Mirip Manusia, Penelitian: Umur Mamalia Liar Betina Lebih Panjang

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seekor induk singa memeluk anaknya. Ratu rimba ini mengandung anaknya selama  98-120 hari. Singa betina yang tengah hamil tidak akan bergabung ke dalam kelompok sampai bayinya lahir dan berusia 6-8 minggu untuk melindungi serta mengajarkan anaknya agar dapat bertahan hidup. dailymail.co.uk

    Seekor induk singa memeluk anaknya. Ratu rimba ini mengandung anaknya selama 98-120 hari. Singa betina yang tengah hamil tidak akan bergabung ke dalam kelompok sampai bayinya lahir dan berusia 6-8 minggu untuk melindungi serta mengajarkan anaknya agar dapat bertahan hidup. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim ilmuwan internasional yang mempelajari rentang hidup mamalia liar menemukan bahwa, seperti halnya manusia, hewan betina cenderung hidup lebih lama daripada yang jantan. Penelitian ini dikoordinasi dari University Lyon 1, Prancis, dan diterbitkan dalam jurnal Prosiding National Academy of Sciences.

    Profesor Tamas Szakely dari Milner Center for Evolution di University of Bath, yang juga salah satu penulis penelitian ini, menerangkan, tim sudah lama tahu bahwa perempuan umumnya hidup lebih lama daripada pria. Tetapi tim terkejut saat menemukan bahwa perbedaan umur antar jenis kelamin bahkan lebih jelas pada mamalia liar.

    "Ini bisa jadi karena mamalia betina secara alami dapat hidup lebih lama, atau tingkat kematian mamalia betina itu menurun,” ujar dia seperti dikutip dari laman Daily Science, Selasa 24 Maret 2020.

    Para peneliti mengamati rentang hidup 101 spesies mamalia, mulai dari domba hingga gajah. Mereka menemukan bahwa rata-rata hidup hewan yang betina 18 persen lebih lama daripada jantan untuk lebih dari 60 persen studi spesies. Pada manusia, perempuan cenderung hidup 7,8 persen lebih lama.

    Penelitian mengungkapkan, ini bukan karena jenis kelamin yang menua pada tingkat yang berbeda. Peneliti menekankan temuannya bahwa hewan betina memiliki risiko kematian rata-rata yang lebih rendah di masa dewasa daripada yang jantan.

    Szakely mencontohkan, singa betina yang didapati hidup 50 persen lebih panjang di alam liar daripada singa jantan. Awalnya diduga terkait para pejantan yang bisa saling bertarung untuk menunjukkan dominasi di kawasan dan mendapatkan singa betina. Tapi belakangan data yang dihasilkan tak mendukung dugaan itu.

    Tim peneliti malah meyakini adanya faktor yang lebih kompleks. Di antaranya adalah para singa betina yang biasa hidup bersama saudara perempuan, anak perempuan dan ibunya. "Mereka saling jaga, tidak seperti singa jantan yang lebih sering hidup sendiri."

    Pendapat lainnya adalah bahwa kelangsungan hidup betina meningkat ketika yang jantan menjalankan peran perlindungan. "Ini juga terjadi pada burung. Melahirkan dan merawat anak-anaknya sangat berisiko untuk induk betina, risiko ini berkurang jika kedua induk bekerja sama."

    Para peneliti berencana membandingkan data antara hewan liar dengan hewan yang ada di kebun binatang yang tidak harus berurusan dengan predator untuk mencari makanan atau pasangan. Perbandingan ini diharap memungkinkan peneliti mengukur sejauh mana perbedaan biologis antara jenis kelamin memiliki efek pada harapan hidup.

    "Memperbandingkan panjang usia dan harapan hidup secara gender di beberapa populasi dari spesies yang sama jelas sangat menjanjikan," kata Jean-François Lemaître dari National Centre for Scientific Research (University Lyon 1) dan koordinator dari penelitian ini. 

    SCIENCE DAILY | PROSIDING NATIONAL ACADEMY OF SCIENCE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.