Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Roket Indonesia dan Gempa Banda Aceh

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menristek Bambang Brodjonegoro saat berkunjung dan melihat roket RX 450 di Pusat Teknologi Roket, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, di Rumpin, Kabupaten Bogor, Jumat 21 Februari 2020. TEMPO/WURAGIL.

    Menristek Bambang Brodjonegoro saat berkunjung dan melihat roket RX 450 di Pusat Teknologi Roket, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, di Rumpin, Kabupaten Bogor, Jumat 21 Februari 2020. TEMPO/WURAGIL.

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Hari Ini diawali dari berita tentang target pengembangan teknologi Roket Indonesia yang ada di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Kerja sama dengan Cina sejak akhir tahun lalu dijadikan modal untuk target mampu meluncurkan roket dua tingkat 2024.

    Berita kedua dan ketiga diisi soal satu gempa yang sama yang mengguncang Banda Aceh pada dinihari tadi. Di antaranya berisi penjelasan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mengenai mekanisme penyebab gempa tersebut.

    Berikut ini Top 3 Tekno Berita hari ini selengkapnya,

    1. LAPAN Target Luncurkan Roket Dua Tingkat 2024, Orbitkan Satelit 2040

    Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menargetkan roket dua tingkat yang dikembangkannya sudah bisa diluncurkan pada 2024. Roket akan digunakan untuk misi penelitian atmosfer di ketinggian 200 kilometer.

    Kepala Pusat Teknologi Roket Lilis Mariani mengungkap itu dalam webinar Teknologi Penerbangan dan Antariksa untuk Indonesia Maju, Jumat 13 November 2020. Seminar virtual itu merupakan rangkaian kegiatan Inovasi Indonesia Expo 2020 sebagai puncak perayaan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional.

    Baca juga:
    Indonesia-Cina Kerja Sama Pengembangan Teknologi Roket

    Roket R-Han 122B yang sedang dikembangkan di Pusat Teknologi Roket, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) di Rumpin, Bogor, seperti terlihat pada Jumat 21 Februari 2020. Roket R-Han digunakan Marinir TNI AL dan selama ini impor. TEMPO/WURAGIL

    Roket dua tingkat jenis sonda tersebut, Lilis menerangkan, akan bermanfaat untuk melaksanakan kegiatan pengukuran karakteristik atmosfer dan berbagai kegiatan riset lainnya. Pengembangan roket dua tingkat itu sendiri sudah dimulai sejak 2019 dengan mulai membuat konsep desain roket.

    2. Gempa Guncang Banda Aceh Setelah Goyang Sabang, Ini Data BMKG

    Gempa berkekuatan Magnitudo 5,3 mengguncang Banda Aceh pada Sabtu dinihari, 14 November 2020. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mencatat terjadi tepatnya pada pukul 01.33 WIB.

    Dalam informasi yang dibagikannya dalam situs web maupun akun resminya di media sosial, BMKG menyebut sumber gempa itu berada di darat, 30 kilometer timur laut Banda Aceh. Gempa tergolong dangkal karena berasal dari kedalaman 10 kilometer.

    Berdasarkan peta lokasinya, titik pusat gempa itu berada di pantai. BMKG memastikan, gempa itu tak menyebabkan tsunami, tapi guncangannya diklasifikasikan mencapai skala IV MMI di Banda Aceh.

    3. BMKG Jelaskan Pemicu Gempa Aceh Dinihari Tadi

    Gempa tektonik yang mengguncang wilayah Aceh, Sabtu dinihari 14 November 2020, berasal dari aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa itu memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip fault).

    Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, mengungkapkannya lewat keterangan tertulis yang dibagikannya, Sabtu pagi ini. Dalam keterangan itu pula disampaikan hasil pemutakhiran data bahwa kekuatan gempa darat itu sebesar 5,2 Magnitudo. Pun dengan lokasi episentrumnya.

    Baca juga:
    Di Balik Gerutu Elon Musk soal Rapid Test Antigen Covid-19

    "Sumber gempa tepatnya pada jarak 28 kilometer arah timur laut Kota Banda Aceh,” katanya tentang gempa yang terjadi pada pukul 01.33 WIB itu.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.