Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Begini Letusan Purba Supervolcano Menyusun Lanskap Hong Kong Kini

Reporter

image-gnews
Pemandangan dari kereta gantung Ngong Ping 360 yang terletak di Pulau Lantau, Hong Kong, Jumat (25/1/18). (ANTARA News)
Pemandangan dari kereta gantung Ngong Ping 360 yang terletak di Pulau Lantau, Hong Kong, Jumat (25/1/18). (ANTARA News)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Dari granit di Kowloon ke kolom batuan heksagonal besar di Kepulauan Ninepin, ahli geologi Cina menegaskan keberadaan supervolcano yang tersembunyi di bawah Hong Kong. Temuan ini ditegaskan kembali dalam survei harian di mana para ilmuwannya menyadari bahwa jenis batuan yang mereka amati semuanya dapat dihubungkan ke satu sumber, sebuah letusan gunung api super 140 juta tahun lalu.

Insinyur geoteknik di Departemen Teknik Sipil dan Pembangunan Hong Kong, Denise Tang Lai-kwan, pernah mengatakan sewindu lalu kalau kota utama di Hong Kong selama ini duduk di atas gunung api purba. "Meski sebagian besar sisa letusannya berada di bawah laut, granit di Kowloon dan kolom atau pilar batuan di Kepulauan Ninepin dapat ditelusuri kembali ke sumber yang satu ini (gunung api)," kata Denise saat itu.

Rekan Tang Lai-kwan, Roderick Sewell, mengingat pernyataan itu saat dia menyadari sedang melakukan sesuatu yang besar dari proyeknya saat mendapati lanskap kota Hong Kong tersusun dari fitur geologi unik. "Kami melihat sesuatu yang jauh lebih besar daripada apa yang kami pikirkan," katanya.

Sewell dan timnya memetakan seluruh sistem supervolcano itu. Mulai dari Sai Kung di sebelah timur ke Kowloon dan Pulau Hong Kong sendiri yang dibentuk oleh sisa lava dan abu vulkanik dan menamakan Pulau Sai Kung sebagai 'Pulau Supervolcano Tinggi' yang menandainya sebagai bagian dari puncak tertinggi gunung api itu.

Kaldera selebar 18 kilometer dari supervolcano disebutnya terbentuk ketika tekanan tinggi dan panas pada inti bumi menyebabkan permukaannya runtuh. Bagian terdalam dari gunung berapi itu tetap berada di bawah tengah kota, di Kowloon dan Pulau Hong Kong, tempat sisa kantong magma ditandai dalam bentuk batuan granit.

Geologi Hong Kong secara keseluruhan ditemukan didominasi batuan beku, termasuk batuan granit dan batuan vulkanik, yang terbentuk selama periode letusan gunung berapi besar di era Mesozoikum. Para penelitinya mengatakan asal mula kota dapat ditelusuri kembali ke lava dan abu yang tertinggal setelah letusan supervolcano 140 juta tahun yang lalu di daerah tersebut. Para ilmuwan mengatakan letusannya yang keras membantu membentuk geologi wilayah administrasi khusus itu.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Catatan Tang Lai-kwan menambahkan pilar vulkanik heksagonal yang meliputi area besar dari Sai Kung timur terbentuk ketika lapisan tebal abu vulkanik dingin dan terkontraksi. Yang unik tentang pilar-pilar batu adalah bahwa mereka miring ke timur sejauh 30 derajat, menunjukkan bahwa keseluruhan sistem telah miring karena kekuatan tektonik.

Supervolcano adalah gunung berapi besar yang memiliki erupsi dengan Volcanic Explosivity Index (VEI) delapan, nilai yang tercatat terbesar pada indeks erupsi gunung api. Ini berarti volume simpanan untuk letusan itu lebih besar dari 1.000 kilometer kubik yang cukup untuk menghapus seluruh kota di atasnya dari peta dunia, dan bahkan menyebabkan bencana global dari efek yang ditimbulkannya, seperti musim dingin nuklir.

Sewell mengatakan kalau sejauh ini hanya ada sekitar 50 gunung api super dalam sejarah umat manusia di dunia. Termasuk di antaranya adalah Gunung Taal di Filipina serta Gunung Tambora dan Krakatau di Indonesia. “Kami menduga ada yang akan ditambahkan dan bahkan lebih besar ke daftar supervolcano itu setelah penemuan kami ini," katanya.

EXPRESS

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


10 Kota Termahal di Dunia untuk Ekspatriat, Singapura Termasuk

1 hari lalu

Hongkong termasuk ke dalam kota termahal di dunia untuk expatriat. Foto: Canva
10 Kota Termahal di Dunia untuk Ekspatriat, Singapura Termasuk

Baru-baru ini Mercer merilis laporan biaya hidup dan menempatkan 10 kota termahal di dunia bagi ekspatriat. Ada Hong Kong hingga Singapura.


