Libur Musim Semi, Mahasiswa Amerika Ramai Abaikan COVID-19

Mahasiswa memadati pantai Fort Lauderdale, Florida, Amerika Serikat. Foto/Saul Martinez/The New York Times

TEMPO.CO, Jakarta - Dua minggu lalu, di tengah pandemi COVID-19, sekitar 70 mahasiswa dari University of Texas di Austin, Amerika Serikat, justru mengisi liburan musim semi ke Meksiko. Dampaknya, sebagian dari mereka, yakni 44 orang, kembali dengan infeksi virus corona yang bisa menyebabkan pneumonia akut itu.

Mengutip laman New York Times, Rabu 1 April 2020, mereka yang dinyatakan positif terinfeksi virus telah melakukan isolasi diri. Sementara, banyak mahasiswa lainnya kini dalam status pengawasan dan pemantauan. Sebagai catatan tambahan, empat dari 44 siswa yang sudah dites dan terkonfirmasi positif itu tidak menunjukkan gejala COVID-19.

Para siswa, semuanya berusia 20-an tahun, terbang dengan pesawat sewaan ke Cabo San Lucas pada 14 Maret lalu. Beberapa mahasiswa lalu kembali dengan penerbangan komersial terpisah ke Texas pada 19 Maret lalu.

Perjalanan itu diselenggarakan oleh sebuah perusahaan bernama JusCollege, yang menyebut dirinya sebagai 'toko serba ada' untuk liburan musim semi dan segala perjalanan studi wisata. Nyatanya, pada Rabu, 1 April, situs web JusCollege juga masih memasukkan daftar acara untuk “Cabo Spring Break 2020” dari 23 Februari hingga 10 April. Di sana tertulis seruan, di antaranya, “Bergabunglah dengan kami saat kami mengambil alih Cabo San Lucas untuk Spring Break 2020!”

Camron I. Goodman, 24 tahun, presiden organisasi mahasiswa di University of Texas, menolak berkomentar tentang perjalanan kelompok rekan-rekannya itu. Alih-alih dia malah mengatakan, "Banyak mahasiswa harus membuat keputusan sulit tentang rencana liburan musim semi mereka." 

Apa yang terjadi di Austin menjadi bagian dari cerita Amerika yang kini terpuruk menghadapi pandemi COVID-19. Negara adi daya ini tercatat di peta penularan wabah yang dibuat Johns Hopkins University sebagai penyumbang kasus infeksi terbesar di dunia, sebanyak 245 ribu kasus, per artikel ini ditulis. Korban meninggal sebanyak 6 ribu di negara itu.

Banyak dari para mahasiswa itu diduga keliru telah terlalu percaya diri kalau orang muda tidak mungkin terinfeksi virus corona. Pun dengan mahasiwa dari University of Tampa, University of Wisconsin-Madison, dan perguruan tinggi lainnya. Pemeriksaan telah dilakukan terhadap mereka yang baru kembali dari perjalanan liburan musim semi ke Florida, Alabama, Tennessee, dan tempat lain dan hasilnya sebagian positif COVID-19. 






Menengok Lagi Ihwal Huawei Dituding Mata-mata oleh Amerika Serikat

1 jam lalu

Menengok Lagi Ihwal Huawei Dituding Mata-mata oleh Amerika Serikat

Pemerintah Amerika Serikat memang telah sedari lama menaruh perhatian terhadap sepak terjang Huawei, produsen smartphone tersebut.


AS Tembak Balon Mata-Mata Cina dengan Satu Misil

4 jam lalu

AS Tembak Balon Mata-Mata Cina dengan Satu Misil

Pesawat tempur militer Amerika Serikat (AS) menembak jatuh yang diduga balon mata-mata Cina di lepas pantai South Carolina pada Sabtu.


Laporan WHO tentang Darurat Kesehatan Ukraina Picu Pertengkaran AS dan Rusia

6 jam lalu

Laporan WHO tentang Darurat Kesehatan Ukraina Picu Pertengkaran AS dan Rusia

Menurut WHO, situasi di Ukraina adalah salah satu dari delapan darurat kesehatan global akut.


China: Kepercayaan Politik dengan Rusia Semakin Dalam

7 jam lalu

China: Kepercayaan Politik dengan Rusia Semakin Dalam

Kementerian Luar Negeri China menyebut, negaranya bersedia bekerja dengan Rusia untuk mengimplementasikan kemitraan strategis mereka.


Beijing Klarifikasi soal Insiden Balon Mata-mata yang Melayang di Amerika Serikat

19 jam lalu

Beijing Klarifikasi soal Insiden Balon Mata-mata yang Melayang di Amerika Serikat

Amerika Serikat melihat ada pesawat yang diduga balon mata-mata Cina yang dicurigai melakukan pelanggaran terhadap kedaulatan wilayahnya.


Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

1 hari lalu

Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

Kasus virus flu burung yang menginfeksi hewan mamalia di Inggris dan Spanyol membuat para ahli khawatir selanjutnya bisa menular ke manusia.


Gara-gara Balon Mata-mata, Menlu AS Antony Blinken Tunda Kunjungan ke China

1 hari lalu

Gara-gara Balon Mata-mata, Menlu AS Antony Blinken Tunda Kunjungan ke China

Menteri Luar Negeri Antony Blinken menunda kunjungan ke Beijing, yang tadinya dijadwalkan Jumat, gara-gara insiden balon-mata-mata China


Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

1 hari lalu

Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

Pengamat tata kota Nirwono Joga menyatakan Wisma Atlet Kemayoran dibangun untuk kepentingan event olahraga internasional. Bisa untuk olimpiade.


Amerika Kembalikan Barang Antik Selundupan ke Italia

1 hari lalu

Amerika Kembalikan Barang Antik Selundupan ke Italia

Sejumlah barang antik bernilai tinggi total sekitar USD 2,5 juta (Rp 37 miliar) dikembalikan Amerika Serikat ke Italia karena hasil selundupan.


Heboh Balon Mata-mata Cina Intai Militer AS, Bagaimana Cara Kerjanya?

1 hari lalu

Heboh Balon Mata-mata Cina Intai Militer AS, Bagaimana Cara Kerjanya?

Amerika Serikat mengaku balon mata-mata Cina mengintai fasilitas militernya.