TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah wilayah di Kalimantan Timur, termasuk yang ada di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), masih berpotensi dilanda banjir susulan sepekan ke depan. Banjir merendam sejumlah kelurahan di Mahakam Ulu, Balikpapan, dan Penajam Paser Utara setelah hujan turun dalam intensitas tinggi pada Sabtu-Minggu lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan bahwa potensi tersebut dapat terjadi akibat masih berlangsungnya fenomena atmosfer berupa gelombang Rossby-Kelvin dan Madden Julian Oscillation (MJO). Keduanya disebutkan dapat meningkatkan curah hujan di wilayah yang dilintasinya, termasuk Kalimantan Timur.
Selain itu juga ada faktor belokan angin regional. "Sehingga diprakirakan satu minggu ke depan masih ada hujan yang berpotensi terjadi hidro-meteorologi basah di Kalimantan Timur," kata Abdul Muhari dalam siaran daring bertajuk disaster briefing yang diikuti dari Jakarta hari ini.
Pusdalops BNPB mencatat banjir melanda 15 kelurahan di dalam wilayah administrasi Kecamatan Balikpapan Utara, Barat, Kota, Timur, Selatan, dan Balikpapan Tengah pada Sabtu lalu. Saat yang bersamaan hujan deras juga menyebabkan tanah longsor di empat kelurahan yang tersebar di Kecamatan Balikpapan Kota, Tengah, dan Selatan.
Pada Minggu, hujan intensitas tinggi disebut mengakibatkan Sungai Sepaku meluap hingga merendam sejumlah rumah di Kelurahan Gunung Seteleng, Kabupaten Penajam RoyalToto Paser Utara. Wilayah ini termasuk ke dalam Ibu Kota Nusantara (IKN).
Khusus di IKN, Presiden Joko Widodo baru saja mengumpulkan para menteri untuk rapat kabinet hari ini, Senin 12 Agustus 2024, dan mereka rencananya akan kembali berada di lokasi ini untuk upacara HUT RI 17 Agustus nanti.
"Seharusnya IKN aman karena sudah dilakukan upaya pengendalian yang cukup masif, semoga semua kegiatan yang akan dilangsungkan di sana akan berjalan lancar," kata dia.
BNPB, Abdul Muhari menambahkan, meminta pemerintah daerah aktif mengawasi kondisi aliran sungai dan perbukitan terjal yang rentan longsor. Selain itu, menjadikan prakiraan cuaca yang di rilis setiap tiga jam oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai rujukan utama.
Prediksi Cuaca BMKG
BMKG, dalam prospek cuaca mingguan 13-19 Agustus 2024, memang menyatakan masih ada potensi hujan di beberapa wilayah Indonesia, terutama di bagian utara dan tengah. Selain gangguan fenomena MJO secara spasial dan gelombang Rossby Ekuatorial, potensi itu disebabkan oleh pertemuan dan perlambatan angin yang mendukung pembentukan awan konvektif, serta labilitas udara yang menciptakan kondisi atmosfer tidak stabil.
Tak hanya Kalimantan Timur, seluruh wilayah provinsi lainnya di Kalimantan mendapat peringatan dini BMKG untuk potensi hujan sedang-lebat. Hujan bahkan dapat disertai petir dan angin kencang.
Wilayah provinsi lainnya dengan peringatan dini yang sama adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Pilihan Editor: Apa Itu Air Quality Index yang Disebut Jokowi Angkanya 6 di IKN?