Cina Target Suntikkan 50 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Sebelum Libur Imlek

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja melakukan pengemasan vaksin COVID-19 di fasilitas pengemasan pembuat vaksin Cina Sinovac Biotech di Beijing, Cina, 24 September 2020. REUTERS/Thomas Peter

    Pekerja melakukan pengemasan vaksin COVID-19 di fasilitas pengemasan pembuat vaksin Cina Sinovac Biotech di Beijing, Cina, 24 September 2020. REUTERS/Thomas Peter

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina telah menyuntikkan lebih dari 22,77 juta dosis vaksin Covid-19 per Rabu 27 Januari 2021. Negara ini mendekati targetnya menginokulasi 50 juta rakyatnya sebelum tiba Hari Raya Imlek pada 12 Februari mendatang.

    Rencana vaksinasi Cina bergulir relatif mulus dan jumlah orang-orang yang bersedia disuntik vaksin di negara itu terus meningkat. Wakil Kepala Komisi Kesehatan Nasional (NHC) Cina, Zeng Yixin, menerangkan, sebanyak puluhan juta dosis vaksin yang sudah dibagikan menyasar mereka yang berada di garis depan maupun berisiko tinggi dalam pandemi Covid-19 saat ini.

    Feng Duojia, Presiden Asosiasi Industri Vaksin Cina, meyakini target akan dicapai sesuai jadwal karena program yang dinilainya berjalan lancar. "Suplai dari produsesn juga berkecukupan," katanya.

    Selain untuk mereka yang berisiko tinggi, beberapa daerah juga sudah mulai menyediakan vaksin Covid-19 bagi warga umum. Akibatnya, Feng mengatakan, terjadi percepatan vaksinasi.

    ADVERTISEMENT

    Otoritas Kesehatan dari Provinsi Shanxi di Cina Utara, misalnya, mengatakan vaksinasi massal untuk mereka yang berisiko tinggi terpapar Covid-19 akan diselesaikan sebelum 5 Februari ini. "Setelahnya, inokulasi akan terbuka untuk publik," bunyi laporan yang ada.

    Sebelumnya, sejumlah pejabat di Cina mengatakan negara itu sudah akan memvaksinasi 50 juta orang sebelum Tahun Baru Cina untuk meredam penyebaran Covid-19. Meski begitu, Tao Lina, ahli vaksin dari Shanghai mengatakan, vaksinasi 50 juta orang tidak pernah menjadi target.

    Tapi, dia menambahkan, angka 50 juta memang kisaran kasar jumlah ideal penerima vaksin untuk bisa membangkitkan proteksi kekebalan tubuh di antara kelompok berisiko tinggi. Selebihnya, dia juga meyakini angka 50 juta vaksinasi akan tercapai sebelum Imlek.

    Sebuah stan yang menampilkan kandidat vaksin virus corona dari China National Biotec Group (CNBG), sebuah unit dari raksasa farmasi milik negara China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), terlihat di Pameran Internasional Cina untuk Perdagangan Jasa (CIFTIS) 2020, di tengah penyebaran wabah Covid-19, di Beijing, Cina 4 September 2020. [REUTERS / Tingshu Wang]

    "Pada paruh kedua 2021, kita akan melihat seluruh rakyat Cina yang ingin divaksin akan mendapatkan dosis pertama," kata Tao. "Herd immunity seharusnya sudah akan mulai terlihat di paruh kedua 2021."

    Baca juga:
    Berita Terkini, Negara Miskin Baru Kebagian 55 Dosis Vaksin Covid-19

    Zeng mengatakan NHC mendorong distribusi vaksin Covid-19 berdasarkan prioritas mereka yang berisiko tinggi tertular Covid-19. Kampanye difokuskan pada mereka yang bekerja di pelabuhan, transportasi publik, institusi medis, dan layanan publik.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.