Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

WWF: Kasus Perdagangan Satwa Liar Bisa Jadi Lebih Besar dari Data Badan PBB UNODC

image-gnews
Orang utan yang ditangkap dari perbatasan Thailand-Malaysia terlihat dari kandang sebelum dipindahkan ke Indonesia, di bandara Suvarnabhumi Bangkok, Thailand, 21 Desember 2023. Tiga Orang Utan Sumatera yang diperdagangkan dipulangkan dari Thailand ke Indonesia. Satwa liar yang dilindungi itu menjadi korban perdagangan hewan ilegal. REUTERS/Athit Perawongmetha
Orang utan yang ditangkap dari perbatasan Thailand-Malaysia terlihat dari kandang sebelum dipindahkan ke Indonesia, di bandara Suvarnabhumi Bangkok, Thailand, 21 Desember 2023. Tiga Orang Utan Sumatera yang diperdagangkan dipulangkan dari Thailand ke Indonesia. Satwa liar yang dilindungi itu menjadi korban perdagangan hewan ilegal. REUTERS/Athit Perawongmetha
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi lingkungan internasional World Wildlife (WWF) mengecam perdagangan satwa liar dilindungi yang masih marak terjadi di skala global. WWF merespons data United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) yang menyebut bahwa perdagangan satwa liar secara keseluruhan belum berkurang sejak dua dekade lalu.

WWF menilai bahwa jumlah kasus sebenarnya mungkin lebih besar dari yang bisa dilaporkan oleh badan dunia tersebut. “Perburuan dan perdagangan banyak yang terselubung sehingga data yang tersedia mungkin tidak merepresentasikan besarnya ancaman,” kata Forest and Wildlife Program Director WWF, M. Ali Imron lewat keterangan tertulis yang diterima Tempo, Selasa, 21 Mei 2024.

Imron mengatakan, mungkin masih ada data-data lain yang belum terekspos soal perdagangan satwa liar ini namun belum ditemukan. “Bisa jadi (kasusnya) lebih besar. Sebab metode dan usaha untuk pemantauan beragam dan akan sangat susah untuk untuk menjawab tren-nya,” ujar Imron.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kendati demikian Imron mengapresiasi kinerja para penegak hukum di skala global maupun lokal dalam hal penanganan kasus perdagangan satwa liar dilindungi ini. Menurut dia, upaya yang dilakukan sudah cukup optimal dan hanya perlu ditingkatkan lagi. Salah satunya lewat kerja kolaborasi antar organisasi dan lembaga-lembaga terkait.

Sebelumnya UNODC merilis keterangan bahwa kasus perdagangan satwa liar tidak berkurang sejak dua dekade lalu. Satwa yang banyak diperdagangkan adalah reptil, ikan, burung dan mamalia yang hidup liar di alam. Pada 2015-2021, UNODC pernah menyita 13 juta item perdagangan ilegal yang berisikan hampir 4.000 spesies tumbuhan dan hewan di 162 negara. "Upaya memerangi perdagangan gading gajah dan cula badak harus ditunjukkan untuk menurunkan jumlah kasus perburuan," kata UNODC seperti dikutip Reuters.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Profil Jerry Ng Bankir Veteran Pemilik Bank Jago

4 hari lalu

Jerry Ng. Istimewa
Profil Jerry Ng Bankir Veteran Pemilik Bank Jago

Bank Jago milik Jerry Ng beberapa hari terakhir mendapat perhatian setelah kasus pembobolan oleh eks karyawannya terungkap. Ini profilnya


Pengaturan Koridor Ekologi UU KSDAHE Diklaim Bakal Kurangi Konflik Manusia dan Satwa Liar

5 hari lalu

Sejumlah Mahout (pawang) memasangkan kalung GPS (GPS Collar) pada leher seekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) liar di kantong habitat Sugihan-Simpang Heran yaitu di area konsesi mitra pemasok APP Sinar Mas PT Bumi Andalas Permai (BAP), Desa Sungai Batang, Kecamatan Air Sugihan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Minggu 14 Mei 2023. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan bersama APP Sinar Mas dan Perkumpulan Jejaring Hutan Satwa (PJHS) memasang sebuah kalung GPS pada seekor gajah Sumatera liar berjenis kelamin betina bernama Meisya yang berusia 25 tahun dengan berat 2.782 kg untuk pemantauan pergerakan satwa itu dalam upaya mitigasi konflik. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Pengaturan Koridor Ekologi UU KSDAHE Diklaim Bakal Kurangi Konflik Manusia dan Satwa Liar

Koridor ekologi atau ekosistem penghubung merupakan salah satu bentuk areal preservasi.


