak 1920-an dan telah menolong memberantas virus ini di negara-negara maju. Tapi untuk negara-negara seperti India dan di Afrika, virus ini masih menjadi ancaman serius. "Infeksi virus ini merusak otak, karenanya ini penyakit yang benar, benar jelek," kata Elke Muhlberger, pakar virus Ebola dan profesor mikrobiologi di Boston University, AS.

    Muhlberger menerangkan, sudah ada vaksin dan antibodi untuk kasus-kasus infeksi virus rabies sehingga jika ada seseorang yang digigit hewan dan tertular virus itu bisa segera tertolong. "Tapi jika orang itu tidak segera mendapatkan pertolongan itu, sudah pasti 100 persen orang itu akan mati."

    Wabah virus ini yang terjadi Afrika Barat pada 2014 lalu tercatat sebagai yang terbesar dan wabah penyakit terkompleks, menurut WHO.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Dilarang dan Dibatasi Selama Pemberlakuan PSBB Jakarta

    Anies Baswedan memberlakukan rencana PSBB pada 9 April 2020 di DKI Jakarta dalam menghadapi Covid-19. Sejumlah kegiatan yang dilarang dan dibatasi.