Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Tenaga Kesehatan, Vaksin Covid-19, WhatsApp

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sejumlah perawat beristirahat dengan mengenakan alat pelindung diri di Instalasi Gawat Darurat khusus penanganan COVID-19 di RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat, 5 Juni 2020. Sejak virus corona masuk ke Indonesia, tenaga kesehatan dan aparat menjadi garda terdepan penanggulangan Covid-19. ANTARA/FB Anggoro

    Sejumlah perawat beristirahat dengan mengenakan alat pelindung diri di Instalasi Gawat Darurat khusus penanganan COVID-19 di RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat, 5 Juni 2020. Sejak virus corona masuk ke Indonesia, tenaga kesehatan dan aparat menjadi garda terdepan penanggulangan Covid-19. ANTARA/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Hari Ini diawali dari hasil studi di FKUI terhadap kondisi tenaga kesehatan di Indonesia selama pandemi Covid-19 ini. Studi mendapati, 83 persen di antaranya mengalami kelelahan fisik dan mental (burn out) tingkat sedang dan membutuhkan pertolongan dari orang lain.

    Berita kedua memaparkan daftar efikasi atau khasiat Vaksin Covid-19 yang ada sejauh ini di dunia, hasil uji klinis. Efikasi Sinovac sebesar 65,3 persen bukanlah yang terendah.

    Berita ketiga menyampaikan imbauan dan langkah yang digunakan pemerintah terkait pro dan kontra yang muncul pasca aplikasi pesan milik Facebook, WhatsApp, menyebar notifikasi berisi syarat dan ketentuan terbaru bagi para pelanggannya. Artikel mengutip keterangan dari Menteri Kominfo Johnny G. Plate.

    Berikut ini Top 3 Tekno Berita Hari Ini, Selasa 12 Januari 2021, selengkapnya,

    1. Pandemi Covid-19 di Indonesia, 83 Persen Dokter dan Tenaga Kesehatan Sudah Goyah

    Sebanyak 83 persen tenaga kesehatan di seluruh Indonesia mengalami kelelahan fisik dan mental (burn out) tingkat sedang akibat pandemi Covid-19. Mereka dalam kondisi membutuhkan pertolongan dari orang lain.

    "Kalau kami bilang tingkat sedang, itu artinya sebenarnya orang itu sudah bilang ini warning. 'Tolong dong, tolong'. Itu artinya mereka memang perlu ditolong," kata Ketua Program Studi Magister Kedokteran Kerja sekaligus pengajar Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dewi Soemarko.

    Dewi mengungkap hasil penelitian di program studinya itu dalam acara bincang-bincang bersama Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Graha BNPB Jakarta, Senin 11 Januari 2021. Penelitian itu sudah dilakukan tahun lalu dengan mengumpulkan data sekitar 1.400 responden tenaga kesehatan dari seluruh Indonesia.

    2. Daftar Efikasi Vaksin Covid-19, Sinovac Ungguli AstraZeneca Dosis Normal

    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengumumkan efikasi atau tingkat khasiat vaksin Sinovac yang diuji klinis di Indonesia, tepatnya di Bandung, Jawa Barat. Efikasi vaksin Covid-19 yang dikembangkan Sinovac Biotech dari Cina tersebut dinyatakan sebesar 65,3 persen.

    Angka itu lebih rendah daripada efikasi vaksin Sinovac yang diuji di Turki maupun Brasil. Masing-masing telah lebih dulu mengumumkan klaim efikasi yang dihasilkan sebesar 91,2 persen dan 78,0 persen.

    Baca juga:
    Covid-19 di Indonesia Diprediksi Masih akan Naik Sepekan Ini

    Tentang efikasi berbeda sesama hasil uji klinis vaksin Sinovac, Tim Komnas Penilai Obat, Jarir At Thobari, menjelaskan sejumlah faktor yang mungkin menjadi sebabnya. "Pertama, epidemiologi Covid-19 di Indonesia sendiri," kata Jarir dalam konferensi pers, Senin, 11 Januari 2021.

    3. Pro Kontra Kebijakan Baru Whatsapp, Menkominfo Johnny G. Plate Imbau Waspada

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate meminta masyarakat semakin berhati-hati menggunakan beragam layanan aplikasi online. Dia merujuk kepada pro dan kontra yang muncul pasca aplikasi pesan milik Facebook, WhatsApp, menyebar notifikasi berisi syarat dan ketentuan terbaru bagi para pelanggannya.

    “Dengan selalu membaca kebijakan privasi serta dokumen syarat dan ketentuan sebelum menggunakan suatu layanan dan memberikan persetujuan penggunaan data pribadi,” kata Johnny, dalam keterangannya, Senin 11 Januari 2021.

    Baca juga:
    Geger Kebijakan Baru WhatsApp, Penggunaan Telegram dan Signal Naik Mendadak

    Johnny mengimbau masyarakat waspada dan bijak menentukan pilihan fitur media sosial, dengan memiliki yang mampu memberikan perlindungan data pribadi secara optimal. Sedang dari pemerintah, dia mengaku telah memanggil perwakilan WhatsApp dan Facebook regional Asia-Pasifik untuk menjelaskan soal kebijakan barunya itu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Tren Covid-19 Kembali Meningkat Sepekan Setelah Lebaran, Sudah Siap Jadi Endemi?

    Kasus virus corona melonjak sepekan setelah libur lebaran. Di kesempatan lain, Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan pandemi mulai transisi ke endemi.