Covid-19: Tak Hanya dari Takziah, Klaster Hajatan juga Muncul di Gunungkidul

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengungkap adanya klaster baru penularan Covid-19 selain dari aktivitas takziah atau layatan di tengah masyarakat di daerah itu. Klaster yang dimaksud adalah dari aktivitas  hajatan.

    Klaster hajatan ini muncul di Kecamatan Playen dan disebutkan telah menulari puluhan warga di salah satu desa. "Sampai Senin kemarin sudah dilakukan swab PCR pada 44 orang, hasilnya 32 positif Covid-19," ujar Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty, Selasa 20 April 2021.

    Menurut Dewi, klaster hajatan berpusat di Desa Getas. Awalnya, 14 warga desa itu kembali dari menghadiri hajatan di Jakarta beberapa waktu lalu. Mereka kemudian datang di hajatan di desa setempat yang juga dihadiri puluhan warga.

    Belakangan diketahui ada satu keluarga yang hadir di hajatan itu positif Covid-19 dan membuat puluhan orang menjalani swab test. "Sebagian besar warga yang terpapar di klaster hajatan ini sekarang menjalani isolasi mandiri," kata Dewi.

    Sebelumnya, klaster penularan Covid-19 yang bersumber dari aktivitas takziah atau layatan di tengah masyarakat di Gunungkidul disebutkan telah menambah jumlah kasus keseluruhan di DIY. Klaster itu ditemukan di Kecamatan Panggang dan menyumbang 34 kasus baru--2 di antaranya meninggal. 

    "Di lokasi klaster takziah ini kami siapkan tracing sampai 665 orang, dan saat ini baru menjangkau 370 orang dengan hasil 34 positif Covid-19," kata Dewi.

    Baca juga:
    Lagi, Klaster Takziah Tambah Kasus Covid-19 di Yogya: 34 Positif, 2 Meninggal


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.