Uji Obat Herbal ke Pasien Covid-19, Kenapa Jamur Cordyceps?

Reporter

Seorang warga mencari jamur cordycep yang diyakini memiliki kekuatan afrodisiak dan obat-obatan, di gunung Amne Machin di provinsi Qinghai barat, Cina, 9 Juni 2019. Jamur ulat atau cordyceps dijual perbuahnya seharga 6 yuan atau Rp. 12.000. REUTERS/Aly Song

TEMPO.CO, Jakarta - Persiapan untuk uji klinis ekstrak jamur Cordyceps sebagai immunomodulator tubuh pasien Covid-19 terus dilakukan. Uji klinis herbal itu diharapkan sudah akan bisa dimulai kurang dari dua pekan ke depan di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta.

Keterangan itu diberikan Koordinator Kelompok Penelitian di Drug Discovery and Development, Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Masteria Yunovilsa Putra pada Minggu 17 Mei 2020. Masteria adalah koordinator dalam uji klinis Cordyceps tersebut.

Dia menerangkan kalau uji melibatkan sejumlah institusi seperti perusahaan farmasi PT Kalbe, Universitas Gadjah Mada, serta Persatuan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) yang akan berperan dalam pembuatan protokol uji klinis. Ada pula Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM yang menetapkan regulasi dan pendampingan selama uji klinis.

“LIPI berperan sebagai koordinator pelaksanaan kegiatan uji klinis herbal immunomodulator, dan nantinya untuk uji klinis akan dilaksanakan PDPOTJI, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Balitbang Kesehatan dan jajaran tim dokter RSD Wisma Atlet.” kata Masteria.

Jamur Cordyceps nantinya akan diberikan kepada pasien dalam bentuk kapsul. Bahan herbal jamur ini dipilih karena sudah lama digunakan sebagai obat herbal untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan bersifat sebagai antiinflamasi. Kuncinya adalah pada senyawa aktif Adenosine, Cordycepin dan Polisakarida yang berpotensi sebagai antivirus, antiinflamasi, serta memiliki aktivitas immunomodulator, antioksidan, anti-tumor dan anti-penuaan dini.

Jamur ulat atau cordyceps dijemur di dalam rumah pedagang cordyceps di Prefektur Otonomi Tibet Hainan, provinsi Qinghai, Cina 7 Juni 2019. Jamur cordyceps dipercaya dapat menyembuhkan gangguan ginjal hingga impotensi, meskipun kurangnya bukti ilmiah. REUTERS/Aly Song

Tapi bukan hanya karena itu yang membuat jamur Cordyceps maju sebagai kandidat obat herbal yang akan diuji. Lebih dari itu, Cordyceps yang secara tradisional juga telah digunakan masyarakat di Tibet, Cina dan Korea itu sudah mengantongi surat izin edar dari BPOM. Izin edar dan bukti keamanannya untuk dikonsumsi ini diakui Masteria sangat penting terkait pacuan dengan wabah penyakit yang ingin diperangi.

“Waktu menjadi salah satu pertimbangan, saat ini kita harus mencari komoditas yang sudah siap dan mendapatkan izin edar dari BPOM,” katanya.

Bersama Cordyceps juga diuji kombinasi herbal asli Indonesia, di antaranya jahe merah. Tujuannya sama, menghasilkam produk immunomodulator dalam sediaan tablet sehingga bisa diminum oleh pasien yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet nantinya.






BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

5 jam lalu

BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

BPS menyebut jumlah kunjungan wisawatan asing melonjak sebesar 384,12 persen secara yoy dan secara kumulatif meningkat 251,28 persen.


Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

2 hari lalu

Para Ahli Khawatir Flu Burung Akan Menular ke Manusia Setelah Mulai Menginfeksi Hewan Mamalia

Kasus virus flu burung yang menginfeksi hewan mamalia di Inggris dan Spanyol membuat para ahli khawatir selanjutnya bisa menular ke manusia.


Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

2 hari lalu

Wisma Atlet Disebut Jadi Tempat Kuntilanak, Pengamat Tata Kota: Jangan Diubah Jadi Rusun

Pengamat tata kota Nirwono Joga menyatakan Wisma Atlet Kemayoran dibangun untuk kepentingan event olahraga internasional. Bisa untuk olimpiade.


Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

3 hari lalu

Heru Budi Manut Pemerintah Pusat Soal Nasib Wisma Atlet Biar Tak Jadi Sarang Kuntilanak

Heru Budi mengatakan pengelolaan Wisma Atlet jadi kewenangan Pusat. DPRD DKI minta jangan dibiarkan kosong agar tak banyak kuntilanak.


Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

4 hari lalu

Menkes Beri Penghargaan Kontribusi Penanganan Covid-19 kepada AMSI

AMSI dinilai telah memberikan kontribusi penting khususnya dalam penyebaran informasi tentang Covid-19 dan pencegahan hoaks selama pandemi.


Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

5 hari lalu

Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

Jokowi menyebut akibat kegagapan menangani pandemi, terjadi turbulensi ekonomi dan membuat pertumbuhan ekonomi jatuh.


Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

5 hari lalu

Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

Sebelumnya, Jepang bahkan mengumumkan akan mempertimbangkan untuk melonggarkan rekomendasi penggunaan masker.


Mengenal 3 Jenis Jamu yang Perlu Anda Ketahui

5 hari lalu

Mengenal 3 Jenis Jamu yang Perlu Anda Ketahui

Jamu adalah obat tradisional yang dibuat degan bahan akar, bahan hewan, bunga, kulit kayu, dan daun.


Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

5 hari lalu

Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

Pakar mengatakan karantina kesehatan tetap perlu dilakukan meskipun pandemi COVID-19 telah terkendali secara penuh.


Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

6 hari lalu

Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

Korea Selatan adalah salah satu negara pertama yang melaporkan wabah Covid-19 pada awal 2020.