Nadiem Target Semua Sekolah Sudah Tatap Muka Minggu Ketiga Juli

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (berdiri) menyapa sejumlah siswa saat kegiatan pembelajaran daring oleh Calon Guru Penggerak (CGP) di SD Inpres 109 Kota Sorong, Papua Barat, Kamis, 11 Februari 2021. Masih dalam kunjungan kerjanya, Mendikbud melakukan tatap muka dengan 15 Calon Guru Penggerak (CGP) dan melakukan sosialisasi terkait program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) bagi tenaga pendidik bukan PNS. ANTARA FOTO/Olha Mulalinda

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim (berdiri) menyapa sejumlah siswa saat kegiatan pembelajaran daring oleh Calon Guru Penggerak (CGP) di SD Inpres 109 Kota Sorong, Papua Barat, Kamis, 11 Februari 2021. Masih dalam kunjungan kerjanya, Mendikbud melakukan tatap muka dengan 15 Calon Guru Penggerak (CGP) dan melakukan sosialisasi terkait program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) bagi tenaga pendidik bukan PNS. ANTARA FOTO/Olha Mulalinda

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menargetkan semua sekolah sudah melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka mulai Juli 2021. Sebelumnya, vaksinasi Covid-19 bagi lima juta pendidik dan tenaga pendidik akan berusaha diselesaikan hingga akhir Juni. 

    “Sehingga, target kami, pada tahun ajaran baru 2021/2022 atau pada minggu kedua dan ketiga Juli pembelajaran dapat dilakukan secara tatap muka,” ujar dia dalam dialog 'Mendedar Kuota Belajar' di Jakarta, Rabu 3 Maret 2021.

    Baca juga:
    Bertambah, Sekolah Tutup Lagi Setelah Siswa Positif Covid-19

    Pembelajaran tatap muka dilakukan dengan sistem rotasi antara jumlah siswa yang datang ke sekolah dan yang jarak jauh atau pembelajaran daring. Pembelajaran tatap muka di sekolah bakal dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

    Nadiem juga mengatakan, pada tahun ini kementerian masih menerapkan fleksibilitas pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS. Ini, kata dia menambahkan, dapat digunakan untuk mempersiapkan pembelajaran tatap muka.

    “Sekarang harus sudah dimulai, ketika vaksinasi sudah bergulir pasti sekolah didorong untuk membuka sekolah,” kata mendikbud yang juga eks bos Gojek itu. 

    Terpisah, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar menyayangkan satu sekolah di kota itu yang diketahui telah menggelar kembali pembelajaran tatap muka di sekolah. Padahal kondisi saat ini, menurut IDI Makassar, belum memungkinkan dan berpotensi memunculkan klaster baru.

    Acuan IDI adalah positivity rate di wilayah setempat maupun nasional yang dianggap masih sangat tinggi. Angkanya sebesar 19 persen, bandingkan dengan 5 persen yang direkomendasikan Badan Kesehatan Dunia WHO.

    "Kami memahami kekhawatiran dan kerinduan baik anak didik maupun tenaga pendidiknya yang ingin melaksanakan proses pendidikan secara terbuka, tetapi kondisi yang membuat untuk tetap bertahan sementara," kata Ketua IDI Kota Makassar, Siswanto Wahab.

    Baca juga:
    Banyak Sekolah Masih Daring, Menteri Nadiem: Kemauan Daerah Masih Rendah

    Adapun kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim sejak awal tahun ajaran baru lalu adalah mendorong daerah-daerah untuk membuka kembali sekolah-sekolah. Syaratnya, pemberlakuan protokol kesehatan ketat serta siap ditutup kembali jika terjadi kasus positif Covid-19, selain mendapat izin dari orang tua murid. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.