Ini Bahan Aktif yang Bisa Digunakan untuk Disinfektan Corona

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas PMI melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Kawasan Gedung Sarinah, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Penyemprotan cairan disonfektan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di ruang publik. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas PMI melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Kawasan Gedung Sarinah, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Penyemprotan cairan disonfektan ini bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di ruang publik. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyemprotan disinfektan marak di banyak wilayah. Penyebabnya, wabah virus corona COVID-19 yang masih terus menyebabkan orang sakit dan bahkan meninggal.

    Kepala Loka Penelitian Teknologi Bersih di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ajeng Arum Sari, menilai langkah penyemprotan itu sudah tepat. Menurutnya, disinfektan dapat merusak lapisan selubung lemak pada virus corona.  

    “Sehingga membuat (virus) cukup lemah dibandingkan dengan norovirus yang merupakan virus tanpa selubung dan virus lainnya yang memiliki cangkang protein lebih kuat,” ujar Ajeng, dalam keterangan tertulis Senin, 23 Maret 2020.

    Peneliti Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Chandra Risdian, menambahkan, beberapa bahan aktif disinfektan sudah banyak digunakan dalam aktivitas rumah tangga. Dia merinci sebagian di antaranya adalah Accelerated hydrogen peroxide (0,5 persen), Benzalkonium chloride/ quaternary ammonium/ alkyl dimethyl benzyl ammonium chloride (0,05 persen), dan Chloroxylenol (0,12 persen).

    Selain itu ada juga Ethyl alcohol atau ethanol (62-71 persen), Iodine in iodophor (50 ppm), Isopropanol atau 2-propanol (50 persen), Pine oil (0,23 persen), Povidone-iodine (1 persen), Sodium hypochlorite (0,05–0,5%), Sodium chlorite (0,23 persen), dan Sodium dichloroisocyanurate (0,1-0,5 persen). 

    Anggota Pemadam Kebakaran melakukan penyemprotan disinfektan di atas jembatan penyeberangan orang di jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, Minggu, 22 Maret 2020. TEMPO/Imam Sukamto

    Berdasarkan informasi yang diterima dari The Robert Koch Institute (RKI), Jerman, Chandra menjelaskan bahwa produk disinfektan yang aktif terhadap virus corona tidak tersedia. Tapi produk disinfektan lain yang setidaknya memiliki aktivitas virucidal terhadap virus berselimut (enveloped virus) dapat digunakan.

    “Selain penggunaan agen pembersih, perawatan lain yang efektif terhadap virus corona adalah dengan metode pemberian uap dan perlakuan panas,” kata Chandra menuturkan. 

    Pembersih rumah tangga yang bisa digunakan untuk disinfektan ada berbagai macam mulai dari deterjen, pemutih pakaian, sampai pembersih lantai yang dicampurkan dengan air. Adapun permukaan yang harus sering dibersihkan di antaranya adalah meja, gagang pintu, sakelar lampu, telefon, toilet, keran, dan wastafel.

    “Setelah bersih, lalu gunakan disinfektan untuk perlindungan yang lebih baik,” kata dia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.