Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

PLTB di Sulawesi, Potensi Besar Energi Terbarukan Angin di Indonesia

Reporter

image-gnews
PLTB Sidrap. ANTARA
PLTB Sidrap. ANTARA
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Selain memiliki kekayaan alam yang melimpah, Indonesia pun mempunyai potensi yang besar untuk energi baru terbarukan (EBT). Energi terbarukan ini juga merupakan sumber energi yang berasal dari sumber daya alam dan tidak akan habis karena terbentuk dari proses alam yang berkelanjutan. Salah sartu energi terbarukan yang memiliki potensi besar di Indonesia ialah angin.

Angin ini didefinisikan sebagai udara yang bergerak dari tekanan tinggi ke tekanan rendah atau dari suhu udara rendah ke suhu udara tinggi, yang terjadi akibat pemanasan matahari terhadap atmosfer dan permukaan bumi.

Angin juga merupakan salah satu bentuk energi yang tersedia di alam yang diperoleh melalui konversi energi kinetik. Energi dari angin diubah menjadi energi kinetik atau energi listrik. Energi angin dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengurangan emisi karena tidak dihasilkan emisi CO2 selama produksi energi listrik oleh kincir angin.

Cara kerja pembangkit tenaga angin ini dikenal sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Energi angin yang memutar kincir angin diteruskan untuk memutar baling-baling pada generator di bagian belakang kincir angin, sehingga menghasilkan energi listrik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, salah satu potensi pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) berada di daerah bagian timur Indonesia, yakni Sulawesi. Tepatnya di Sulawesi Selatan, di sana terdapat dua PLTB yaitu (PLTB) Sidrap di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan PLTB Tolo di Kabupaten Jeneponto.

Produksi listrik dari PLTB ini bergantung pada kondisi angin yang mengikuti pola dua musim di Indonesia yaitu musim angin kecil saat musim hujan dan musim angin besar saat kemarau.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

PLTB Sidrap ini juga merupakan pembangkit listrik tenaga angin yang pertama di Indonesia. Setelah itu baru terbangun PLTB Tolo di Kabupaten Jeneponto dan ada juga potensi EBT tenaga angin di perbatasan Kabupaten Soppeng, Kabupaten Takalar dan Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dari situs mongabay.co.id, kondisi angin di Kabupaten Jeneponto ini mampu menghasilkan angin konstan dengan kecepatan angin di atas 10 m/s. Sementara daerah lain seperti Barru, Sidrap dan Parepare potensi anginnya mendekati 7,8 m/s. Sistem kelistrikan Sulawesi Selatan melalui PLTB di dua lokasi yakni Sidrap dan Jeneponto memiliki daya mampu sebesar 130 MW, terdiri dari PLTB Sidrap 70 MW dan PLTB Tolo 60 MW.

Dengan energi terbarukan yang punya daya sebesar itu, PLTB tersebut mampu menerangi 130.000 pelanggan rumah tangga dengan asumsi produksi PLTB Sidrap 70 MW menerangi 70.000 rumah dan PLTB Tolo untuk 60.000 rumah. Kekurangannya, terletak pada kondisi listrik dari PLTB yang bergantung pada kondisi angin.

TEGUH ARIF ROMADHON

Baca: Indonesia Berlimpah Sumber Energi Terbarukan Bagaimana Memanfaatkannya

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


PLN Mulai Gunakan Bonggol Jagung untuk Co-firing Biomassa di PLTU

6 hari lalu

Deretan pepohonan tanaman indigofera yang ditanam PLN, Pengprov Yogyakarta, dan warga masyarakat di Desa Gombang, Gunung Kidul, Yogyakarta, 24 Desember 2023. Indogofera yang tahan terhadap lahan tandus dan kering, juga merupakan sumber energi terbarukan pengganti batu bara bagi PLTU PLN guna mendukung Net Zero Emission berbasis keterlibatan masyarakat. Tempo/Jati Mahatmaji
PLN Mulai Gunakan Bonggol Jagung untuk Co-firing Biomassa di PLTU

Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan telah menyelesaikan uji coba co-firing bonggol jagung di dua lokasi.


