Prancis Akan Persenjatai Satelit dengan Teknologi Laser

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Angkatan Bersenjata Prancis, Florence Parly. Kredit: Emma Le Rouzic / Air Force

    Menteri Angkatan Bersenjata Prancis, Florence Parly. Kredit: Emma Le Rouzic / Air Force

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa Prancis akan menciptakan alat pertahanan luar angkasa yang berfungsi untuk melindungi satelit. Penggunaan laser sebagai alat pertahanan dianggap lebih aman daripada menghancurkan satelit agresor yang dapat menciptakan potongan puing berbahaya di orbit.

    Menteri Angkatan Bersenjata Prancis, Florence Parly, mengumumkan bahwa Prancis akan menggunakan anggaran militer sebesar € 700 juta (setara Rp 10 triliun) untuk program pertahanan luar angkasa berteknologi laser ini, dan € 4,3 miliar (setara Rp 67 triliun) untuk meningkatkan jaringan satelit komunikasi militer Syracuse, yang dioperasikan oleh Angkatan Laut Prancis.

    “Pertahanan aktif bukanlah strategi ofensif, namun pembelaan diri,” ujarnya. Dia juga mencatat bahwa rencana itu tidak akan bertentangan dengan Perjanjian Luar Angkasa, yang secara eksplisit melarang hal-hal seperti senjata nuklir atau senjata pemusnah massal lainnya.

    Militer Prancis ingin satelit buatan berikutnya juga dilengkapi kamera berteknologi tinggi untuk mengidentifikasi musuh, beserta senapan mesin dan teknologi laser. Parly menggambarkan satelit mini yang akan berpatroli di angkasa mulai 2023 ini sebagai detektor kecil menakutkan dan berharga.

    "Jika satelit kami terancam, kami bermaksud membutakan musuh. Kami berhak untuk dapat merespons serangan menggunakan laser kuat yang dikerahkan dari satelit atau dari patroli satelit-nano."

    Prancis juga menyatakan bahwa pihaknya akan meluncurkan beberapa satelit nano ke orbit yang berfungsi untuk melindungi objek strategis serta dilengkapi dengan kemampuan sistem peluncur pasukan satelit. Militer berharap misi ini dapat rampung pada tahun 2030.

    Tahun lalu, Prancis menuduh Rusia telah memata-matai komunikasi militer Prancis karena menerbangkan salah satu satelitnya terlalu dekat dengan satelit Prancis.

    THE VERGE | CNET | THE SUN | CAECILIA EERSTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.