Lindungi Pengemudi dari Zona Merah, Gojek Pakai Geofencing di Jakarta

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengemudi Gojek mulai menggunakan sekat pelindung untuk mencegah penularan virus corona setelah ojek online diizinkan mengangkut penumpang. Alat perlindungan diri tambahan tersebut dibagikan secara gratis oleh Gojek kepada mitranya mulai Rabu, 10 Juni 2020. Foto: Istimewa

    Sejumlah pengemudi Gojek mulai menggunakan sekat pelindung untuk mencegah penularan virus corona setelah ojek online diizinkan mengangkut penumpang. Alat perlindungan diri tambahan tersebut dibagikan secara gratis oleh Gojek kepada mitranya mulai Rabu, 10 Juni 2020. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Gojek menerapkan teknologi geofencing di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), terutama di Jakarta. Teknologi yang menghalangi layanan di wilayah zona merah Covid-19 tersebut mulai diterapkan pekan ini.

    "Konsumen di zona merah secara otomatis tidak bisa pesan layanan GoRide," kata VP Regional Public Policy and Government Relations Gojek, Gautama Adi Kusuma, melalui diskusi virtual, Senin 21 September 2020.

    Geofencing merupakan teknologi penandaan untuk membatasi lokasi tertentu menggunakan jaringan satelit global positioning system (GPS). Tujuannya, mempermudah pemilik memantau kendaraan dan proses distribusi di area yang ditentukan.

    Untuk Gojek, Adi menerangkan, teknologi ini juga dapat mendeteksi dan memberikan peringatan kepada mitra pengemudi yang berkerumun lebih dari lima orang di sebuah area. "Harapannya dengan notifikasi ini dapat mengurangi jumlah kerumunan dan menjaga satu sama lain sesuai arahan pemerintah," ujarnya.

    Selain berbekal teknologi, Adi mengatakan, Gojek juga telah mengerahkan tim operasional ke titik-titik ramai seperti stasiun KRL dan terminal. Selain juga telah bekerja sama dengan komunitas mitra pengemudi untuk saling mengingatkan tentang pentingnya menjaga jarak.

    Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan tetap mengizinkan ojek daring untuk membawa penumpang di masa pemberlakukan kembali PSBB. Syaratnya, aplikator harus menerapkan teknologi geofencing.

    Aturan ini dituangkan dalam SK Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nomor 157 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Bidang Transportasi. Dalam aturan tersebut, pengemudi ojek daring dan ojek pangkalan dilarang berkerumun lebih dari lima orang dan menjaga jarak parkir antarsepeda motor minimal dua meter saat menunggu penumpang.

    Baca juga:
    Kasus Harian Covid-19 Indonesia Tembus 4.000, Epidemiolog Peringatkan Ini

    Penyedia layanan transportasi daring lainnya, Grab, baru-baru ini juga telah menerapkan teknologi geofencing kepada mitra pengemudinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.