Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Mengenal Filologi, Apa Hubungannya dengan Teks Kuno?

image-gnews
Program DREAMSEA bertujuan untuk mendigitalisasi naskah kuno di Asia Tenggara, khususnya terhadap manuskrip-manuskrip yang disimpan oleh masyarakat Indonesia. Kredit: DREAMSEA
Program DREAMSEA bertujuan untuk mendigitalisasi naskah kuno di Asia Tenggara, khususnya terhadap manuskrip-manuskrip yang disimpan oleh masyarakat Indonesia. Kredit: DREAMSEA
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Slamet Muljana merupakan salah satu sejarawan dan filologi dari Indonesia yang telah memiliki banyak karya. Apa itu filologi yang dipelajari Slamet Muljana?

Dikutip dari Britannica, filologi adalah sebuah disiplin ilmu yang berkaitan dengan pemahaman, penelitian, dan rekonstruksi teks-teks kuno, serta mempelajari aspek-aspek budaya dan sejarah yang terkait dengan sastra dan bahasa.

Melansir dari buku Pengantar Teori Filologi yang diterbitkan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kata "filologi" berasal dari bahasa Yunani, di mana "phílos" berarti "cinta" dan "lógos" berarti "kata" atau "tulisan". Dengan demikian, filologi secara harfiah berarti "cinta pada kata" atau "senang bertutur".

Tujuan utama filologi adalah untuk memahami, menginterpretasikan, dan mempertahankan warisan budaya yang diwakili oleh teks-teks kuno dan kontemporer. Filologi mencakup berbagai bidang studi, termasuk sastra, linguistik, sejarah, arkeologi, dan bahasa.

Filologi dipakai sejak abad ke-3 sebelum masehi oleh sekelompok Aleksandria yang kemudian dikenal sebagai ahli filologi. Orang pertama yang memakai filologi adalah Erastothenes. Pada waktu itu, mereka berusaha mengkaji teks-teks lama yang berasal dari bahasa Yunani. Pengkajian tersebut bertujuan menemukan·maksud pengarangnya dengan jalan menyeleksi kesalahan-kesalahan yang terdapat di dalamnya.

Mereka pun menghadapi kesulitan, teks naskah masing-masing menunjukkan bacaan yang berbeda bahkan ada yang menunjukkan bacaan yang rusak. Sehingga untuk mengetahui bentuk teks yang asli, mereka perlu meneliti naskah-naskah itu untuk mendapatkan naskah yang mendekati teks asli dan naskah yang menyimpang. Kemudian terbentuk lah ilmu filologi

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sehingga filologi memiliki beberapa tujuan secara umum dalam penggunaannya yakni memahami sejauh mungkin kebudayaan suatu bangsa melalui hasil sastranya, baik lisan maupun tertulis, memahami makna dan fungsi teks bagi masyarakat penciptanya, mengungkapkan nilai-nilai budaya lama sebagai alternatif pengembangan kebudayaan.

Sedangkan secara khusus filologi memiliki tujuan untuk menyunting sebuah teks yang dipandang paling dekat dengan teks aslinya, mengungkap sejarah terjadinya teks dan sejarah perkembangannya, dan mengungkap resepsi pembaca pada setiap kurun penerimaannya.

Bagi orang yang memiliki minat atau mempelajari bidang ilmu filologi ada beberapa pekerjaan yang masih berkaitan dengan filologi seperti pendidik, penulis, peneliti akademik, hingga penerjemah.

Pilihan Editor: Kontroversi Karya Slamet Muljana, Ini profil Sejarawan dan Bapak Filologi

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Keistimewaan Gedung Museum Nasional yang Berusia 245 Tahun

10 hari lalu

Halaman depan Museum Nasional yang beralamat di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu, 17 September 2023. Tempo/M. Faiz Zaki
Keistimewaan Gedung Museum Nasional yang Berusia 245 Tahun

Museum Nasional yang kemarin alami kebakaran disebut museum gajah. Ini keistimewaan gedung yang berusia 245 tahun.


Perkumpulan Ahli Arkeologi: Kerusakan Akibat Kebakaran Museum Nasional Tak Tergantikan

11 hari lalu

Anggota Polisi saat melakukan olah TKP lokasi kebakaran Museum Nasional, Jakarta, Minggu, 17 September 2023. Kebakaran tersebut mengakibatkan empat ruangan terbakar yakni dua ruangan di sayap sebelah kanan dan dua ruangan di bagian tengah.  TEMPO/M Taufan Rengganis
Perkumpulan Ahli Arkeologi: Kerusakan Akibat Kebakaran Museum Nasional Tak Tergantikan

Dari peristiwa kebakaran di Museum Nasional Indonesia, IAAI Komda Jabodetabek berharap masih banyak koleksi artefak yang bisa terselamatkan.