Marak Perburuan Badak Jawa, Pakar dari Itera Tekankan Pentingnya Teknologi untuk Konservasi

19 hari lalu

Tangkapan layar kelahiran dua anak Badak Jawa. Dok: KLHK
Marak Perburuan Badak Jawa, Pakar dari Itera Tekankan Pentingnya Teknologi untuk Konservasi

Berbagai pendekatan teknologi sangat mutlak dibutuhkan dalam upaya pengelolaan badak jawa.


Satwa Liar Minggir Karena Ada IKN, Ini Koridor-koridor yang Ditetapkan untuk Mereka

44 hari lalu

Papan peringatan jalur perlintasan satwa liar terpasang di sisi Jalan Samboja-Sepaku yang masuk ke dalam koridor satwa Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Senin, 14 Maret 2022. Pada koridor satwa IKN Nusantara direncanakan akan dibangun underpass dan flyover sebagai perlintasan satwa liar. ANTARA/Hafidz Mubarak A
Satwa Liar Minggir Karena Ada IKN, Ini Koridor-koridor yang Ditetapkan untuk Mereka

Guru Besar UI mengusulkan kawasan IKN memiliki koridor ekologi. Dasarnya, biodiversitas Kalimantan Timur yang sangat kaya dibanding sekitarnya.


AKKP Wakatobi Beri Pelatihan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan, Harap Jadi Rujukan Regional

45 hari lalu

Foto bersama seluruh peserta pelatihan pengelolaan kawasan konservasi perairan di AKKP Wakatobi saat kunjungan ke Desa Liya Togo. FOTO/Dok. CoE Wakatobi
AKKP Wakatobi Beri Pelatihan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan, Harap Jadi Rujukan Regional

Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi adalah kampus vokasional yang berada di bawah lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan.


Dua Warga Kabupaten Mukomuko Tewas Dimangsa Buaya, BKSDA Bengkulu Akan Pasang Perangkap di Sungai Selagan

49 hari lalu

Ilustrasi buaya. Sumber: Shutterstock/english.alarabiya.net
Dua Warga Kabupaten Mukomuko Tewas Dimangsa Buaya, BKSDA Bengkulu Akan Pasang Perangkap di Sungai Selagan

BKSDA Bengkulu dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mukomuko akan memasang dua unit perangkap buaya di Sungai Selagan, pekan depan.


Telkomsel Sukses Hadirkan Konektivitas Digital Selama WWF 2024

51 hari lalu

PHOTO CAPTIONTrafik Data Telkomsel di WWF 2024_1-2: Telkomsel sukses hadirkan pengalaman layanan konektivitas digital pada gelaran World Water Forum 2024 dengan mencatatkan pertumbuhan trafik layanan data lebih dari 43% dan peningkatan trafik data layanan 5G mencapai lebih dari 114% dibandingkan hari biasa
Telkomsel Sukses Hadirkan Konektivitas Digital Selama WWF 2024

Telkomsel sukses hadirkan pengalaman layanan konektivitas digital pada gelaran World Water Forum 2024 dengan mencatatkan pertumbuhan trafik layanan data lebih dari 43% dan peningkatan trafik data layanan 5G mencapai lebih dari 114% dibandingkan hari biasa.


Komitmen dan Aksi Nyata Pertamina Kelola Keberlangsungan Air

58 hari lalu

Komitmen dan Aksi Nyata Pertamina Kelola Keberlangsungan Air

Upaya Pertamina dalam keberlanjutan, termasuk pengelolaan air, dipublikasikan dalam Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report)


Walkot Makassar Jadi Narasumber di WWF ke-10

58 hari lalu

Walkot Makassar Jadi Narasumber di WWF ke-10

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto, dipercaya menjadi narasumber dan penanggap di World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali bersama wali kota se-Asia Pasifik.


Pemkot Makassar Sampaikan Komitmen Kelola Air Berkelanjutan di WWF 2024

59 hari lalu

Pemkot Makassar Sampaikan Komitmen Kelola Air Berkelanjutan di WWF 2024

Dalam diskusi ini, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga hadir untuk membahas peran pemerintah daerah dalam manajemen air.