Virus Corona Masuk Indonesia, Bisa Ditangkal dengan Minum Jamu?

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden dari PDIP Joko Widodo (tengah) bersama Calon Wakil Presiden Jusuf Kalla minum segelas jamu beras kencur dari pedagang jamu gendong setelah menjalani pemeriksaan kesehatan selama 10 Jam, di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis (22/5). Pemeriksaan tes kesehatan ini merupakan salah satu syarat bagi pasangan bakal Capres dan Cawapres setelah mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). TEMPO/Imam Sukamto

    Calon Presiden dari PDIP Joko Widodo (tengah) bersama Calon Wakil Presiden Jusuf Kalla minum segelas jamu beras kencur dari pedagang jamu gendong setelah menjalani pemeriksaan kesehatan selama 10 Jam, di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis (22/5). Pemeriksaan tes kesehatan ini merupakan salah satu syarat bagi pasangan bakal Capres dan Cawapres setelah mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Riset CoV-Formulasi Vaksin di Laboratorium Profesor Nidom Foundation, Chaerul Anwar Nidom, mengimbau masyarakat tidak perlu risau dengan wabah virus corona yang sedang menyebar dari Cina. Masyarakat hanya dimintanya menjaga kebiasaan minum jamu dan masak dengan bumbu lengkap.

    Alasan Nidom, empon-empon atau rimpang yang biasa digunakan untuk jamu atau bumbu masak itu--seperti juga juga teh putih dan cokelat yang pahit--terbukti efektif menangkal virus corona penyebab flu burung yang, menurutnya, "Keganasannya melebihi virus COVID-19 saat ini." Dia menunjuk kepada formula Curcumin, zat aktif yang ditemukan dalam setiap jenis empon-empon yang dimaksud yakni  jahe-jahean, kunyit, temulawak, dan sereh.

    Nidom mengungkap itu kepada Tempo saat diminta klarifikasinya atas artikel berjudul 'Seorang Peneliti Surabaya Temukan Penangkal Virus Corona' viral di grup-grup percakapan di telepon genggam pada pertengahan Februari lalu. Artikel menuturkan penjelasan dan temuan dari Nidom yang juga Guru Besar Biokimia dan Biologi Molekuler Universitas Airlangga tersebut. 

    Tentang anjuran kepada masyarakat agar terbiasa mengkonsumsi Curcumin belakangan disampaikannya di berbagai kesempatan. Ini seiring dengan wabah virus corona COVID-19 yang belum juga mereda. Hari ini, Senin 2 Maret 2019, pemerintah bahkan mengumumkan dua kasus positif di Indonesia.   

    Belum ada lagi tanggapan dari Nidom tentang perkembangan yang terbaru itu. Namun sebelumnya dia mengungkap sedang memimpin timnya menguji formula curcumin itu untuk melawan patogen (virus, bakteri, dan parasit). Terbuka kemungkinan untuk mengujinya pula sebagai obat infeksi virus corona COVID-19 saat dia memperoleh sampel virus itu. 

    "Formulasi ini akan diujikan pada sel (invitro) dan pada hewan coba (laboratorium)," kata dia saat dihubungi, Kamis 27 Februari 2020.

    Dia juga menjelaskan bahwa untuk menangkal virus corona adalah dengan menangkal badai sitokin yang tak lain sebuah proses biologis dalam paru karena adanya infeksi virus itu. Di sinilah peran Curcumin yang ada pada jahe, kunyit, sereh dan temulawak yang biasa dibuat bumbu masak serta minuman segar tersebut.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.