Catat Waktunya, Fenomena Blood Moon Akan Kembali 26 Mei

Pemandangan Gerhana Bulan Darah Serigala atau Super Blood Wolf Moon menghiasi lagit Vienna, Austria, 21 Januari 2019. REUTERS/Lisi Niesner

TEMPO.CO, Jakarta - Blood Moon 2021 akan muncul di langit pada 26 Mei mendatang. Terakhir kali terjadi pada 20-21 Januari 2019 lalu, fenomena bulan purnama yang tampak kemerahan dalam bayang-bayang Bumi ini akan bisa disaksikan dari banyak wilayah pada tahun ini. 

Menurut catatan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA, Blood Moon 2021 akan berlangsung secara keseluruhan selama 3 jam 7 menit—sudah termasuk gerhana parsial dan gerhana total. Bagian gerhana bulan total saja akan berlangsung selama sekitar 15 menit.

Fenomena langit ini akan dimulai pada pukul 08.47 UTC atau pukul 15.47 WIB. Namun, gerhana penuh akan muncul pada 11.11 UTC (18.11 WIB) dan akan menjadi maksimum pada 11:18 UTC (18.18 WIB) dan akan terus berada pada keadaan total hingga 11.25 UTC (18.25 WIB). Gerhana akan berakhir pada pukul 13.49 UTC (20.49 WIB). 

Fenomena Blood Moon hanya terjadi saat fase bulan penuh dan mengalami gerhana bulan total. Bumi bergerak di antara bulan dan matahari sehingga mereka berada pada posisi sumbu garis lurus. Saat itulah bulan akan 'tertelan' bayangan Bumi. 

Pada waktu yang bersamaan, sedikit cahaya dari arah matahari terbit dan matahari tenggelam di Bumi jatuh di permukaan Bulan. Gelombang cahaya panjang yang datang dari Bumi inilah yang membuat bulan tampak merah. Dia akan semakin merah jika polusi udara, tutupan awan atau ketebalan partikel di atmosfer Bumi yang ditembus cahaya itu semakin besar.

Blood Moon bisa disaksikan dengan mata telanjang, tanpa memerlukan peralatan khusus untuk pengamatannya. Tentu, pengalamannya akan lebih baik jika bisa menyaksikannya melalui teleskop. 

Blood Moon 2021 akan terlihat di wilayah Asia Selatan/Timur, Australia, sebagian besar Amerika Utara, Amerika Selatan, Pasifik, Atlantik, Samudra Hindia, dan Antartika. Beberapa kota di mana gerhana bulan total diperkirakan akan terlihat termasuk Honolulu, Houston, Los Angeles, Manila, Melbourne, San Francisco, Seoul, Shanghai, dan Tokyo. Ini juga akan terlihat sebagian di kota-kota seperti Bangkok, Chicago, Dhaka, Montreal, New York, Toronto, dan Yangon. 

Gerhana bulan total dan Blood Moon tidak akan terjadi lagi hingga Mei 2022 mendatang.

Baca juga:
Super Blood Moon 21 Januari 2019 Tak Terjadi di Indonesia

GADGET NDTV | THE NINE PLANETS | TIME AND DATE | SPACE






Tak Cuma Kering, Ini Manfaat Jemur Pakaian di Sinar Matahari

1 hari lalu

Tak Cuma Kering, Ini Manfaat Jemur Pakaian di Sinar Matahari

Selain cepat kering, menjemur pakaian langsung di bawah sinar matahari juga memiliki sederet manfaat lain. Apa saja?


Punya 6 Alat Sensor Rp 1 Miliar per Unit, DKI Tambah Lagi 14 Alat Pemantau Kualitas Udara

1 hari lalu

Punya 6 Alat Sensor Rp 1 Miliar per Unit, DKI Tambah Lagi 14 Alat Pemantau Kualitas Udara

14 alat sensor pemantau kualitas udara itu untuk memperkuat data yang diperoleh dari enam alat sensor yang sudah dipasang sebelumnya.


Hubble dan James Webb Sama-sama Amati Dimorphos

4 hari lalu

Hubble dan James Webb Sama-sama Amati Dimorphos

Ini adalah pertama kalinya dua teleskop yang mengorbit di luar angkasa itu, Hubble dan JWST, mengamati obyek yang sama secara simultan.


5 Fakta Menarik Seputar Fenomena Ekuinoks yang Terjadi Tiap Maret dan September

7 hari lalu

5 Fakta Menarik Seputar Fenomena Ekuinoks yang Terjadi Tiap Maret dan September

Ekuinoks merupakan fenomena astronomi saat kedudukan Matahari tepat berada tepat di atas garis khatulistiwa.


Jadi Penyebab Cuaca Surabaya Panas Menyengat, Apa Itu Fenomena Ekuinoks?

7 hari lalu

Jadi Penyebab Cuaca Surabaya Panas Menyengat, Apa Itu Fenomena Ekuinoks?

Ekuinoks adalah salah satu fenomena astronomi di mana matahari melintasi garis khatulistiwa. Akibatnya, cuaca di sekitar khatulistiwa menjadi panas.


Pesawat Antariksa DART NASA Sukses Hantam Asteroid dengan Kecepatan Hipersonik

8 hari lalu

Pesawat Antariksa DART NASA Sukses Hantam Asteroid dengan Kecepatan Hipersonik

Siaran langsung menunjukkan gambar yang diambil oleh kamera DART saat kendaraan penabrak melesat ke asteroid Dimorphos.


Badai Ian Paksa NASA Tunda Peluncuran Misi Artemis 1

10 hari lalu

Badai Ian Paksa NASA Tunda Peluncuran Misi Artemis 1

Sebelumnya NASA pernah membatalkan peluncuran Artemis 1 karena SLS mengalami masalah.


Untuk Piala Dunia 2022, Qatar Siapkan Pusat Kendali Keamanan Bergaya NASA

12 hari lalu

Untuk Piala Dunia 2022, Qatar Siapkan Pusat Kendali Keamanan Bergaya NASA

Untuk Piala Dunia 2022, Qatar telah mempersiapkan diri dengan memperketat protokol keamanan mereka dengan 2 ribu kamera. Seberapa siap?


5 Efek Negatif dari Radiasi Sinar Ultraviolet untuk Kesehatan

14 hari lalu

5 Efek Negatif dari Radiasi Sinar Ultraviolet untuk Kesehatan

Paparan radiasi sinar ultraviolet yang berlebihan diketahui memiliki dampak negatif terhadap kesehatan. Berikut lima efek negatif dari radiasi UV.


DKI Jakarta Janji Turunkan 41 Persen Partikel Polusi Udara Berbahaya buat Kesehatan

16 hari lalu

DKI Jakarta Janji Turunkan 41 Persen Partikel Polusi Udara Berbahaya buat Kesehatan

DKI Jakarta menargetkan penurunan 41 persen polutan berbahaya PM2,5 pada 2030 melalui tiga strategi dan 75 rencana aksi pengendalian pencemaran udara.