Penjaga Kebun Binatang Tewas Diserang Kawanan Beruang di Shanghai

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pengunjung dengan mengenakan masker mengunjungi Kebun Binatang Beijing, Cina, Selasa 24 Maret 2020. Kebun binatang tersebut dibuka sebagian setelah ditutup penuh sejak akhir Januari lalu akibat wabah Covid-19. ANTARAFOTO/REUTERS/Carlos Garcia Rawlins/foc

    Para pengunjung dengan mengenakan masker mengunjungi Kebun Binatang Beijing, Cina, Selasa 24 Maret 2020. Kebun binatang tersebut dibuka sebagian setelah ditutup penuh sejak akhir Januari lalu akibat wabah Covid-19. ANTARAFOTO/REUTERS/Carlos Garcia Rawlins/foc

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang petugas kebun binatang di Shanghai, Cina, diberitakan tewas diserang sekawanan beruang di depan para pengunjung, Senin 19 Oktober 2020. Serangan tak berhasil dihentikan meski seorang petugas lain datang dengan alat berat.

    Peristiwa itu terjadi di Taman Satwa Liar Shanghai (SWAP). Seorang pengunjung yang menumpang bus dan melintasi sektor binatang buas merekam peristiwa penyerangan itu lalu mengunggahnya di media sosial. Terlihat jelas sang penjaga mendapat serangan beberapa ekor beruang.

    Dalam unggahan tersebut, seorang operator ekskavator yang bekerja dekat kandang besar khusus untuk beruang berupaya untuk mengusir sekawanan penghuninya, tetapi gagal. Bahkan, beruang-beruang itu terlihat menyeret tubuh penjaga kebun binatang. Sedang si operator ekskavator terpaksa mengurung diri sampai polisi mendatangi lokasi kejadian.

    Peristiwa itu memunculkan perdebatan di dunia maya Cina. Beberapa warganet menyampaikan rasa simpatinya kepada korban, sedangkan yang lain menduga korban melanggar protokol keselamatan sampai sekawanan beruang datang menyerang.

    Baca juga:
    Beruang Madu Bermunculan di Belakang Rumah Warga, Ini Kata BKSDA

    Pengelola SWAP menyatakan masih menyelidiki kasus itu. Mereka juga langsung menutup sektor binatang berbahaya yang menjadi tempat kejadian perkara. Masyarakat yang telanjur membeli tiket namun belum sempat masuk obyek wisata tersebut bisa mendapatkan uang pengembalian.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.