Amerika Stop Hibah Riset Virus Corona Bareng Cina, Ilmuwan Geger

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump berbicara pada konferensi pers dengan anggota Satuan Tugas Coronavirus di Gedung Putih di Washington, AS, 14 Maret 2020. [REUTERS / Yuri Gripas]

    Presiden AS Donald Trump berbicara pada konferensi pers dengan anggota Satuan Tugas Coronavirus di Gedung Putih di Washington, AS, 14 Maret 2020. [REUTERS / Yuri Gripas]

    TEMPO.COWashington - Sebanyak 77 ilmuwan Amerika, penerima penghargaan Nobel, menyatakan  keprihatinannya atas pembatalan dana hibah pemerintah yang dialami EcoHealth  Alliance. Ini adalah sebuah organisasi non pemerintah di New York yang sedang meneliti virus corona  berkolaborasi dengan kolega mereka di Cina.

    Dalam surat terbuka yang ditujukan kepada Menteri Kesehatan dan Layanan Manusia, Alex Azar, dan Direktur Institut Kesehatan Nasional (NIH), Francis Collins, ke-77 ilmuwan penerima Nobel bidang Kedokteran, Kimia, dan Fisika itu meminta adanya penyelidikan terhadap pembatalan hibah NIH tersebut.

    “Kami merasa pembatalan itu menciptakan preseden berbahaya dengan mencampuri urusan ilmiah dan mengacaukan rasa percaya publik dalam proses pemberian dana federal untuk suatu penelitian,” bunyi surat mereka seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu 23 Mei 2020.

    Menurut surat itu, para peneliti di EcoHealth Alliance telah selama bertahun-tahun melakukan riset yang sangat berharga dan didukung NIH terhadap virus corona dan agen penyakit infeksi lainnya. Riset fokus ke penularan virus-virus itu dari hewan inangnya ke manusia.

    Hasil riset bergantung kepada kolaborasi produktif dengan ilmuwan di negara lain, termasuk di Wuhan, Cina. “Dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk mendukung riset mereka jika kita ingin bisa mengendalikan pandemi saat ini maupun yang akan datang,” seru para ilmuwan Nobel itu.

    Mereka mengatakan dana hibah telah dihentikan dengan kasar oleh NIH pada 24 April 2020, hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menanggapi pertanyaan seorang wartawan kalau dana hibah jutaan dollar mengalir ke peneliti di Wuhan. Surat memastikan si wartawan mendapat informasi yang keliru. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Marah karena Tersulut Lambatnya Stimulus Kredit

    Presiden Joko Widodo geram karena realisasi anggaran penanganan pandemi masih minim. Jokowi marah di depan para menteri dalam sidang kabinet.