Traveling ke Hong Kong, 7 Destinasi Wisata Malam Ini Menarik Dikunjungi

3 hari lalu

Victoria Harbour, Hong Kong. Unsplash.com/Ariam Dato-on
Traveling ke Hong Kong, 7 Destinasi Wisata Malam Ini Menarik Dikunjungi

Tidak hanya sekedar hiburan malam, ada banyak aktivitas untuk dapat mengenali dan mempelajari sejarah dan warisan budaya Hong Kong


Luhut Sebut Jokowi Setuju Bentuk Family Office di Indonesia, Apa Lagi Itu?

4 hari lalu

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) yang juga Ketum PB PASI menyaksikan kejuaraan atletik pelajar atau Student Athletics Championships (SAC) Indonesia di Stadion Madya, Komplek GBK, Jakarta, Jumat 13 Januari 2023. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo mendukung pembinaan atletik mulai tingkat sekolah demi menjaring bibit-bibit unggul sejak dini. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Luhut Sebut Jokowi Setuju Bentuk Family Office di Indonesia, Apa Lagi Itu?

Menkomarinves Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan Presiden Jokowi sudah menyetujui pembentukan family office di Indonesia. Apa itu?


Gunung Marapi Meletus Lagi, Abu Tak Terlihat tapi Dentuman Getarkan Rumah-rumah

8 hari lalu

Erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat, Kamis 30 Mei 2024. FOTO/PVMBG
Gunung Marapi Meletus Lagi, Abu Tak Terlihat tapi Dentuman Getarkan Rumah-rumah

Gunung Marapi di Sumatera Barat mengalami erupsi lagi pada Minggu malam, 16 Juni 2024.


Banjir Lahar Tebal 3 Meter dari Gunung Karangetang Tutup Jalan Utama di Siau

11 hari lalu

Asap putih keluar dari puncak Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Rabu, 6 Februari 2019. Asap putih bertekanan disertai guguran material vulkanik dari kawah bagian utara masih mendominasi aktivitas erupsi efusif Gunung Karangetang. ANTARA
Banjir Lahar Tebal 3 Meter dari Gunung Karangetang Tutup Jalan Utama di Siau

Banjir lahar dilaporkan terjadi di Gunung Karangetang Kamis, 13 Juni 2024.


Biden Hadiri KTT G7, Rencana Bahas Ukraina hingga Perdagangan dengan Cina

12 hari lalu

Presiden AS Joe Biden dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy berjabat tangan selama acara dengan para pemimpin G7 untuk mengumumkan Deklarasi Bersama Dukungan untuk Ukraina, saat KTT NATO diadakan di Vilnius, Lituania 12 Juli 2023. REUTERS/Kacper Pempel
Biden Hadiri KTT G7, Rencana Bahas Ukraina hingga Perdagangan dengan Cina

Presiden AS Joe Biden akan membahas berbagai tantangan global bersama negara-negara sekutunya di KTT G7 pada 13 - 15 Juni 2024 di Italia.


7 Gunung Api di Ring of Fire Meletus Beriringan, Badan Geologi: Momennya (Saja) Sama

19 hari lalu

Ilustrasi Fing of Fire. antaranews.com
7 Gunung Api di Ring of Fire Meletus Beriringan, Badan Geologi: Momennya (Saja) Sama

Tujuh gunung api erupsi secara beriringan sampai dengan bersamaan sejak Januari 2024. Durasi erupsi satu minggu hingga hitungan bulan.


Badan Geologi Sebut Rentetan Erupsi 7 Gunung Api di Berbagai Pulau Tidak Berhubungan, Ini Alasannya

19 hari lalu

Kolom abu vulkanik dari letusan Gunung Lewotobi Laki-laki teramati dari Pos Pengamatan Gunung Api Badan Geologi Kementerian ESDM di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa 4 Juni 2024, pukul 16.15 WITA. (ANTARA/HO-Badan Geologi Kementerian ESDM)
Badan Geologi Sebut Rentetan Erupsi 7 Gunung Api di Berbagai Pulau Tidak Berhubungan, Ini Alasannya

Tujuh gunung api di Sumatera hingga Maluku erupsi secara beriringan sampai dengan bersamaan sejak Januari 2024.


Tradisi Festival Perahu Naga Hong Kong dari Perlombaan hingga Menikmati Zongzi

20 hari lalu

Dragon Boat Festival di Hong Kong. hkcdba.org
Tradisi Festival Perahu Naga Hong Kong dari Perlombaan hingga Menikmati Zongzi

Ada dua tradisi yang tidak boleh dilewatkan saat Festival Perahu Naga Hong Kong


Mengenal Asal-Usul Lahirnya Festival Perahu Naga di Hong Kong

20 hari lalu

Dragon Boat Festival di Hong Kong. hkcdba.org
Mengenal Asal-Usul Lahirnya Festival Perahu Naga di Hong Kong

Festival Perahu Naga di Hong Kong tahun ini diperkirakan akan digelar pada 10 Juni 2024