Bagaimana Cara Ilmuwan Dunia Belajar?

Reporter

Editor

Devy Ernis

Seorang pegawai menunjukkan salah satu halaman dari naskah teori relativitas umum Albert Einstein yang ditampilkan di rumah lelang Christie di Paris, 22 November 2021. Naskah yang ditulis bersama oleh Albert Einstein dan Michele Besso itu terjual dengan harga 11,7 juta Euro atau setara Rp187 miliar, dalam acara lelang pada 23 November 2021. REUTERS/Antony Paone

TEMPO.CO, Jakarta - Para ilmuwan dunia seperti Albert Einstein, Thomas Alfa Edison, dan Isaac Newton tentunya tak lahir langsung menjadi jenius. Ada sebuah proses yang dilalui untuk bisa menemukan penemuan yang bermanfaat yaitu dengan belajar. Seperti apa ya cara para ilmuwan belajar pada zaman itu?

Jika dibandingkan dengan era sekarang, sarana belajar zaman dulu masih terbatas. Belum ada akses internet, handphone, maupun laptop. Mereka butuh usaha lebih keras untuk bisa menemukan sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan. Yuk, intip bagaimana mereka belajar seperti dilansir pada laman ruangguru.com.

Thomas Alva Edison

Ilmuwan yang satu ini banyak menciptakan penemuan di tiga bidang teknologi, yaitu bola lampu dan kelistrikan, perekam suara, serta perfilman. Thomas Alva Edison telah menghasilkan 1.093 karya yang berpengaruh besar bagi kehidupan kita.

Di balik penemuannya itu, rupanya Edison saat masih duduk di bangku sekolah dasar sangat sulit sekali menerima materi pelajaran yang diajarkan sehingga guru-gurunya menganggap dia sebagai anak yang terbelakang.

Sejak kecil, Edison juga mengalami gangguan pendengaran yang menyebabkan kesulitan untuk berkomunikasi secara verbal. Oleh sebab itu, dia sering diejek teman-temannya dengan julukan si idiot. Akhirnya, Edison berhenti dari sekolah dan memilih belajar sendiri di rumah.

Meskipun sering mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari teman-temannya, Edison tidak patah semangat. Dari kekurangannya itu, dia menjadi seseorang yang banyak ingin tahu tentang segala hal. Dia selalu menanyakan hal-hal yang belum ia pahami dan memunculkan pertanyaan baru setelah mendapat jawaban dari pertanyaan sebelumnya.

Bagi Edison, belajar tidak cukup jika dengan teori saja, melainkan harus mencoba dan terus mencoba. Hal ini dia terapkan pada percobaannya dalam membuat bola lampu. Beribu kali ia mengalami kegagalan pada percobaannya hingga akhirnya usahanya tidak sia-sia.

Sir Isaac Newton

Sir Isaac Newton merupakan seorang fisikawan, matematikawan, dan ahli astronomi kelahiran Inggris. Newton menjadi salah satu ilmuwan yang paling berpengaruh di dunia berkat karya-karyanya. Beberapa hasil penemuannya yang masih kita pelajari saat ini adalah Hukum Newton dan teori gravitasi bumi.

Newton merupakan seorang anak yatim dan tinggal bersama neneknya di desa. Saat bersekolah, dia sangat gemar membaca dan melakukan eksperimen sederhana. Dia menabung sedikit demi sedikit dari uang sakunya untuk membeli kayu, gergaji, palu, dan alat perkakas lainnya untuk membuat mesin-mesin kecil. Namun, ibunya pernah memintanya untuk berhenti dari sekolah dan menyuruhnya menjadi petani.

Merasa tidak cocok dengan pekerjaannya itu, Newton kemudian kembali bersekolah dan melanjutkan kuliah di Trinity College, Universitas Cambridge. Di sana, ia mengembangkan minatnya di bidang ilmu pengetahuan. Newton memiliki tekad kuat dan semangat belajar yang tinggi. Berkat kegigihannya, ia bisa menemukan teorema binomial dan mulai mengembangkan teori matematika menjadi kalkulus.

Albert Einstein

Einstein merupakan seorang ilmuwan yang banyak dikenal dengan teori relativitasnya. Selain itu, dia juga mengemukakan beberapa teori lain, seperti efek fotolistrik, Gerak Brown, statistik Bose-Einstein, dan masih banyak lagi.

