Siti Nurbaya dan Jokowi Dipuji Soal Deforestasi, Apa Kata Walhi?

Aktivis lingkungan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Tengah memasang instalasi manekin menyerupai pejabat pengambil keputusan yang ditenggelamkan di laut saat aksi respon terhadap KTT perubahan iklim COP26, di pesisir Tambakrejo, Semarang, Jawa Tengah, Jumat 5 November 2021. Mereka mendesak agar pemerintah Indonesia memberikan solusi dan kontribusi nyata dalam mengatasi krisis iklim dengan menghentikan penggunaan bahan bakar fosil, deforestasi, serta mengedepankan pembangunan yang berkesinambungan dengan alam. ANTARA FOTO/Aji Styawan

TEMPO.CO, Jakarta - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau Walhi memandang dua faktor di balik susutnya luas deforestasi dan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia terkini. Keduanya adalah hutan yang sudah banyak berkurang ataupun beralih fungsi, dan pengaruh La Nina atau cuaca.

"Jadi bukan karena adanya intervensi yang baik dari pemerintah," kata Manajer Kampanye Hutan dan Kebun Walhi, Uli Arta Siagian, saat dihubungi, Jumat 11 November 2022. 

Baca juga:
4 Seruan Petani untuk 'Proyek Hijau' Michelin di Hutan Tebo Jambi

Uli dimintakan tanggapannya atas keterangan yang dibagikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dari Konferensi Iklim PBB COP27 di Sharm el-Sheikh, Mesir. Dari lokasi itu Menteri Siti Nurbaya membanggakan deforestasi di Indonesia yang berhasil ditekan ke titik terendahnya pada 2020-2021--dan menuai pujian dari peserta konferensi lainnya.

Pun dengan kebakaran hutan. "Kami perlu menggarisbawahi bahwa Indonesia telah sukses mencegah terjadinya kebakaran yang dapat menyebabkan kabut asap selama tiga tahun pandemi, dari 2020 sampai 2022," ujar Siti. 

Menurut Uli, deforestasi berkurang karena memang hutan alam di Indonesia sudah banyak berkurang. Penyebabnya, penerbitan izin-izin hak pengusahaan hutan (HPH), hutan tanaman industri (HTI), perkebunan, juga tambang.

Itu pun, Uli menambahkan, deforestasi masih terjadi dengan laju satu juta hektare per tahun. Deforestasi disebutnya terutama bergeser ke wilayah Timur Indonesia setelah hutan di Jawa, Sumatera dan Kalimantan disebutnya telah berkurang drastis.

"Poinnya bukan soal deforestasi yang berkurang tapi di tengah arealnya yang sudah jauh berkurang, kita masih kehilangan hutan," kata Uli lagi.

Terhadap kebakaran hutan yang jauh mereda, Uli juga punya pendapat berbeda dengan Menteri Siti. Dia tak melihat ada keberhasilan pemerintah. Sebaliknya, dia melihat faktor cuaca. Perbandingannya adalah dengan kebakaran hutan 2015 dan 2019.

"Kondisi cuacanya tidak sama dengan sekarang yang lebih banyak hujan dan banjir," katanya sambil menambahkan, "Daya dampak cuaca hingga menyebabkan kebakaran hutan tidak sebesar 2015 dan 2019."

Tentang Program Kehutanan Sosial yang diklaim Menteri Siti Nurbaya berhasil mengatasi masalah kebakaran hutan dan menekan deforestasi, Uli sependapat. Tapi, lagi-lagi dia mempertanyakan peran negara di sana.

Perhutanan Sosial, versi Uli, adalah tak lain rekognisi pemerintah atas hak akses masyarakat terhadap hutannya. "Bagaimana masyarakat menjaga dan mengelola hutan mereka untuk membuat keseimbangan pemenuhan kebutuhan dan keberlanjutan hutan yang memang sudah berjalan dan diperjuangkan ke negara."

Itu, kata Uli, adalah peran komunitas, bukan negara. "Perjuangan panjang masyarakat sipil dan masyarakat adat untuk mendapatkan hak tersebut."

Baca juga:
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Cabut Gelar Guru Besar Menteri Siti Nurbaya, Kenapa?

