Update Covid-19, IDI Ajak Kembali Pakai Masker di Ruang Terbuka

Suasana kawasan Taman Monumen Nasional atau Monas, di Jakarta Pusat, Ahad, 19 Juni 2022. Kawasan itu dibuka kembali setelah ditutup karena pandemi Covid-19. TEMPO/Moh Khory Alfarizi

TEMPO.CO, Jakarta - Ikatan Dokter Indonesia atau IDI mengajak masyarakat di Indonesia agar mewaspadai tren penambahan lebih dari seribu kasus baru Covid-19 per hari di Indonesia yang telah terjadi sejak pekan lalu. Update Covid-19 pada Senin 20 Juni 2022, laporan penambahan kasus baru sebanyak 1.180 dengan sumbangan terbesar sebanyak 701 datang dari Jakarta. 

Erlina Burhan dari Bidang Kajian Penanggulangan Penyakit Menular PB IDI mengingatkan kembali perilaku hidup bersih dan sehat sebagai dasar kehidupan sehari-hari. Dan, sehubungan dengan kenaikan kasus positif Covid-19 yang kembali, ia menekankan pengetatan lagi perihal pemakaian masker.

“Pakai masker di ruang terbuka kembali dianjurkan,” kata Erlina daring dari Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Juni 2022. Dia menambahkan, "Kemarin kan sempat ada pelonggaran membuka masker di ruang terbuka, nah dengan meningkatnya kasus positif, kita kembali saja.”

Ia menjelaskan bahwa pandemi masih jauh dari selesai. Virus yang ada disebutnya terus bermutasi dengan subvarian Omicron BA.2 yang masih mendominasi. Secara global, terjadi peningkatan kasus Covid-19 di seluruh dunia saati ini terutama peningkatan kasus infeksi subvarian Omicron yang lebih baru lagi, BA.4 dan BA.5.

Itu sebabnya dia merekomendasikan pula aturan PCR negatif untuk setiap pelaku perjalanan kembali diberlakukan. Pertimbangannya, harga tes yang semakin murah. Sembari dia juga mengimbau para pemangku kebijakan seperti gubernur dan bupati melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan cakupan vaksinasi booster. Saat ini, angka capaian vaksinasi per 20 Juni 2022, dosis 1 (96,44 persen), dosis 2 ( 80,73 persen) dan dosis 3 (23,28 persen).

Guru Besar Bidang Pulmonologi dari FKUI sekaligus dokter di RSUP Persahabatan tak lupa meminta untuk meningkatkan kembali testing dan tracing. Selain edukasi massif kepada warga terus menerus tentang upaya pencegahan karena pandemi belum berakhir.

Sehari sebelumnya, berbicara dalam Pertemuan Pertama Menteri Kesehatan G20 di Yogyakarta, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, juga menyatakan bahwa persepsi pandemi telah berakhir adalah salah arah. Dia menyatakan prihatin dengan menurunnya pemeriksaan dan genome sequencing kasus Covid-19 di banyak negara.

Dia juga menyebutkan kalau di banyak negara, pembatasan telah dicabut dan kehidupan tampak seperti sebelum pandemi. Situasi ini, menurutnya, bisa membutakan manusia terhadap evolusi virus, padahal transmisi virus makin meningkat di banyak negara. Terutama karena sedang meluasnya infeksi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di negara-negara di dunia. 

Baca juga:
Hati-hati Kerusakan Saraf, Riset Sebut Gaya Hidup Sedentari Meningkat di Indonesia






Saran Pakar agar Terhindar dari Penularan Subvarian Kraken

11 jam lalu

Saran Pakar agar Terhindar dari Penularan Subvarian Kraken

Pakar merekomendasikan penggunaan masker kembali pada keadaan yang berisiko demi mencegah terkena subvarian Kraken.


Buka Pintu bagi Wisatawan dari Cina, Jokowi: Imunitas Kita Sudah di Angka 98,5

6 hari lalu

Buka Pintu bagi Wisatawan dari Cina, Jokowi: Imunitas Kita Sudah di Angka 98,5

Presiden Jokowi menyebut Indonesia telah membuka pintu bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung, termasuk Tiongkok yang tengah mengalami kenaikan kasus Covid-19.


WHO Sarankan Penumpang Pesawat Pakai Masker, Kasus Covid-19 di AS Naik

15 hari lalu

WHO Sarankan Penumpang Pesawat Pakai Masker, Kasus Covid-19 di AS Naik

WHO menyarankan penumpang pesawat kenakan masker karena kasus Covid-19 di AS naik.


Omicron XBB.1.5 Mulai Menyebar, WHO Minta Penumpang Pakai Masker di Pesawat

16 hari lalu

Omicron XBB.1.5 Mulai Menyebar, WHO Minta Penumpang Pakai Masker di Pesawat

WHO meminta agar penumpang pesawat memakai masker di perjalanan. Varian Omicron XBB.1.5 mulai menyebar di Amerika Serikat.


XBB.1.5 Diduga Varian Omicron Paling Mudah Menular dan Bisa Picu Gelombang Covid

16 hari lalu

XBB.1.5 Diduga Varian Omicron Paling Mudah Menular dan Bisa Picu Gelombang Covid

XBB.1.5 ditetapkan oleh WHO sebagai keturunan varian yang paling mudah menular dari varian Omicron.


WHO: Tidak Ada Varian Baru Covid di China, tapi Data Kematian Meragukan

21 hari lalu

WHO: Tidak Ada Varian Baru Covid di China, tapi Data Kematian Meragukan

WHO menyatakan, tidak ada varian baru virus Corona di China namun menyayangkan data kematian yang dinilai tidak sesuai kenyataan.


Ahli Minta Indonesia Ikuti Anjuran WHO untuk Pakai Masker

23 hari lalu

Ahli Minta Indonesia Ikuti Anjuran WHO untuk Pakai Masker

Ahli mengimbau semua pihak untuk tetap pakai masker, walaupun pemerintah sudah tidak mengintervensi dan mengembalikan kebebasan pada masyarakat.


Varian Omicron BF.7 Masuk Indonesia, Begini Langkah Antisipasi RSDC Wisma Atlet

26 hari lalu

Varian Omicron BF.7 Masuk Indonesia, Begini Langkah Antisipasi RSDC Wisma Atlet

Pemerintah mulai menutup secara bertahap RSDC Wisma Atlet Kemayoran mulai hari ini. Di sisi lain muncul kasus Covid-19 varian Omicron BF.7


7 Kasus Covid-19 BF.7 Ditemukan di Jakarta, Dua Domisili di Luar DKI

27 hari lalu

7 Kasus Covid-19 BF.7 Ditemukan di Jakarta, Dua Domisili di Luar DKI

Lima kasus Covid-19 sub varian Omicron BF.7 di Jakarta itu tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri atau luar kota.


Jokowi Resmi Setop PPKM

27 hari lalu

Jokowi Resmi Setop PPKM

Presiden Jokowi resmi mengumumkan menghentikan PPKM. Kebijakan ini diambil lebih cepat, karena sebelumnya pemerintah menyebut hasil kajian baru akan selesai minggu ketiga bulan Januari.