10 Hari Pertama Ramadan, 70 Kasus Kematian Covid-19 di DIY

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi - Sejumlah petugas medis mengangkat peti jenazah pasien positif Covid-19 saat simulasi pemakaman di Lhokseumawe, Aceh, Jumat, 17 April 2020. Kredit: ANTARA/Rahmad

    Ilustrasi - Sejumlah petugas medis mengangkat peti jenazah pasien positif Covid-19 saat simulasi pemakaman di Lhokseumawe, Aceh, Jumat, 17 April 2020. Kredit: ANTARA/Rahmad

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat angka kematian Covid-19 telah semakin mendekati 1.000 kasus. "Hari ini bertambah 5 sehingga total kasus meninggal akibat Covid-19 di DIY sudah 932," ujar juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih, Jumat 23 April 2021.

    Gugus Tugas Covid-19 juga mencatat, 10 hari pertama bulan ramadan, 13-23 April, total ada 70 kasus kematian. Ini artinya rata-rata ada 7 orang meninggal. "Per hari ini total kasus terkonfirmasi 37.983, di mana kasus sembuh sebanyak 32.686 dan kasus aktif sebanyak 4.370."

    Pekan ini penambahan kasus di DIY turut disumbang dari hasil tracing klaster-klaster baru yang ditemukan. Salah satunya klaster di Padukuhan Jongke Kidul, Kelurahan Sendangadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman di mana 35 orang positif dan dua diantaranya meninggal.

    Belum diketahui pasti penyebab penularan klaster baru di Sleman itu. Hingga Jumat ini Gugus Tugas Covid-19 Sleman masih menggencarkan tracing yang menyasar 300 warga di kawasan yang telah masuk menjadi zona merah Covid-19 itu.

    Di Sleman sendiri sebelumnya telah dua kali muncul klaster yang sumbernya dari kegiatan sosial kemasyarakatan. Satu di antaranya adalah takziah yang penularannya mencakup lebih dari 100 orang dan terjadi sejak akhir Maret.

    Selain di Sleman, DIY pada pekan ini juga tengah menghadapi klaster yang muncul di Kabupaten Kulon Progo yang berasal dari dua pondok pesantren di Kecamatan Lendah dan Kokap. Dari dua pondok itu setidaknya terkonfirmasi 104 kasus positif.

    Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, meminta masyarakat turut serta mengawasi segala jenis kegiatan yang diselenggarakan seperti takziah dan hajatan yang belakangan memicu klaster baru itu.

    "Apalagi untuk kawasan RT/RW yang masuk zona merah, dilarang untuk menggelar kegiatan yang melibatkan kerumunan dan tiap penyelenggaraan harus memiliki surat izin dan rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19 setempat," kata dia.

    Baca juga:
    310 Ribu, Rekor Kasus Harian Covid-19 di India Lampaui Amerika


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.