Uli justru mengingatkan soal target dua periode pemerintahan Presiden Jokowi untuk menetapkan Perhutanan Sosial seluas total 12,7 juta hektare. "Baru terealisasi sekitar 3 juta hektare atau hanya sekitar 20 persen."







Jokowi Tunjuk Yudo Margono Jadi Panglima TNI, Pengamat: Perubahan Pendekatan Papua Jadi Ujian

1 jam lalu

Jokowi Tunjuk Yudo Margono Jadi Panglima TNI, Pengamat: Perubahan Pendekatan Papua Jadi Ujian

Yudo Margono diharapkan bisa merealisasikan kebijakan ihwal perubahan pendekatan dalam menangani konflik di Papua


Istilah Ghosting Pernah Sangat Populer Setelah Percintaan Kaesang dan Felicia Tissue Kandas

1 jam lalu

Istilah Ghosting Pernah Sangat Populer Setelah Percintaan Kaesang dan Felicia Tissue Kandas

Istilah ghosting pernah sangat populer saat hubungan Kaesang Pangarep dan Felicia Tissue kandas. Ingat lagi, apa artinya?


Lika-Liku Kisah Cinta Kaesang Pangarep, Akhirnya Berlabuh kepada Erina Gudono

3 jam lalu

Lika-Liku Kisah Cinta Kaesang Pangarep, Akhirnya Berlabuh kepada Erina Gudono

Segera berlabuh di pelaminan bersama Erina Gudono, begin kisah cinta Kaesang Pangarep putra bungsu Presiden Jokowi.


Puan Bantah Penundaan Penyerahan Surpres Calon Panglima TNI karena Ada Perubahan Nama

3 jam lalu

Puan Bantah Penundaan Penyerahan Surpres Calon Panglima TNI karena Ada Perubahan Nama

Ketua DPR RI Puan Maharani resmi mengumumkan nama calon Panglima TNI Laksamana Yudo Margono yang akan menggantikan Andika Perkasa


Puan Jelaskan Mekanisme Setelah DPR Terima Surpres Calon Panglima TNI

3 jam lalu

Puan Jelaskan Mekanisme Setelah DPR Terima Surpres Calon Panglima TNI

Puan Maharani, menyatakan KSAL Laksamana Yudo Margono merupakan nama yang diusulkan Presiden Jokowi sebagai calon Panglima TNI


Silat Lidah Menpora Zainudin Amali Setelah SUGBK Dipakai Relawan Jokowi

3 jam lalu

Silat Lidah Menpora Zainudin Amali Setelah SUGBK Dipakai Relawan Jokowi

Menpora Zainudin Amali menegaskan SUGBK tak diperkenankan untuk gelaran apa pun jelang 6 bulan Piala Dunia U-20. Kenapa ada kegiatan relawan Jokowi?


PDIP Sindir Ring Satu Jokowi soal Acara Relawan, Mensesneg: Kita Fokus ke Pemerintahan

4 jam lalu

PDIP Sindir Ring Satu Jokowi soal Acara Relawan, Mensesneg: Kita Fokus ke Pemerintahan

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengimbau ring satu Presiden Joko Widodo alias Jokowi agar tidak bersikap Asal Bapak Senang (ABS)


Kemlu RI: Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim Akan Berkunjung ke Indonesia

4 jam lalu

Kemlu RI: Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim Akan Berkunjung ke Indonesia

Kementerian Luar Negeri RI mengkonfirmasi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim akan melakukan kunjungan ke Indonesia.


Intip Koleksi Mobil 3 Tokoh Berambut Putih, Mana yang Paling Keren?

4 jam lalu

Intip Koleksi Mobil 3 Tokoh Berambut Putih, Mana yang Paling Keren?

Berikut daftar koleksi mobil dari tiga tokoh politik atau pejabat yang memiliki warna rambut putih, dilansir dari situs LHKPN:


KSAL Yudo Margono Calon Panglima TNI, Mensesneg Ungkap Rotasi Matra Jadi Pertimbangan

4 jam lalu

KSAL Yudo Margono Calon Panglima TNI, Mensesneg Ungkap Rotasi Matra Jadi Pertimbangan

Jokowi mengirimkan surpres ihwal usulan nama calon Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa yaitu KSAL Laksamana Yudo Margono