Einstein lahir di dalam keluarga yang peduli terhadap pendidikan, terutama di bidang sains dan musik. Semasa sekolah, ia mengalami kesulitan untuk mengikuti mata pelajaran yang berhubungan dengan ilmu alam dan berhitung. Ia juga memiliki kepribadian yang introvert dan sangat pemalu.

Oleh sebab itu, ia dianggap sebagai murid yang terbelakang di sekolahnya. Setelah menyelesaikan sekolah menengah atasnya, Einstein berkeinginan masuk ke Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal) di Zurich, Jerman. Namun, dia gagal masuk tes dan harus mengulang hingga beberapa kali.

Sejak kecil, dia mengkhususkan waktunya untuk belajar mandiri setiap hari. Eintein mempelajari sendiri aljabar, geometri Euklides, dan juga kalkulus. Di usia 14 tahun, dia telah berhasil menguasai kalkulus integral dan diferensial.

Baca juga: Bukan Albert Einstein, Ini Daftar 5 Orang dengan IQ Tertinggi di Dunia

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Mengenal Jonathan, Kura-kura Tertua di Dunia Berusia 190 Tahun yang Hobi Makan dan Tidur

6 hari lalu

Mengenal Jonathan, Kura-kura Tertua di Dunia Berusia 190 Tahun yang Hobi Makan dan Tidur

Guinnes World Records menobatkan Jonathan sebagai kura-kura tertua di dunia yang pernah ada. Di tahun 2022 ini, usia Jonathan genap 190 tahun dan masih hidup di St. Helena, sebuah pulau kecil di Samudera Atlantik Selatan.


Hari Guru Nasional, Lakukan Hal Ini bersama Orang Tua dan Anak

9 hari lalu

Hari Guru Nasional, Lakukan Hal Ini bersama Orang Tua dan Anak

Di Hari Guru Nasional 2022, mari kita tunjukkan apresiasi dan penghargaan kepada orang tua dan anak dengan cara-cara sederhana berikut.


Trauma Pelajar Usai Gempa Cianjur dan Sistem Belajar Diubah 3 Pola

11 hari lalu

Trauma Pelajar Usai Gempa Cianjur dan Sistem Belajar Diubah 3 Pola

Dinas Pendidikan Jawa Barat memberikan penyembuhan trauma bagi pelajar korban gempa Cianjur. Mereka juga mengubah metode belajar jadi 3 pola.


Dosen Keperawatan Unair Masuk Top 2 Persen Peneliti Dunia

18 hari lalu

Dosen Keperawatan Unair Masuk Top 2 Persen Peneliti Dunia

Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (Unair) Ferry Efendi masuk dalam jajaran The World's Top 2% Scientist 2022.


3 Fakta Penemuan Arca Peninggalan Era Mataram Kuno di Trenggalek

19 hari lalu

3 Fakta Penemuan Arca Peninggalan Era Mataram Kuno di Trenggalek

Penemuan dua arca di situs Gondang, Kecamatan Tugu, Trenggalek menarik perhatian, karena diprakirakan dari era Mataram Kuno. Ini faktanya.


Kiat Mendidik Anak agar Kinerja Otak Maksimal

20 hari lalu

Kiat Mendidik Anak agar Kinerja Otak Maksimal

Pakar mengatakan ketika orang tua dapat mendidik anak dengan tepat maka otaknya dapat bekerja dengan benar dan ia menjadi lebih bahagia.


Rahasia Neurosains Anak Cepat Belajar

20 hari lalu

Rahasia Neurosains Anak Cepat Belajar

Cara didik yang kurang sesuai memiliki efek yang mendalam pada proses pertumbuhan dan perkembangan. Ketika bahagia, anak belajar dengan lebih cepat.


4 Cara Mendidik Anak Belajar dengan Cepat

22 hari lalu

4 Cara Mendidik Anak Belajar dengan Cepat

Mendidik anak untuk sukses memang bukan persoalan yang mudah, tapi orang tua bisa belajar mengoptimalkan potensi anak


BRIN Anugerahkan Habibie Prize 2022 kepada Empat Ilmuwan

24 hari lalu

BRIN Anugerahkan Habibie Prize 2022 kepada Empat Ilmuwan

Penghargaan Habibie Prize 2022 diberikan pada empat ilmuwan yang memberikan kontribusi di bidang iptek dan inovasi.


Productive Procrastination, Menunda Pekerjaan Utama untuk Melakukan Kesibukan Lain

26 hari lalu

Productive Procrastination, Menunda Pekerjaan Utama untuk Melakukan Kesibukan Lain

Menunda pekerjaan utama untuk melakukan kesibukan yang bukan prioitas menandakan productive procrastination