PLN Raih Pendanaan World Bank Percepat Elektrifikasi dan Pengembangan EBT

7 hari lalu

PLN Raih Pendanaan World Bank Percepat Elektrifikasi dan Pengembangan EBT

PT PLN (Persero) melakukan kolaborasi pendanaan dengan World Bank, Canada Clean Energy & Forest Climate Facility dan Clean Technology Fund sebesar USD581,5 juta untuk mendukung peningkatan akses elektrifikasi di Indonesia


Invasi Rusia di Ukraina Sebabkan Emisi 175 Juta Ton Karbon Dioksida

8 hari lalu

Seorang petugas  memadamkan sisa-sisa rudal dari serangan Rusia yang diduga merupakan buatan Korea Utara, di tengah invasi Rusia ke Ukraina, di Kharkiv, Ukraina 2 Januari 2024.  REUTERS/Vyacheslav
Invasi Rusia di Ukraina Sebabkan Emisi 175 Juta Ton Karbon Dioksida

Kerugian iklim yang disebabkan oleh invasi Rusia di Ukraina mencapai jumlah US$32 miliar.


Otorita IKN Klaim Dapat Komitmen Investasi Baru, Potensinya Rp45 Triliun

10 hari lalu

Pembangunan Ibu Kota Nusantara. TEMPO/Supriyantho Khafid
Otorita IKN Klaim Dapat Komitmen Investasi Baru, Potensinya Rp45 Triliun

Agung Wicaksono mengatakan bahwa investasi di IKN terus berjalan bahkan ketika terjadi pergantian pimpinan.


Isran Noor Dorong Pemerintah Utamakan Penggunaan Energi Ramah Lingkungan di IKN

13 hari lalu

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor. Foto: TEMPO/Fahmi Ali
Isran Noor Dorong Pemerintah Utamakan Penggunaan Energi Ramah Lingkungan di IKN

Menurut dia, penggunaan sumber daya ramah lingkungan harus diutamakan sebagai penyokong energi di IKN.


Begini Wujud Proyek REIDI di ITS, Living Laboratory Termegah di Indonesia

14 hari lalu

Tampilan denah Renewable Energy Integration Demonstrator of Indonesia (REIDI) di ITS (Dok. Humas ITS)
Begini Wujud Proyek REIDI di ITS, Living Laboratory Termegah di Indonesia

Pengembangan REIDI, proyek kongsi ITS dan Universitas Teknologi Nanyang, tengah berjalan. Diklaim sebagai living laboratory terbesar di Indonesia.


Tingkat Gas Ozon di Seluruh Wilayah Jakarta Lewati Ambang Baku Mutu

23 hari lalu

Petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Jakarta Utara mendata kendaraan bermotor yang akan diuji emisi di Ancol, Jakarta, Selasa 12 September 2023. Satgas Pengendalian Polusi Udara Polda Metro Jaya menghentikan kebijakan penilangan yang berkaitan dengan uji emisi kendaraan roda dua maupun roda empat karena dinilai tidak efektif. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Tingkat Gas Ozon di Seluruh Wilayah Jakarta Lewati Ambang Baku Mutu

Dari lima titik pengambilan sampel di Jakarta, parameter ozon, partikulat, dan SO2 hampir di seluruh wilayah sudah melewati baku mutu.


Mengenal Mikroalga, Tumbuhan Air yang Menyerap CO2 Dalam Waktu Singkat

28 hari lalu

Mikroalga, salah satu jenis tumbuhan renik yang mampu menyerap karbon secara efektif (Dok. ITS news)
Mengenal Mikroalga, Tumbuhan Air yang Menyerap CO2 Dalam Waktu Singkat

Pakar Biokimia ITS mengembangkan mikroalga, tumbuhan renik di perairan, sebagai alat penyerap emisi karbon yang efektif.


Pertamina NRE dan Masdar Teken Kerja Sama Energi Terbarukan

30 hari lalu

Pertamina NRE dan Masdar Teken Kerja Sama Energi Terbarukan

Nota Kesepahaman antara Pertamina NRE dan Masdar ini mencakup antara lain studi kelayakan dalam pengembangan PLTS dan PLTB, serta power to hydrogen.


Otorita IKN Beri Letter to Proceed kepada Perusahaan Energi Masdar untuk Investasi Energi Terbarukan

30 hari lalu

PLTS IKN 50 MW berdiri di lahan seluas 80 hektare. Total panel surya yang digunakan dalam PLTS tersebut mencapai 21.600 panel surya. ANTARA/HO-PLN
Otorita IKN Beri Letter to Proceed kepada Perusahaan Energi Masdar untuk Investasi Energi Terbarukan

Otorita IKN memberikan Letter to Proceed (LtP) kepada Masdar, perusahaan energi bersih dari Uni Emirat Arab.