Top 3 Tekno Berita Kemarin: Gempa IOWave20 Berkekuatan 9,1 M

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami 2019 BNPB memasang rambu peringatan tsunami di kawasan wisata Pantai Tambak, Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, 19 Juli 2019. (Instagram/BNPB)

    Tim Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami 2019 BNPB memasang rambu peringatan tsunami di kawasan wisata Pantai Tambak, Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, 19 Juli 2019. (Instagram/BNPB)

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Kemarin diawali dari artikel yang menjelaskan tentang kegiatan latihan peringatan dini tsunami oleh 24 negara yang terdampak gempa  megathrust dari Sunda trench, Andaman trench, dan Makran trench. Indonesia jelas masuk di dalamnya untuk simulasi dengan sumber gempa 9,1 Magnitudo.

    Berita terpopuler kedua datang dari informasi tips memilih dan memelihara ikan cupang, jenis ikan hias air tawar yang saat pandemi sekarang ini menjadi primadona. Tips dibagikan sekelompok empat dosen IPB University dari Program Studi Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya Sekolah Vokasi.

    Berita ketiga perihal vaksin vaksin Covid-19, yakni  sebanyak dua pertiga dari warga Austria mengatakan mereka tidak bersedia mengikuti vaksinasi jika  telah tersedia nanti. Di luar kelompok ini, ada 12 persen, tapi ini pun separuhnya belum p berpendapat.

    1. Gempa 9,1 M dari Selatan Jawa di Simulasi Peringatan Dini Tsunami Hari Ini

    Sebuah gempa dengan magnitudo 9,1 mengguncang dari Selatan Jawa, Selasa 6 Oktober 2020. Di lokasi lain, gempa dengan kekuatan persis sama terpicu dari Laut Andaman, India, dan Makran, Iran, pada waktu yang bersamaan. Tsunami menerjang ketiga kawasan itu.

    Gempa dari Sunda Trench di selatan Jawa itu bukan peristiwa yang terjadi sungguhan. Gempa itu dan dua lainnya tersebut bagian dari kegiatan IOWave20 yang merupakan latihan mitigasi dan evakuasi dalam merespons sistem peringatan dini tsunami.

    Baca juga:
    BMKG Sebut Prediksi Gempa dari UGM Ibarat Tes Covid-19 Hanya Ukur Suhu

    Kegiatan itu rutin dua tahunan diselenggarakan oleh Inter-governmental Coordination Group/Indian Ocean Tsunami Warning Mitigation System (ICG/IOTWMS)-UNESCO. Bedanya, tahun ini latihan dilaksanakan virtual (Table Top Exercise) menyesuaikan dengan pandemi Covid-19.

    2. Tips Pilih dan Pelihara Ikan Cupang dari Dosen IPB University

    Ikan cupang (Betta sp.) lebih cocok dipelihara sendirian. Ikan ini memiliki variasi bentuk sirip seperti serit (crown tail), half moon, plakat, dan slayer. Hal tersebut sangat menentukan nilai estetika dan ekonomis ikan cupang sendiri.

    "Semakin unik bentuk dan warnanya, harganya semakin tinggi," bunyi keterangan dari empat dosen IPB University dari Program Studi Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya Sekolah Vokasi, Senin 5 Oktober 2020.

    Baca juga:
    Ikan Cupang atau Mas Koki? Ini 5 Tips untuk Penghobi Ikan Hias Pemula

    Keterangan itu dinukil dari ringkasan tips sederhana dan bermanfaat bagi masyarakat yang hendak memelihara ikan hias di masa pandemi yang disediakan keempat dosen itu. Mereka adalah Wida Lesmanawati, Dian Eka Ramadhani, Amalia Putri Firdausi, dan Giri Maruto Darmawangsa.

    3. Survei: Dua Pertiga Warga Austria Tolak Vaksin Covid-19

    Dua pertiga dari warga Austria mengatakan mereka tidak bersedia mengikuti vaksinasi jika vaksin Covid-19 telah tersedia nanti, menurut survei nasional yang dirilis pada Jumat, 2 Oktober 2020.

    Survei yang dipublikasikan oleh P8, sebuah lembaga pemasaran terkemuka di negara Alpen tersebut, menemukan bahwa hanya 16 persen dari responden yang bersedia divaksinasi, sementara 16 persen lainnya belum membuat keputusan.

    Jawaban atas pertanyaan tentang pendapat warga Austria mengenai vaksinasi wajib bahkan lebih jelas, dengan sembilan dari 10 responden menolaknya, menurut survei daring terhadap 1.200 orang yang dilakukan antara 28 September hingga 1 Oktober itu.

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.