Hari Sabath, BlackBerry & iPhone pun Harus Istirahat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sonja Lyubomirsky dan applikasi iPhone 'Live Happy'

    Sonja Lyubomirsky dan applikasi iPhone 'Live Happy'

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Teman, kepercayaan terhadap hari Sabath mungkin sudah tua. Terasa seperti sudah ribuan tahun umurna. Tapi, kepercayaan itu kini menguat lagi sekarang ini, saat orang sudah terkepung dunia digital.

    Beberapa kalangan Yahudi meluncurkan gerakan sehari putus hubungan dengan dunia digital. Reboot, sebuah lembaga nirlaba Yahudi, (www.rebooter.net) meluncurkan gerakan baru Sabbath itu.

    Hari Sabbath dimulai dari Jumat petang hingga Sabtu petang, adalah tradisi Yahudi. Biasanya ada pesta, tersedia roti, wine, daging dan ikan, lilin, dan tentu saja doa. Orang Yahudi di hari itu tak bekerja. Mereka berkumpul bersama keluarga merayakan hari Sabbath

    Nah, Reboot memperbarui gerakan itu dan membuat Sabbath Manifesto dengan gerakan yang berbeda. Di hari Sabtu, mereka mengajurkan semua orang Yahudi putus hubungan dengan semua peranti digital, seperti Twitter dan Facebook, juga email. "Gerakan ini akan baik bagi kestabilan mental (karena orang akan berinteraksi sosial secara nyata)," begitu pendapat mereka.

    Gerakan ini telah diluncurkan sejak 2003 dan kini pendukungnya semakin banyak. Banyak penulis skenario, CEO yang mengikuti gerakan ini.

    Jill Soloway adalah salah satunya. Ibu dua anak, tinggal di Los Angeles ini sudah ikut gerakan ini sejak beberapa tahun lalu. Dia adalah penulis serial tv kondang “United States of Tara” dan “Six Feet Under”. Awalnya dia mengaku tersiksa, tapi lama lama biasa.

    Inilah gerakan "hari nyepi" ala Yahudi

    1. Hindari teknologi
    2. Berinteraksi dengan keluarga (tak lewat teknologi)
    3. Jaga kesehatan
    4. Beraktivitas di luar ruangan
    5. Hindari transaksi perdagangan
    6. Nyalakan lilin
    7. Minum wine
    8. Makan roti
    9. Temukan kedamaian
    10. Berbagilah dengan sesama

    Seorang penulis buku yang mengikuti gerakan ini mengatakan, "Hari Sabath adalah hari yang penting bagi kita untuk mengingatkan kita betapa pentingnya hidup dan waktu yang kita gunakan," kata Judith Shulevitz, penulis buku “The Sabbath World: Glimpses of a Different Order of Time.”  

    Bagaimana, ikut bergabung dengan hari Sabath atau hari Nyepi Digital?

    BS


     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.