DKI Diubah Jadi Daerah Khusus Jakarta, Peneliti BRIN: Pertahankan Nilai Sejarah

14 hari lalu

Warga berfoto di anjungan Halte Transjakarta Bundaran HI yang sedang dilakukan uji coba, di Jakarta, Minggu, 9 Oktober 2022. Anjungan menjadi spot foto baru dengan latar belakang Patung Selamat Datang dan air mancur Bundaran HI. TEMPO/M Taufan Rengganis
DKI Diubah Jadi Daerah Khusus Jakarta, Peneliti BRIN: Pertahankan Nilai Sejarah

Berdasarkan penilaian peneliti BRIN, masyarakat perlu waktu untuk beradaptasi dengan nama baru Daerah Khusus Jakarta.


India Ganti Nama? Perdana Menteri India Gunakan Bharat untuk Sebut Negaranya dalam KTT G-20, Apa Artinya?

18 hari lalu

Modi menggunakan 'Bharat' untuk papan nama G20, bukan India, di tengah baris perubahan namaLayar raksasa menampilkan Perdana Menteri India Narendra Modi di Pusat Media Internasional, saat ia duduk di belakang tanda negara bertuliskan
India Ganti Nama? Perdana Menteri India Gunakan Bharat untuk Sebut Negaranya dalam KTT G-20, Apa Artinya?

Nama Bharat digunakan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam mewakili negara ini pada KTT G20. Apa sebenarnya makna dari Bharat?


Disbud DIY Temukan Wadah Air Diduga dari Era Majapahit di Situs Cagar Budaya Keputren

22 hari lalu

Dinas Kebudayaan (Disbud) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Tim Ekskavasi Situs Keputren Kawasan Cagar Budaya (KCB) Kerto-Pleret menemukan artefak fragmen gerabah di duga wadah air terbuka dengan motif hias dan ciri khas era Kerajaan Majapahit. (Dok.Dinas Kebudayaan DIY)
Disbud DIY Temukan Wadah Air Diduga dari Era Majapahit di Situs Cagar Budaya Keputren

Fragmen gerabah wadah air tanpa tutup berukir diduga peninggalan Majapahit pada abad ke-13


Peringatan 11 Tahun UU Keistimewaan Yogyakarta, Ini Sejarah Benteng Baluwerti Keraton

28 hari lalu

Benteng Baluwerti Keraton Yogyakarta. (Dok. Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta)
Peringatan 11 Tahun UU Keistimewaan Yogyakarta, Ini Sejarah Benteng Baluwerti Keraton

Benteng Baluwerti yang mengelilingi Keraton Yogyakarta dulunya merupakan pertahanan dari serangan penjajah.


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: BRIN Rancang Program Arkeologi, Rektor Sebut Alumni UGM Jadi Presiden

35 hari lalu

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko pada peluncuran Pusat Kolaborasi Riset di Padang, Kamis, 3 November 2022. (Antara/Ikhwan Wahyudi)
Top 3 Tekno Berita Hari Ini: BRIN Rancang Program Arkeologi, Rektor Sebut Alumni UGM Jadi Presiden

Topik tentang BRIN rancang program khusus arkeologi menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Yogya Gelar Lomba Gobak Sodor, Ini Sepenggal Sejarah Permainan Itu

36 hari lalu

Permainan Gobag Sodor di Sleman Yogyakar.ta. Dok.istimewa
Yogya Gelar Lomba Gobak Sodor, Ini Sepenggal Sejarah Permainan Itu

Gobak Sodor merupakan permainan yang biasanya dilakukan di tanah lapang atau ruang terbuka sehingga pemainnya leluasa bergerak.


BRIN Rancang Program Khusus Arkeologi, Terbuka untuk Fresh Graduate

36 hari lalu

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko pada peluncuran Pusat Kolaborasi Riset di Padang, Kamis, 3 November 2022. (Antara/Ikhwan Wahyudi)
BRIN Rancang Program Khusus Arkeologi, Terbuka untuk Fresh Graduate

BRIN sedang menggodok program untuk memajukan bidang arkeologi di Indonesia.


Bunker Perang Dunia II Disulap jadi Penginapan Mewah yang Menghadap ke Laut

41 hari lalu

Transmitter Bunker, penginapan tepi pantai sisa Perang Dunia II. (sykescottages.co.uk)
Bunker Perang Dunia II Disulap jadi Penginapan Mewah yang Menghadap ke Laut

Transmitter Bunker awalnya merupakan bagian dari sistem radar Chain Home yang digunakan selama Perang Dunia II.