LIPI Bentuk Tim Pelaksana Keamanan Siber di Indonesia

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gedung LIPI. Wikipedia.org

    Ilustrasi gedung LIPI. Wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah (PDDI) LIPI resmi menjadi bagian dari Government-Computer Security Incident Response Team (Gov-CSIRT) Indonesia yang ditandai dalam kegiatan Launching Computer Security Incident Response Team (CSIRT) LIPI 2021 pada Senin, 28 Juni 2021.

    Plt. Kepala PDDI LIPI, Hendro Subagyo mengatakan LIPI-CSIRT dibentuk untuk melakukan pencegahan insiden, dengan cara terlibat aktif dalam penilaian dan deteksi ancaman, perencanaan mitigasi, dan tinjauan atas arsitektur keamanan informasi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

    CSIRT memiliki otoritas untuk menangani berbagai insiden keamanan siber yang terjadi atau mengancam sistem informasi BSSN berupa web defacement, DDOS, malware, dan phising. Dukungan yang diberikan oleh BSSN dapat bervariasi tergantung dari jenis, dampak insiden dan layanan yang digunakan,” paparnya dalam keterangan tertulis, Minggu, 27 Juni 2021.

    Sebelumnya, kata Hendro, berdasarkan surat BSSN Nomor 14/BSSN/03/PP.01.07/01/2020 tentang Persiapan Instansi Pemerintah sebagai Pilot Project Pembentukan CSIRT Tahun 2020, LIPI menindaklanjuti dengan bersepakat menjadi bagian dari Gov-CSIRT Indonesia dengan nama LIPI-CSIRT. "Konstituen dari LIPI-CSIRT meliputi seluruh satuan kerja di lingkungan LIPI,” imbuhnya.

    Mengingat pentingnya keamanan siber, maka negara melalui Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) membentuk Computer Security Incident Response Team (CSIRT) sebagai salah satu pelaksana keamanan siber di Indonesia.

    “LIPI ditargetkan menjadi salah satu instansi pusat dalam program pembentukan CSIRT sebagai Target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Prioritas Nasional Tahun 2021,” ungkap Plh. Kepala LIPI Agus Haryono.

    Agus menjelaskan, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan LIPI-CSIRT kepada konstituen di lingkungan LIPI dengan memberikan layanan yang meliputi respon insiden dalam bentuk triase insiden, koordinasi insiden, dan resolusi insiden.

    “Kerja sama antara LIPI dengan BSSN ini dalam rangka penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber pada sektor pemerintah serta membangun kapasitas sumber daya penanggulangan dan pemulihan insiden keamanan siber di LIPI. Tim LIPI CSIRT dapat melakukan layanan reaktif dan proaktif seperti early warning, response dan recovery, serta menjaga kerentanan (vulnerabilities) dari sebuah sistem. Tim juga harus mampu memberikan layanan reaktif bila terjadi insiden baik sebagai artefak maupun forensik, serta layanan security assessment,” ujarnya.

    Kegiatan LIPI ini turut menghadirkan narasumber Rendra Perdana dari Blibli.com dengan topik “The Past, Present and Future of Cyber Security”, serta Wyethman Piter dari Xenesis Datacorp Technologies dengan topik “Cyber Security di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Rangka Penerapan e-Government”.

    Baca:
    Sudah Tahu Arti dari 16 Digit NIK di KTP? Ini Penjelasannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.