Kasus Baru Ebola Ditemukan Saat Deklarasi Bebas Wabah Disiapkan

Reporter

Seorang perawat membawa bayi yang dicurigai terinfeksi virus Ebola di rumah sakit di Oicha, Provinsi Kivu Utara Republik Demokratik Kongo, 6 Desember 2018. Virus ebola yang menyebabkan pendarahan parah, kegagalan organ, dan dapat menyebabkan kematian. REUTERS/Goran Tomasevic

TEMPO.CO, Jakarta - Satu kasus baru penyakit virus Ebola terkonfirmasi di Beni, Republik Demokratik Kongo, pada 10 April 2020. Kabar ini datang saat Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyiapkan deklarasi berakhirnya wabah penyakit itu.

“Ini bukan perkembangan yang diinginkan, tapi kita harus antisipasi," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dikutip dari berita terikini di laman resmi WHO, Senin 13 April 2020.

Tedros memastikan masih mempertahankan tim respons di Beni dan wilayah lain yang berisiko tinggi. "Kami lakukan itu untuk antisipasi hal seperti ini terjadi," katanya.

Tedros juga menerangkan kalau ribuan tanda-tanda di Kongo masih berada dalam penelitian setiap harinya. Itu diklaim sebagai bagian dari sistem pengawasan Ebola yang masih aktif di kawasan tersebut. Tanda-tanda itu meliputi orang atau individu yang memiliki gejala penyakit virus Ebola ataupun peristiwa kematian di kawasan yang sangat berisiko Ebola.

Terhadap kasus-kasus terkonfirmasi positif, upaya melacak setiap orang yang mungkin pernah kontak telah dilakukan. Pemberian vaksi dan pengawasan atas status kesehatannya juga disebut Tedros telah dilakukan. 

Direktur Regional WHO untuk Afrika, Matshidiso Moeti, menambahkan bahwa WHO telah bekerja bahu membahu dengan petugas medis di Kongo selama lebih dari 18 bulan. Termasuk, dia menambahkan, tim WHO kini memberi dukungan untuk  investigasi terhadap kasus yang terbaru. 

“Meski pandemi COVID-19 menambah beban yang ada, kami akan terus melanjutkan kerja sama ini hingga akhirnya kita bisa mendeklarasikan bersama berakhirnya wabah Ebola ini," kata Moeti. 

Kasus positif terbaru datang beberapa menit setelah kesimpulan pertemuan International Health Regulations Emergency Committee on Ebola di Republik Demokratik Kongo dibacakan. Komite Darurat itu menyatakan akan kembali bertemu pekan depan untuk mengevaluasi ulang rekomendasi yang sudah disiapkan berdasarkan kasus yang terbaru itu. 

Petugas kesehatan duduk dekat cairan disinfektan yang digunakan untuk membersihkan ruangan pasien virus ebola di Rumah Sakit di Bwana Suri, Ituri, Kongo, 10 Desember 2018. REUTERS/Goran Tomasevic

Sebelumnya, sebuah deklarasi sedang disiapkan untuk menyatakan berakhirnya wabah penyakit virus Ebola ini. Deklarasi dipertimbangkan setelah orang terakhir positif Ebola di Kongo telah dua kali teruji negatif dan dipulangkan dari rumah sakit pada 3 Maret lalu. 

Per 10 April 2020, sebanyak 3.456 orang terkonfirmasi dan diduga terinfeksi virus itu dan 2.276 di antaranya meninggal. 

Kemunculan pertama virus Ebola diketahui dalam kasus wabah yang terjadi berturut-turut di Sudan dan Republik Demokratik Kongo pada 1976. Ebola menyebar lewat kontak darah atau cairan tubuh lainnya, atau dari jaringan luka korban yang terinfeksi, manusia maupun hewan.

Sejumlah turunan virus ini memiliki sifat mematikan yang bervariasi. Satu di antaranya, Ebola Reston, misalnya, tidak membuat orang yang diinfeksinya sakit. Tapi tidak jika terinfeksi Ebola bundibugyo. Tingkat kematian turunan virus yang satu itu bisa sampai 71 persen seperti yang terjadi dalam wabah di Sudan.






Asal-usul Hari Kusta Sedunia dan Mengenali Tema Peringatan Tahun 2023

1 jam lalu

Asal-usul Hari Kusta Sedunia dan Mengenali Tema Peringatan Tahun 2023

Hari Kusta Sedunia diperingati setiap tahun pada Minggu terakhir Januari. Hari Minggu tahun ini pada 29 Januari 2023.


Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

2 jam lalu

Pembatasan Dihapus, Jumlah Perjalanan di Cina Saat Libur Imlek Meningkat

Tahun Baru Imlek adalah hari libur terpenting tahun ini di Cina.


Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

3 jam lalu

Kementerian Kesehatan Persiapkan Vaksinasi Covid-19 untuk Bayi dan Balita

Kementerian Kesehatan akan melakukan upaya sosialisasi vaksinasi Covid-19 untuk balita kepada masyarakat.


Gotong Royong Mewujudkan Kabupaten dan Kota Sehat

7 jam lalu

Gotong Royong Mewujudkan Kabupaten dan Kota Sehat

Kementerian Dalam Negeri RI berharapan pengesahan Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) Kabupaten Kota Sehat bisa dirampungkan pada tahun ini


Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

20 jam lalu

Jepang Samakan Covid-19 dengan Flu Biasa, Aturan Wajib Masker Dicabut

Jepang tak lagi mewajibkan pemakaian masker di dalam ruangan. Covid-19 disamakan dengan sakit flu biasa.


Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

1 hari lalu

Inilah Kuota Haji Indonesia dalam 7 Tahun Terakhir

Sebelum pandemi Covid-19, tepatnya pada 2019, Indonesia mendapatkan kuota haji sebesar 231.000 jemaah.


Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

1 hari lalu

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 di Masa Transisi Menuju Endemi, Heru Budi Tetapkan 4 Kegiatan

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono resmi mencabut aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).


Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

1 hari lalu

Pakar Ingatkan Campak Lebih Menular dari COVID-19

Pakar kesehatan mengatakan penyakit campak lebih menular dari COVID-19 dengan daya tular pada 12 hingga 13 orang di sekitar pasien.


CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

1 hari lalu

CDC Temukan Kasus Stroke Pada Lansia Penerima Vaksin Booster Pfizer

Dalam temuannya, CDC menyatakan lansia penerima vaksin booster Covid-19 Pfizer kedua kalinya berpotensi terkena stroke.


Ancaman Ketahanan Pangan Meningkat di Perkotaan Akibat Percepatan Urbanisasi di Asia-Pasifik

1 hari lalu

Ancaman Ketahanan Pangan Meningkat di Perkotaan Akibat Percepatan Urbanisasi di Asia-Pasifik

Ketahanan pangan mengancam masa depan di perkotaan telah terjadi saat ini akibat pertumbuhan urbanisasi signifikan di Asia-Pasifik. Ini penjelasannya.